Renungan Harian Youth, Jumat 08 Januari 2021

Halloooo rekan rekan youth Elohim…. Bagaimana kabarnya di tahun 2021 ini… masikah ada pengharapan??… semoga dalam keadaan seperti ini kita tetap berpengharapan kepada Tuhan.

Jika kita mendengar berita ditelevisi atau media elektronik lainnya tak pernah habis habisnya ya berita tentang covid ini… semakin hari selalu ada berita tentang covid 19 ini… khawatir?? Ya jelas, kita manusia pasti ada kekawatiran ya… mulai ada angin segar sedikit saat kita tahu bahwa sudah diumumkan vaksin covid 19 sudah tersedia… yang jadi pertanyaan kita adalah sampai kapan kita seperti ini dan kapan vaksin segera diberikan sehingga kita bisa beraktivitas seperti dulu lagi….

Oke guys berdasarkan berita yang berkembang hari hari ini vaksin sudah tersedia. Seluruh rakyat Indonesia menantikan dengan penuh harap, tak terkecuali kita sebagai umat Tuhanpun turut berharap pandemic segera berakhir dengan segera direalisasikan vaksin itu.

Jika kita kilas balik/ flashback menurut kitab suci, ingat gak jaman dahulu saat umat Israel menunggu kedatangan juru selamat. Situasi yang penuh harap ini tampak juga dimiliki umat Israel di Zaman Yesus Kristus. Mereka juga menantikan kedatangan Mesias ( Pembebas) yang akan melepaskan mereka dari penjajahan Romawi. Pengharapan akan Mesias bukan hanya harapan kosong, tetapi didasari oleh Janji Tuhan sendiri kepada nenek moyang mereka bahwa dia akan mengutus seorang pembebas jika dibaca lagi Mazmur 89 : 4-5

Kondisi pandemic yang kita alami saat ini telah mengubah cara hidup kita membuat kita mendambakan “ pembebas” dalam bentuk vaksin yang diharapkan dapat memutus rantai penularan dan kita bia bebas beraktivitas kembali seperti sedia kala. Vaksin sudah ditemukan dan giliran kita bersabar dan menunggu akan direalisasikan kepada masyarakat. Sembari menunggu vaksin itu, Kita diingatkan pada firman Tuhan yang mengingatkan

IBRANI 10:23 “ Marilah kita teguh berpengang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia yang menjanjikannya Setia. Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik”

Saya mengajak anak muda sebagai anak Tuhan untuk mempraktikan iman dalam 2 cara

1. Berharap penuh pada Tuhan, sebab Dia setia pada janji NYA
2. Mendorong kita agar tetap saling mengasihi dan berbuat baik di masa pandemic ini.

Memang berharap kepada Allah dalam masa sulit itu tidak mudah, karena kenyataan tak seindah seperti apa yang kita bayangkan. Realitas meningkatnya tantangan ekonomi dan bertambahnya jumlah penderita virus korona, tak dapat dipungkiri , dapat melemahkan pengharapan kita kepada Allah kapan saja. Kenyataan ini tidak boleh membuat kita mengabaikan jaminan janji Tuhan bahwa

Dia tidak meninggalkan kita pada saat saat sulit

Ibrani 13 :5B Karena Allah telah berfirman : Aku sekali – kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali – kali tidak akan meninggalkan engkau

Tuhan sanggup membuat kebaikan datang dari segala keadaan yang kita alami

Roma 8 : 28 Kita tahu sekarang , bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Dalam Alkitab kita telah melihat banyak krisis ( Kej 12 : 10, 26 : 1, 41 : 30-31, 45 : 6 ) dan mengetahui Tuhan selalu memulihkan keadaan, sehingga kita boleh dikuatkan untuk percaya bahwa krisis ini pun akan dapat teratasi dengan cara Tuhan yang ajaib.

Kita percaya bahwa Tuhan bisa bekerja dalam banyak cara, termasuk dalam masa pandemic ini. Namun tantangan terbesar kita adalah memikirkan tentang bagaimana kita mendorong diri kita sendiri dan orang saling mengasihi serta berbuat baik. Bagi kita orang percaya untuk membantu orang lain mengatasi rasa takut orang lain adalah penting. Membantu orang mengatasi rasa takut juga membantu kita mengingat dari mana sumber kekuatan kita berrasal yaitu dari Yesus Kristus.

Membantu orang lain mengatasi ketakutan orang lain dengan melayani mereka dan menguatkan sesama, akan membantu kita mengatasi ketakutan kita. Di masa penantian kita akan segera diberikannya vaksin covid 19 sedikit banyak memicu keraguan kita, apalagi semakin hari banyak kasus covid 19 yang menyebabkan meninggal dunia karena hal itu. Namun mari kita berdiri teguh diatas pengharapan akan janji Tuhan, sebab Tuhan yang menjanjikannya setia. Percayalah rekan rekan youth bahwa waktu Tuhan adalah yang terbaik. Biarlah janji Tuhan ini terlebih dahulu menjadi vaksin bagi kerohanian kita yang tengah diuji oleh krisis akibat pandemi ini.

Komitmen

Tuhan aku mau tetap berharap dan berbuat baik sehingga orang lain tahu bahwa ada Allah yang memberikan pengharapan dalam masa sulit ini. Amin.

CGP – AC