Renungan Harian Anak, Rabu 17 Maret 2021

Markus 6 : 30-44

Selamat pagi adik-adik Elohim Kids … sudah semangat semuanya hari ini … yuk kita mau merenungkan Firman Tuhan Bersama … Tema Renungan hari ini adalah Victory Is In Your Grasp … wah apa artinya ya? Artinya adalah Kemenangan ada dalam Genggamanmu.

Pada suatu hari ada seekor kelinci yang sangat sombong. Ia menyombongkan diri sebagai kelinci yang paling baik sedunia. Si kelinci selalu membanggakan betapa cepat larinya. Ia mempunyai kaki belakang yang sangat kuat untuk berlari seperti angin. Ia selalu memperlihatkan keahliannya berlari cepat kepada teman-temannya. Pada suatu hari si kelinci membual di depan teman-temannya dan menunjukkan betapa cepat larinya. Ketika ia berlari, ia melompat di atas sebuah cangkang di jalanan. Perlahan-lahan sebuah kepala dan empat kaki keluar dari cangkang tersebut dan mulai bergerak di jalanan. Barulah si kelinci sadar, bahwa cangkang itu adalah kura-kura yang tampak merangkak perlahan-lahan dijalanan. ’’Betapa lambatnya kamu,’’kata kelinci kepada kura-kura. ‘’kamu sangat lambat. Saya tidak mengerti mengapa kamu tidak terganggu dengan gerakkan lambatmu.’’ Si kelinci tertawa mendengar leluconnya sendiri mengenai kura-kura. Kura-kura menatap dingin pada kelinci dan berkata, ‘’Setiap hewan bergerak dengan langkahnya sendiri. Saya mungkin bergerak lambat, tetapi saya dapat pergi kemana saja yang saya mau. Pada kenyataannya, saya dapat mencapai tujuan lebih cepat dari pada kamu dan lebih kencang dari pada kamu.’’

Si kelinci berpikir, bahwa kata-kata si kura-kura sangat lucu. Ia tertawa mendengar, bahwa kura-kura berlari lebih kencang darinya. ‘’Tidak mungkin,’’ kata si kelinci. ‘’Bagaimana mungkin kamu lebih cepat dari saya? Saya dapat berlari secepat angin. Sementara kamu merangkak sangat lambat, sehingga sulit dikatakan, bahwa kamu bergerak lebih cepat dari saya. Saya mau lihat. Si kelinci kemudian menantang si kura-kura untuk lomba lari, sehingga mereka akan lihat siapa yang lebih cepat. Lomba lari akan di adakan keesokkan harinya. Setiap hewan ingin melihat perlombaan lari antara si kelinci yang cepat dan si kura-kura yang lambat. Serigala yang menghitung mundur saat mulai perlombaan. ‘’Lima, empat, tiga, dua, satu, lari…’’ Dengan satu loncatan, si kelinci dengan cepat hilang dari pandangan mata. Si kura-kura melangkahkan kakinya perlahan-lahan, selangkah demi selangkah, sementara tatapan matanya terus bertuju pada jalan didepannya. Si kelinci berlari sepanjang jalan. Setiap kali melihat kerumunan penonton di pinggir jalan, ia membalikkan tubuhya dan melambaikan tangannya. Ia ingin mereka tau siapa yang paling cepat larinya. Jauh, jau dibelakangnya si kura-kura terus melangkah, selangkah demi selangkah, dengan lambatnya dan matanya yang terus menatap jalan di depannya. Tidak lama kemudian si kelinci tiba pada suatu tanda di jalan. Tanda itu menunjukkan, bahwa ia sudah berlari setengah jarak antara garis start dan finish. Ia pun tidak lagi melihat kura-kura. Si kelinci berpikir, ‘’ Saya sudah jauh di depan dan si kura-kura sangat lambat, sehingga ia masih sangat jauh dibelakang. Perlu waktu lama bagi kura-kura untuk sampai di sini. Saya kira saya dapat berbaring dulu di sini dan beristirahat sebentar dibawah sinar matahari yang sangat hangat. Masih banyak waktu untuk memenangkan pertandingan ini saat saya bangun nanti.’’

Sementara itu, si kura-kura terus merangkak perlahan-lahan tanpa berhenti. Ia terus bergerak. Waktu terus berlalu, si kelinci masih tertidur dengan lelapnya. Dengan perlahan-lahan dan mantap, si kura-kura meneruskan langkahnya tanpa beristirahat. Ia bergerakperlahan-lahan sepanjang jalan. Akhirnya si kura-kura melewati si kelinci yang masih tertidur di tepi jalan. Si kelinci tertidur lelap, sehingga ia tidak mendengar saat si kura-kura melewatinya. Ketika kelinci terbangun dari tidur lelapnya, ia melihat kea rah belakang untuk mengetahui keberadaan si kura-kura. Namun ia tidak melihat kura-kura. Namun, ia tidak melihat kura-kura. Ia berkata , ‘’ Ternyata si kura-kura lebih lambat dari yang saya kira. Mungkin baru tengah malam ia tiba di garis finish.’’ Si kelinci merenggangkan kakinya dan kembalu ke jalan untuk melanjutkan perlombaan lari. Si kelinci berlari dan menaiki bukit. Kemudian ia melihat pemandangan yang menakjubkan. Di garis finish tampak si kura-kura. Penonton bersuka ria, karena si kura-kura memutuskan pita garis finish. Si kura-kura di umumkan sebagai pemenang. Si kelinci menghela nafas panjang dan si kura-kura tersenyum. “ Bagaimana…kapan… di mana?’’ gumam si kelinci. Si kura-kura berkata, ‘’ Saya menyusul kamu ketika kamu sedang tertidur. Saya mungkin saja lambat, tetapi mata saya menatap tujuan. Dengan pelan dan mantap, saya memenangkan perlombaan lari ini.’’

Dari kisah ini adik-adik kita harus belajar menjadi seorang yang harus bisa menang menghadapi hal-hal yang meskipun terlihat tidak mudah dilakukan. Jangan sampai kita menjadi orang yang harus kalah duluan sebelum bertanding. Kalau dibayangkan kelinci pastinya lebih cepat dari kura-kura. Tapi malah kura-kura yang menang akibat Kelinci yang terlalu meremehkan lawannya.

Yuk mari kita belajar dari kisah pembacaan kita yang diambil dari MARKUS 6:30-44 yang mengisahkan tentang Yesus memberi makan 5000 orang.

Sikap KALAH SEBELUM BERTANDING diperlihatkan murid-murid Yesus ketika mereka harus memberi makan lima ribu orang. Mereka mengusulkan agar orang-orang itu disuruh mencari makan sendiri (ayat 36). Namun bukan itu yang dikehendaki Yesus. Yesus ingin mengajar para murid dan juga orang banyak untuk datang kepada Dia dalam segala kebutuhan mereka. Perintah Yesus kepada murid-murid-Nya agar mereka memberi makan orang banyak juga bertujuan agar murid-murid memahami keterbatasan mereka dan menyadari siapa Yesus sesungguhnya. Dalam saat genting demikian, mereka memang bukan datang kepada Yesus, melainkan menghitung-hitung biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli makanan.

Kesimpulannya mereka tidak punya uang sebanyak itu. Berdasarkan hasil penelitian, dari jumlah orang sebanyak itu mereka hanya bisa memperoleh lima roti dan dua ikan! Namun sumber yang terbatas ternyata tidak membatasi kuasa Yesus. Dengan lima roti dan dua ikan, Yesus membuat mukjizat hingga makanan seminim itu bisa cukup untuk lima ribu orang. Bahkan tersisa dua belas bakul! Mata para murid memang harus terbuka bahwa Yesus tidak sama dengan mereka. Ia adalah Guru mereka, tetapi Ia pun adalah Anak Allah. Para murid juga harus belajar bahwa sumber yang tidak memenuhi syarat sekalipun, bila dipakai Yesus akan menghasilkan dampak yang luar biasa.

Ayat hafalan  :

Roma 8:37 (TB)  Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Komitmenku hari ini

Jika Yesus dapat melakukan hal yang luar biasa pada sumber yang kecil dan terbatas, Ia pun dapat memakai hidupku untuk melakukan perkara yang hebat, bersama Tuhan aku Bisa Berkemenangan

MEK – GCT