Renungan Harian, Selasa 08 September 2020

Saudara-saudara kalau kita berolah raga angkat barbel? apakah manfaatnya yang kita dapatkan ke depannya dari olah raga ini? Tentunya akan membuat tubuh berotot, tentunya pada waktu angkat barbel itu berat dan tidak menyenangkan bagi tubuh, tetapi beban itulah yang akan membentuk otot tubuh.

Dari ayat diatas kita bisa merenungkan beberapa hal sebagai berikut

Sebagai gembala Agung yang sangat mengasihi domba-dombanNya, Yesus sesungguhnya sangat peduli dengan keadaan beban yang menekan hidup kita

Sebenarnya Tuhan Yesus juga mengalami dan sangat mengerti semua pencobaan yang kita alami,  tapi Ia mampu menanggung semua itu dengan kekuatan yang luar biasa. Bukan karena Ia adalah ilahi, tapi sebagai manusia Yesus mengetahui dengan tepat apa yang harus dilakukan untuk mengatasi semua tekanan.

Ada undangan Yesus kepada mereka yang lemah dan berbeban berat ini memberikan petunjuk bahwa Ia bermaksud mengajarkan sebuah rahasia mendapatkan kekuatan yang menghasilkan ketenangan dan kelegaan.  Sehingga sebagai manusia biasa kita juga dapat memiliki kuasa yang sama seperti Yesus, mari kita cermati ada beberapa hal yang bisa kita pelajari :

Tidak ada kelegaan hidup di luar Kristus

Perhatikan (ayat 28) melalui undangan Marilah kepadaKu semua yang letih lesu dan berbeban berat Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Saudara-saudara melalui undangan kristus, kita bisa melihat bahwa sebenarnya kelegaan hanya bisa ditemukan didalam DIA.

Dunia dengan segala kemegahannya menjanjikan sangat banyak hal, tapi semua itu hanya melelahkan jiwa kita dan penuh ketidakpuasan Tidak ada kelegaan hidup di luar Kristus.

Jika dipandang dengan jujur keduniawian selalu membawa ketidakpuasan.  Seseorang yang berhasil mencapai keinginannya akan lanjut mengejar keinginan yang lain  dan bagi yang tidak berhasil ia akan berusaha lebih keras dan jika tetap gagal akan menjadi frustasi,  barang terbaru yang kita idamkan akan menjadi tidak menarik tidak lama setelah kita memilikinya.   Kepuasan atau kebanggaan duniawi selalu memudar dengan cepat, tidak sebanding  dengan harga yang kita bayarkan .  Orang-orang di luar Kristus berlelah-lelah dalam ketidakpuasan  sementara berjalan menuju kebinasaan.

“Diperlukan harga yang sama  atau malah lebih besar untuk masuk neraka daripada ke surga. Sempit sangat sempitlah  jalan menuju kebinasaan.”

Soren kierkegaard (abad 19)

Kelegaan diperoleh dengan menjadi seperti Kristus

Perhatikan (ayat 29 – 30) dikatakan pikullah kuk  yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. sebab kuk yang kupasang itu enak dan bebanKu pun ringan.

Bukannya menghilangkan beban, Yesus malah menawarkan “beban bagi mereka yang letih dan lesu.  Ini adalah undangan untuk belajar padaKu”. demikian kataNya  Yesus sedang mengajak kita membangun sebuah gaya hidup yang seperti Dia,  sebuah gaya hidup dengan beban tertentu.  Beban yang dimaksudkanNya, harga yang harus dibayar setiap murid Yesus. Orang diluar Yesus mengatakan bahwa semua itu adalah kebodohan  dan tidak mungkin dilakukan. Tapi bagi setiap orang yang bersedia memikul beban dan kuk itu, mereka pelan-pelan akan menjadi serupa dengan-Nya, mereka akan menjadi pribadi yg lemah lembut dan rendah hati seperti Kristus.

Didalam Firman Tuhan Roma 8 : 28 -29 mengatakan bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu agar kita menjadi serupa dengan anakNya, artinya seluruh kuasa Allah tertuju kepada orang yang belajar untuk menjadi Kristus. Sebab benar bahwa beban dan kuk yang dipikulkan dipundak kita itu tidak hanya ringan tapi juga menghasilkan ketenangan dan kelegaan yang permanen.      

Tuhan Yesus memberkati

EW