Renungan Harian, Rabu 30 September 2020

Ada orang yang susah kalau melihat orang senang ~ tetapi senang jika melihat orang lain susah. Sikap ini seringkali kita sebut orang yang sirik, iri hati dan hatinya tidak bersih dihadapan Allah.

Tuhan selalu memberikan ruang untuk membentuk dan memurnikan hati kita. Didalam sebuah situasi dalam kehidupan kita. Perlu kita sadari bahwa manusia tidak akan pernah tahu kebusukan dan sikap hati yang salah, hal apakah yang ada didalam hati kita sampai kepada kejadian yang merendahkan, dikhinati, terdesak, tidak diperhitungkan dan disaat itulah kita bisa melihat diri kita sendiri. Bagaimana sikap hati kita dalam meresponi sebuah masalah.

Dan hal ini membawa kita harus juga berfikir dan jangan terburu-buru untuk menghakimi orang lain, Tuhan tidak pernah salah menempatkan orang-orang yang ada disekitar kita. Karena Tuhan terus membangun kehidupan kita untuk semakin dimurnikan.

Amsal 16:2-3 Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati. Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.

Amsal diatas memberikan hikmat bagi kita semua bahwa TUHAN MENGUJI HATI. Ketika Tuhan mengijinkan banyak hal terjadi dalam kehidupan kita, ingatlah Tuhan selalu memiliki rencana.

TUHAN Menguji HATI, melalui situasi yang terjadi dan orang-orang disekitar kita untuk mengukur sikap dan kemurnian hati kita yang sebenarnya.

Mari kita melihat kehidupan SAUL dan DAUD, ketika Tuhan memurnikan hati … ada respon yang berbeda.

Respon Saul terhadap Ketaatan ditengah kemendesakan karena serangan orang Filistin (1 Samuel 13) membuat Saul ditolak oleh Tuhan, karena dia tidak dengar-dengaran dengan perintah Tuhan dan kebenaran. Bahkan nantinya kita bisa melihat Respon Saul yang salah pada saat melihat Daud lebih menerima pujian daripada dia (1 Samuel 18:6-7), padahal sebenarnya Tuhan memilki sebuah proses untuk membentuk hati Saul dan Daud. Keduanya sedang “dibentuk” oleh Allah – dari kisah ini kita bisa melihat bahwa Saul memiliki kedengkian didalam hatinya.

Sebaliknya Respon Daud ~ ketika Dia memiliki kesempatan untuk membalas Saul, tetapi Daud tetap menjaga hatinya benar dihadapan Allah. Daud tetap memiliki integritas yang benar terhadap firman Allah.

Ketika menghadapi segala keadaan – lihatlah respon didalam pikiran dan hati kita. Karena Emas yang baik adalah emas yang dimurnikan bukanlah bongkahan batu yang penuh dengan kotoran. Pemurnian didalam kehidupan kita tidak hanya sekali tetapi Tuhan akan terus memurnikan kehidupan kita

Ibrani 10:22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.

Ketika ada hal negatif terjadi dalam kehidupan kita, jangan jadikan hal-hal tersebut untuk menjatuhkan kita tetapi sebaliknya jadikan  itu kesempatan untuk bertumbuh dan semakin dimurnikan

Tuhan Yesus memberkati

YNP