Renungan Harian Youth, Senin 18 Mei 2020

Bagaimana kita mengucapkan terima kasih atas hari yang telah dibuat-Nya ini?

Bagaimana menuliskan doa syukur dapat menolong kita menumbuhkan sikap yang penuh syukur dalam segala keadaan?

Selamat pagi, Emak … Selamat pagi, Abah
Mentari hari ini Berseri indah

Terima kasih, Emak … Terima kasih, Abah
Untuk tampil perkasa … Bagi kami putra-putri Yang siap berbakti

Itu adalah bagian reff dari lyrik lagu keluarga Cemara

“Terima kasih”

merupakan ungkapan sederhana yang bermakna besar. Penelitian mengungkapkan, kalimat sederhana itu punya dampak positif terhadap lingkungan sosial. Penelitian berjudul

More gratitude, less materialism: The mediating role of life satisfaction
menunjukkan kepuasan hidup tumbuh atau berhubungan dengan rasa syukur dan materialisme. Rasa syukur itu salah satunya adalah dengan ucapan “terima kasih”.

Nathaniel M. Lambert, penulis penelitian tersebut menyimpulkan

rasa terima kasih yang diinduksi secara eksperimental menghasilkan kepuasan yang lebih tinggi dalam kehidupan. Orang-orang yang penuh rasa syukur menganggap materialisme tidak begitu penting dibanding hubungan dengan sesama.

Tindakan untuk mengucapkan terima kasih bisa dipraktekan pada bidang kehidupan mana pun. Begitu banyak manfaat yang bisa diperoleh dari ungkapan sederhana ini.

Dalam kehidupan sosial kita yang penuh paradoks, seperti terkadang kita merasa cemas, sombong, dan iri hati, solusinya dapat ditemukan dalam ungkapan terima kasih yang sederhana,”

Kita mau belajar dari kisah 10 orang Kusta yang disembuhkan Tuhan dalam Lukas 17:11-19

Di awal perjalanannya ke Yerusalem, saat sedang menyusuri desa-desa, Yesus bertemu dengan sepuluh penderita kusta. Beberapa jenis kusta bisa membuat penderitanya kehilangan anggota tubuh, seperti jari tangan, jari kaki, atau telinga. (Bil 12:10-12) Menurut Hukum Allah, seorang penderita kusta wajib berteriak, ”Najis! Najis!” dan tinggal di tempat yang terasing dari orang-orang lain.​

Jadi, kesepuluh penderita kusta itu tidak berani dekat-dekat dengan Yesus. Namun, mereka berteriak dari jauh, ”Yesus, Guru, kasihanilah kami!” Saat melihat mereka, Yesus berkata, ”Pergilah, perlihatkan diri kalian kepada para imam.” Kata-kata Yesus menunjukkan bahwa Dia merespon Hukum Allah. Hukum itu mengatakan bahwa imamlah yang berhak menyatakan bahwa seorang penderita kusta sudah sembuh. Setelah dinyatakan sembuh, barulah mereka bisa kembali tinggal bersama orang-orang lain.​ (Imamat 13:9-17).

Kesepuluh penderita kusta itu beriman kepada Yesus.

Jadi meski belum sembuh, mereka pergi untuk menemui para imam. Dan iman mereka pun diberkati. Dalam perjalanan, mereka bisa melihat dan merasakan bahwa mereka berangsur-angsur sembuh!

Sembilan dari penderita kusta yang sudah sembuh itu melanjutkan perjalanan mereka. Tapi satu pria lagi, yang adalah orang Samaria, kembali untuk mencari Yesus.

Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, Ketika dia bertemu dengan Yesus, dia sujud tersungkur dan berterima kasih kepadanya. Lukas 17:16-19

Dengan menyembuhkan sepuluh penderita kusta itu, Yesus menunjukkan bahwa dia menerima kuasa dari Allah. Penderita kusta yang berterima kasih kepada Yesus itu tidak hanya disembuhkan, tapi menerima keselamatan dari Tuhan Yesus. Pada masa sulit seperti ini, kita harus tetap berterima kasih kepada Allah, jika kita beriman kepada Yesus, bukan hanya kesembuhan tetapi kita akan mendapat keselamatan. Seperti orang Samaria itu, apakah sampai saat ini kita menunjukkan bahwa kita bersyukur?

Dikatakan dalam 2 Timotius 3:2.

“Manusia akan mementingkan dirinya sendiri, bersifat mata duitan, sombong dan suka membual. Mereka suka menghina orang, memberontak terhadap orang tua, tidak tahu berterima kasih, dan membenci hal-hal rohani.” (BIS)

Keadaan ini yang terjadi pada saat ini , mari rekan-rekan pemuda dan remaja kita mau belajar untuk selalu mengucapkan terimakasih mulai saat ini dari hal-hal yang kecil, berterima kasih untuk masakan mama, berterimakasih untuk perhatian dan kasih sayang papa,kakak dan adik  berterimakasih atas nafas dan kesehatan yang diberikan Tuhan dan  banyak lagi alasan kita untuk selalu berterima kasih dan bersyukur.

Aku mau bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib. —Mazmur 9:2

Komitmen :

Tuhan ajar kami untuk selalu berterimakasih dan bersyukur atas setiap perbuatanMu yang ajaib dalam kehidupanku ajar kami untuk berteima kasih dalam setiap keadaan..

KP – MLE