Renungan Harian Youth, Senin 18 Januari 2021

Syalom rekan-rekan Elohim Youth … semangat memasuki minggu yang baru ya

Rekan-rekan Hampir setiap orang akan merasa tidak sabar dan bosan saat harus menunggu, apalagi menunggu dalam waktu yang lama. Contohnya Kita sering kesal saat harus antri di depan ATM, ketika kita buru-buru ternyata orang di depan kita begitu lama berada di dalam. Jika di depan ATM saja sudah repot, apalagi ketika kita harus menunggu giliran dilayani di bank. Antrian bisa jauh lebih panjang dan prosesnya jauh lebih lama. Bahkan di restoran pun kita sekarang sering harus mengantri terlebih dahulu. Orang yang menunggu sesuatu yang tidak jelas, akan lebih merasa gelisah. Bukan karena durasi waktunya, melainkan karena dia tidak mendapat kepastian.

Kita sudah melewati tahun 2020 dengan berbagai hal yang terjadi dibelakang kita. Banyak hal mulai dari hal-hal menyenangkan, hal yang menyedihkan sampai dengan hal yang kita tidak pernah bayangkan akan terjadi sebelumnya. Kita mungkin sepakat kalau tahun 2020 adalah tahun yang berat, menguras energi, membiasakan diri untuk hal yang tidak biasa kita lakukan. Banyak hal yang tidak sesuai dengan rencana kita, bahkan juga kita tidak tau apakah kita mampu mendapatkan suatu hal atau keinginan kita jika kondisi yang terjadi akan terus menerus seperti ini.

Menunggu, jadi satu kata yang benar-benar mungkin hari-hari ini kita alami. Menunggu kapan pandemi ini berakhir, menunggu kapan Tuhan menjawab doa kita. Menunggu menjadi satu hal yang membosankan ditengah karakter kita sebagai anak muda yang sangat identik dengan yang namanya instan atau cepat.

Ada Tiga alasan mengapa Tuhan terkadang sengaja membuat kita menunggu:

MENUNGGU MENUNJUKKAN ISI HATI KITA YANG SESUNGGUHNYA

Waktu menunggu seringkali menunjukkan isi hati yang sesungguhnya. Maka itu Tuhan seringkali sengaja membuat kita menunggu—Dia seringkali ingin menunjukkan isi hati kita terlebih dahulu dan membenarkannya sesuai dengan kasih karuniaNya. Dalam menunggu kadang terungkap setiap motivasi hati kita dan juga kepercayaan kita kepada Tuhan. Waktu menunggu seringkali menunjukkan isi hati yang sesungguhnya. Maka itu Tuhan seringkali sengaja membuat kita menunggu—Dia seringkali ingin menunjukkan isi hati kita terlebih dahulu dan membenarkannya sesuai dengan kasih karuniaNya.

Ketika tiba pada sebuah masa penantian disanalah kadang kita bisa melihat lebih jelas isi hati kita, untuk tetap mau ikut proses Tuhan atau memilih jalur cepat yang lebih menyenangkan tetapi sesuatu yang tidak benar.

MENUNGGU MELATIH KESABARAN KITA

Bagaimana cara kita belajar untuk sabar? Apakah ketika semuanya berjalan dengan mulus tanpa hambatan? Tentu saja tidak! Kesabaran kita hanya dapat dilatih ketika kita sedang berada di keadaan-keadaan yang membutuhkan kesabaran dalam penantian.  Jika kamu saat ini sedang berada di sebuah musim menunggu, saran yang dapat saya berikan adalah untuk tidak mengeluh terus. Lebih baik kamu menggunakan kesempatan yang ada untuk belajar bersabar. Tentu ini bukanlah suatu hal yang mudah, maka itu teruslah meminta pimpinan Tuhan di dalam musim menunggumu sehingga Dia mengajarkanmu kesabaran yang kamu butuhkan tersebut. Percayalah, kesabaran adalah suatu hal yang sangat penting yang dapat membantu kita memiliki kehidupan yang kuat.

MENUNGGU MENYADARKAN KITA BAHWA KITA MEMBUTUHKAN TUHAN

Di Alkitab, Tuhan seringkali membuat umat-umatNya menunggu. Tuhan membuat Abraham dan Sarah menunggu akan kelahiran anak mereka, Tuhan membuat Yusuf menunggu pembebasannya dari dalam penjara, dan Tuhan membuat Yosua menunggu akan runtuhnya tembok Yeriko. Namun kita belajar bahwa setiap musim menunggu yang Tuhan berikan tidaklah Tuhan berikan hanya untuk iseng; melainkan, Tuhan memberikannya agar umat-umatNya sadar bahwa mereka membutuhkan kuasa Tuhan di dalam hidup mereka.

Tuhan tidak pernah berjanji bahwa hidup bersamanya akan lancar, tetapi Tuhan berjanji bahwa Dia akan selalu menyertai kita di dalam kita menghadapi setiap hambatan hidup kita. Jika kita membaca Alkitab, kita akan menemukan bahwa umat-umat Tuhan yang telah melewati musim menunggu bersama Tuhan, berakhir dengan sebuah relationship yang lebih kuat lagi dengan Tuhan.

Didalam masa Penantian, kita harus bergerak aktif gali potensi jangan duduk diam seolah-olah menanti waktu akan datang tanpa mempersiapkan diri dengan baik. DI dalam masa menunggu ini, percayalah bukan suatu masa atau musim yang sia-sia. Tapi adalah masa dimana kita gaboleh berdiam diri, kita harus peka dengan setiap kesempatan untuk menghasilkan buah-buah yang baik. Kita harus punya semangat, passion dan iman yang semakin baik. Sehingga ketika waktu Tuhan datang, kita mendapatkan sesuatu yang kita inginkan dengan kualitas diri yang semakin baik dan siap.

“Just because your dream is delayed, doesn’t mean it’s denied. As a Christian, we’re not only trusting in God’s power, but we’re also trusting in God’s calendar.”
– Hanya karena mimpimu tertunda, bukan berarti itu dibatalkan. Sebagai seorang Kristen, kita tidak hanya percaya kepada kuasa Tuhan, tetapi kita juga percaya pada agenda Tuhan. ”

Jika kita ingin hasil yang terbaik yang berasal dari Tuhan, kita juga harus siap melewati prosesnya. Tidak ada hal luar biasa yang muncul oleh karena proses yang biasa-biasa saja. Hal luar biasa hanya akan muncul setelah melewati proses yang tidak kalah luar biasanya. Maka itu, marilah kita menjadi pengikut-pengikut Tuhan yang setia menunggu dan menjalani proses Tuhan.

Kolose 1:9-12, “Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah, dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar, dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.”

Komitmenku hari ini

Dalam Masa Penantian, aku harus terus berusaha menjadi anak muda yang semakin positif dengan membangun dan mempersiapkan hidupku, sehingga ketika Pintu itu terbuka aku siap melakukan yang terbaik

ER160121 – KPH