Renungan Harian Youth, Selasa 23 Februari 2021

2 TAWARIKH 16:9a – Karena mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.

Rekan-rekan youth, Beberapa waktu yang lalu ada sebuah video yang sempat  viral yang pada saat itu memperlihatkan seorang anak yang seperti bertiarap sambil menangis dan yang menarik adalah di tempat yang sama dengan posisi yang tidak terlalu berjauhan, orang tuanya berdiri dan memperhatikan anak tersebut.  Perilaku anak tersebut merupakan bagian dari perkembangan anak yang normal karena ia sedang berusaha menunjukkan bahwa dirinya sedang kesal.  Dan perilaku tersebut dikenal dengan istilah TANTRUM.  Tantrum adalah ledakan emosi yang biasanya ditandai dengan sikap anak keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, membangkang, atau marah.

Gimana nih teman-teman, mungkin ada yang ingat kebiasaan kecilnya pada waktu sedang marah, kesal, atau berteriak pada usia 1-3 tahun? Artinya teman-teman juga telah mengalami perkembangan yang baik pada usia dini.  Hal itu juga menjadi tanda bahwa teman-teman telah mampu untuk mengendalikan emosi sebagai salah satu tahap perkembangan social emosional anak usia dini. 

Ketika temen-temen (yang mungkin)  melihat video viral tersebut, satu hal yang menarik adalah tindakan orang tuanya yang sepertinya tidak memiliki kepedulian atau justru membiarkan anaknya yang sedang berontak dan marah sambil tiarap untuk sesuatu yang ia inginkan.  Dan, orang tua yang baik, adalah orang tua yang mengerti kebutuhan anak-anaknya, dan mampu mendisiplinkan anaknya dari keinginan-keinginan yang menghalangi perkembangan anank-anaknya.

Jika kita merenungkan kehidupan kita, seringkali kita sering bersikap seperti itu kepada Tuhan. Kita selalu kecewa, marah, merasa tidak diperhatikan, dan merasa bahwa Tuhan adalah pribadi yang jahat.  Kita bahkan sering memberontak dan putus asa ketika apa yang kita harapkan tidak seperti kenyataan yang terjadi.  Kita merasa lebih tahu apa yang kita butuhkan, tetapi Tuhan tidak mengijinkan kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.

Saat kita dalam kemarahan yang besar dan emosi yang tidak bisa kita kontrol, sebenarnya Tuhan ada di dekat kita.  Dia tidak jauh dari kita dan sedang menanti kita untuk bangkit dan mencari Dia. 

Jika kita percaya Tuhan itu dekat dengan kita, satu hal yang kita yakini adalah bahwa tidak akan ada masalah dari anak Allah yang tidak diketahui oleh Allah.

KITA HANYA PERLU MENJALANI HIDUP DENGAN CARA YANG TUHAN INGINKAN

Kecenderungan anak Tantrum adalah dia mencoba menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri.  Jika keinginannya terpenuhi melalui sikap yang ia tunjukkan, maka itu akan menjadi senjatanya untuk mendapatkan sesuatu dari orang tuanya. Siapa yang pernah bertindak seperti itu diantara kita?

Kita harus pahami bahwa Tuhan kita lebih dari sekedar orang tua kita.  Kadang-kadang ia langsung mengabulkan doa kita, kadang-kadang Ia pun hanya diam saja, entahkah itu disuruh menunggu ataupun tidak dikabulkan sama sekali.  Hal yang paling tepat untuk kita pelajari terlebih dahulu adalah kita harus memastikan bahwa Dia dekat dengan kita.  Pastikanlah di dalam doa kita, hadirat-Nya selalu nyata ketika kita mengucap syukur.

INDIKATOR PALING PENTING DALAM MENYADARI KEHADIRAN TUHAN ADALAH DENGAN TIDAK BERHENTI MENGUCAP SYUKUR ATAS KEBAIKANNYA dan KESADARAN BAHWA KITA TIDAK PERNAH LUPUT DARI PERHATIAN TUHAN

Dengan menjalani hidup sesuai dengan cara yang Tuhan inginkan dan selalu mengucap syukur dengan segala kondisi kita maka iman kita pun semakin dibentuk dan terarah di dalam kasih Allah yang sejati.

Komitmen kita:
Aku mau terus menyadari tujuan Tuhan di dalam hidupku dengan hidup sesuai dengan cara yang Tuhan inginkan dan mengucap syukur setiap saat akan kehadiran Tuhan di dalam hidupku.

Amin ..Tuhan Yesus Memberkati

RM -MLE