Renungan Harian Youth, Rabu 24 Februari 2021

Syalom buat rekan-rekan semuanya, semoga kita dalam keadaan sehat sehat dan tetap bersemangat dalam menjalani hari demi hari. Kalau kita perhatikan berita akhir-akhir ini semakin membuat banyak orang was-was dan khawatir. Bagaimana tidak, disetiap media memberitakan angka positif Virus Korona semakin naik saja. Banyak yang sudah terjangkit virus ini baik pasien maupun tenaga kesehatan yang gugur dalam menanggani pasien Covid ini. Bahkan orang-orang disekitar kita atau keluarga mungkin ada yang sudah terjangkit virus ini.

Namun tahukah anda bahwa, memang Virus Korona bisa menjangkiti semakin banyak orang di Indonesia bahkan dunia. Belum lagi bencana alam yang terjadi disetiap daerah. Melalui setiap peristiwa yang terjadi kita diingatkan bahwasanya Tuhanlah yang memegang kendali hidup kita. Sebagai orang percaya, kita memang berdoa dan berserah kepada Tuhan, namun kita juga harus percaya bahwa Tuhan tidak tutup mata dan Tuhan tidak berdiam diri..

Apakah Dia sedang menghukum manusia karena dosa? Apakah Tuhan sedang menghukum orang-orang beriman? Banyak pertanyaan-pertanyaan liar ini, yang bisa saja terlintas di pikiran kita . Dalam penelitian Ellen Langer pada tahun 1975 yang berjudul “The Illusion of Control” (Ilusi Memegang Kendali) dilakukan untuk menguji seberapa besar manusia dapat mempengaruhi peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidupnya. Ia menemukan bahwa sering kali kita terlalu berlebihan dalam mengukur pengaruh kita terhadap berbagai situasi.  Penelitian tersebut juga menunjukkan bagaimana kenyataan hampir selalu menghancurkan ilusi kita. Kesimpulan Langer tersebut didukung oleh percobaan-percobaan yang dilakukan oleh pihak-pihak lain setelah studi awal itu diterbitkan. Namun, sebenarnya di dalam Alkitab, Yakobus sudah terlebih dahulu mengidentifikasi fenomena tersebut jauh sebelum Langer menemukannya.

Dalam Yakabus 4 : 13 – 17

Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. hSebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya , kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” Tetapi sekarang kamu memegahkan diri 1dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Lalu Yakobus memberikan solusi agar kita tidak merasa seolah-olah dapat mengendalikan hidup kita, dengan mengarahkan kita kepada satu-satunya Pribadi yang memegang kendali total atas segalanya: “Sebenarnya kamu harus berkata: ‘Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu’” (ay.15).  Dalam hal apa saja kita merasa bisa mengendalikan hidup kita sendiri? Bagaimana jika kita dapat menyerahkan rencana hidup kita kepada Allah dan mempercayakan masa depan kita di tangan-Nya?

Rekan – rekan Youth kita juga harus ingat Firman yang dikatakan dalam

Kitab Amsal 19:21, Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.

Banyak rencana rencana yang sudah disusun namun harus tertunda bahkan ada yang diantara kita kehilangan sahabat, saudara bahkan orang orang yang kita kasihi karena pandemi ini .Kiranya kita bisa mengerti bahwa apa yang kita rencanakan  atau masa depan yang sudah kita bayangkan tidak tergantung pada diri kita sendiri. Karena Allah saja yang memegang kendali atas segala sesuatu, kita dapat mempercayai rencana-Nya bagi setiap kita.

Pengkhotbah 3:11 versi BIS mengatakan Ia menentukan waktu yang tepat untuk segala sesuatu. Ia memberi kita keinginan untuk mengetahui hari depan, tetapi kita tak sanggup mengerti perbuatan Allah dari awal sampai akhir.

Melalui setiap pergumulan, dukacita, atau setiap peristiwa dan kejadian yang kita lalui saat ini kita harus belajar percaya kepada cara Tuhan.

Percayalah Dia akan melakukan bagianNya dan kita pun harus melakukan bagian kita. Di atas semuanya itu, percayalah bahwa Dia yang berdaulat atas seluruh hidup kita. Terlalu mudah bagi Tuhan untuk melenyapkan virus ini, namun belajarlah untuk melihat Tuhan bekerja bukan sesuai dengan cara kita.Dia yang pegang kendali hidup kita, sehingga Dia juga yang turun tangan dalam menolong kita. Dia tahu apa yang terjadi, dan Dia yang ada dan menyertai kehidupan kita.  Imanuel

Percayalah kepadaNya, dan jangan ragukan FirmanNya.  Karena Allah saja yang memegang kendali atas segala sesuatu, kita dapat mempercayai rencana-Nya bagi kita!

Tuhan Yesus Memberkati

Komitmen :

Aku mau menyerahkan seluruh hidupku kedalam rancangan Tuhan, karena Dialah yang memegang kendali atas hidup dan masa depanku, Amin.

KP – YDK