Renungan Harian Anak, Senin 22 Juni 2020

Haloo. Selamat pagi adik-adik. Kembali lagi kakak menyapa adik-adik yang dirumah ya. Bagaimana kabarnya nih? Semoga masih tetap semangat untuk menikmati berkat Tuhan dihari ini … Kembali lagi kita akan membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Adik-adik , kakak mau bertanya nih ? Siapa yang disini suka ikut-ikutan melakukan hal yang tidak baik? Misalnya ikut-ikutan teman yang malas belajar, tetapi malah suka main game sepanjang hari. Atau ikut-ikutan adik kita yang belum bisa membantu orang tua, ketika disuruh oleh mama atau papa, kita malah bilang “lho, adik kok tidak disuruh ma”, padahal kan memang adiknya mungkin belum bisa. Ayoo, kira2 ada nggak yang seperti itu? Coba adik-adik ingat-ingat lagi, mungkin ketika di sekolah waktu sebelum corona, ada teman yang suka mengejek teman lainnya. Dan adik-adik ikutan mengejek juga. Waah ? Itu boleh tidak? Jelas tidak boleh ya adik-adik. Hal yang buruk itu tidak boleh diikuti. Nanti iblis jadi senang. Atau ada yang suka meniru kata-kata yang “jorok” atau tidak baik buat diucapkan? Niru dari temen atau dari media sosial yang adik-adik sering lihat?

Nah … pagi hari ini kakak mau cerita dan coba kita perhatikan baik-baik dalam kitab 1 Samuel 2:23-26. Dalam cerita ini, dikisahkan tentang anak-anak Imam Eli, yaitu Hofni dan Pinehas yang berperilaku buruk. Mereka suka melakukan perbuatan dosa di hadapan Tuhan dan tidak mau mendengarkan nasehat dari ayahnya. Banyak orang tidak suka dengan mereka karena perbuatan buruk mereka. Mereka melakukan hal-hal yang salah dan itu membuat Tuhan marah sama mereka.

Tetapi kita tidak belajar kepada Hofni dan Pinehas, kita akan belajar tentang kehidupan  Samuel.  Adik-adik Samuel kecil yang tinggal dan bertumbuh di dekat mereka tidak terpengaruh untuk melakukan perbuatan buruk, seperti yang dilakukan oleh Hofni dan Pinehas.

Samuel tetap mau belajar untuk berbuat benar dan sikapnya sangat baik, sehingga ia disukai banyak orang terlebih Tuhan.

Samuel tidak mau meniru apa yang salah, malah nantinya jabatan Imam diberikan kepada Samuel. Samuel sebaliknya memberikan contoh yang baik buat bangsa Israel dan mengajari mereka tentang takut akan Tuhan.

Jadi bagaimana? Adik-adik tentu ingin menjadi seperti Samuel bukan? Memilih untuk ikut melakukan yang baik, bukan yang buruk. Supaya kita disukai oleh orang tua kita, guru-guru kita, teman-teman, saudar dan terlebih Tuhan Yesus.

Kalau adik-adik ketemu dengan hal negatif dan dosa, tidak sesuai dengan Firman Tuhan … jangan ditiru ya, jangan dicontoh. Sebaliknya adik-adik malah harus menjadi contoh yang baik buat orang-orang yang ada disekitarmu

Ayo kita baca Ayat Hafalan  kita hari ini :

1 Samuel 2 : 26 Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik dihadapan Tuhan maupun di hadapan manusia.

Dan Komitmen kita hari ini adalah :

Ya Tuhan. Aku mau menjadi anak-anakMu yang suka melakukan perbuatan yang baik. Aku tidak mau ikut-ikutan melakukan perbuatan yang buruk. Amin.

GCT – KCP