Senin, 06 April 2020

Bacaan Alkitab : Lukas 15:11-21

Selamat pagi adik-adik semua, hari ini kita akan kembali merenungkan Firman Tuhan.

Ada sebuah perumpamaan yang Tuhan Yesus ajarkan dalam Injil Lukas 15:11-21, Begini ceritanya dengarkan baik-baik ya … Pada suatu hari …..

“Ayah…bagikanlah saya harta yang menjadi bagian saya.” kata sang anak bungsu. Kemudian sang ayah sibuk mempersiapkan harta yang diminta si bungsu. Ayah berkata, “anakku…ambillah ini.” Si bungsu tersenyum gembira karena ayanya memberikan apa yang dia mau dan ia mendapatkan harta itu dengan mudah. Si bungsu mulai membuat rencana dengan harta yang dimilikinya. Si bungsu pergi ke kota dan menjual semua harta. Si bungsu ingin hidup bersenang-senang. Si bungsu pergi dari rumah meninggalkan ayah dan kakaknya, la pergi ke negeri yang jauh… dan menghamburkan harta yang dimilikinya…

Beberapa waktu berlalu …

Ternyata di negeri yang jauh itu, anak bungsu hidupnya susah. Semua hartanya telah habis. Si bungsu kini menjadi miskin. Tidak ada seorangpun yang mau memberinya makan. Ketika hidupnya susah, si bungsu teringat ayahnya. Si bungsu merasa bersalah dan berdosa pada ayahnya, la telah menghabiskan harta dari ayahnya dengan bersenang-senang, la sudah menyakiti hati ayahnya.

Si bungsu bangun dan berjalan pulang ke rumah ayahnya. Si bungsu ingin meminta maaf pada ayahnya. Si bungsu bertobat karena sudah berbuat salah. Ketika ayahnya melihat si bungsu dari jauh, ayahnya berlari menjumpai anaknya. Sang ayah memeluk dan mencium anaknya yang telah lama pergi. Si bungsu menangis dalam pelukan ayahnya…

Ayah…maafkan dan ampuni saya. Saya telah berdosa pada ayah.” kata si bungsu.

Saat ayah berlari menjumpaimu, memeluk dan menciummu. Ayah telah mengampuni engkau, anakku“. Ketika si bungsu mendengar perkataan ayahnya itu, ia menangis bahagia. Ayahnya begitu sabar terhadapnya dan terus mengasihinya. Demikianlah akhirnya si bungsu kembali hidup bersama ayahnya.

Adik-adik, ayah si bungsu… itulah Tuhan yang selalu sabar dan mengasihi kita. Ketika kita nakal, marah, berteriak, berkata kasar, memukul.,.,Tuhan Yesus sabar dan mengampuni kita. Tuhan Yesus mau, kita menjadi anak-anak yang baik.Tuhan Yesus mau, kita hidup bersama-samaNya dengan penuh kasih. Kita mau bersyukur pada Tuhan, yang selalu sabar dan mengasihi kita.

Perumpamaan mengenai anak yang hilang ini mengajarkan kepada kita mengenai apa artinya bertobat.

Adik-adik, ingatlah selalu untuk datang kepada Tuhan. Mintalah ampun kalau Adik-adik melakukan kesalahan. Tuhan sayang Adik-adik dan selalu menyambut Adik-adik dengan kasih-Nya.

Ayo kita Baca Ayat Firman Tuhan

Mazmur 145:8 “TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya”

Komitmenku hari ini :

Tuhan Yesus aku minta ampun atas semua kesalahanku, aku mau berubah menjadi anak yang lebih baik lagi.