Renungan Harian, Sabtu 25 April 2020

Jika kita berbicara tentang “keraguan”, tentunya semuanya pernah mengalami. Keraguan terjadi karena adanya ketidakpastian yang sedang kita hadapi. Bahkan Alkitabpun dengan jujur menceritakan kisah-kisah mengenai orang-orang salehpun pernah mengalami keraguan.

Keraguan sering terjadi Ketika adanya pengharapan yang tidak sesuai dan tidak sama dengan realitas yang ada. Namun sebagai orang percaya, harus dapat menempatkan keraguan dengan tepat dan memahami peran Iman dan percaya didalamnya.

Kebenaran yang harus kita miliki adalah bahwa :

HANYA ADA SATU TEMPAT DIMANA KERAGUAN KITA AKAN TERJAWAB PADA SANG SUMBER ITU YAITU ALLAH SENDIRI MELALUI FIRMAN-NYA.

Mari kita perhatikan kedua tokoh Alkitab dengan segala pergumulan yang sedang dihadapi :

AYUB 1:20-21
Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah,  katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!

II KORINTUS 12 :8-10
Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

Dari ayat-ayat diatas dinyatakan bahwa Ayub dan Paulus sedang menghadapi sebuah pengalaman yang berat, namun Pengharapan itu lahir dan muncul Ketika mereka bertemu dengan FIRMAN ALLAH.

Rasul Petrus juga memberikan sebuah cara pandang didalam kebenaran …

I Petrus 4:12-16, Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

Petrus mengingatkan bagi kita bahwa tantangan dalam kehidupan ini adalah

hal “BIASA” yang didalamnya TUHAN tetap bekerja untuk menyatakan KEMULIAAN-NYA dalam KEHIDUPAN KITA

KARENA ITU APA YANG SEMESTINYA KITA HARAPKAN :

KURANGI HARAPAN KITA AKAN SESUATU YANG FANA TINGKATKAN HARAPAN KITA AKAN SESUATU YANG KEKAL (2 Korintus 4:16-18)

BERBAHAGIALAH SEMUA ORANG YANG:
DAPAT HIDUP DENGAN PERTANYAAN YANG TAK TERJAWAB
DAPAT TENANG ATAS APA YANG MEREKA LIHAT
DAPAT MENANTI DENGAN SABAR SAMPAI ALLAH MENYINGKAPKAN APA YANG TIDAK SANGGUP MEREKA LIHAT

(CHUCK SWINDOLL)

MATIUS 11:6
BERBAHAGIALAH ORANG YANG TIDAK MENJADI KECEWA DAN MENOLAK AKU.

Ditengan semua situasi yang sedang kita hadapi sekarang ini, marilah datang kepada Tuhan,tolaklah keraguan tetapi sebaliknya percayalah kepada Kebenaran Firman Tuhan dan janji-janjiNya bagi kehidupan kita.

EB