Renungan Harian Kamis, 02 Juli 2020

Filipi 3:20-21, Karena kewargaan kita ada di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

Semenjak menyebarnya covid19 di Indonesia, ada banyak perdebatan yang terjadi yang berkaitan dengan kehidupan dan kematian. Ada orang-orang yang kemudian muncul dan mengemukakan pendapat mereka yang beragam. Dari berbagai pendapat tersebut, terdapat 3 kelompok besar yang mendominasi, mereka adalah,

# kelompok pemberani: gak takut corona, ibadah jalan terus, hidup mati di tangan Tuhan; kalo waktunya mati, ya mati aja
# kelompok penurut: kita harus tunduk otoritas (pemerintah; sinode; peduli tentang kehidupan, solidaritas kemanusiaan dijunjung tinggi)
# kelompok cocoklogi: yang memberikan penafsiran yang ceroboh dan mencocok-cocokkan semuanya dengan antikristus. (contoh: dari kata CORONA akan ditemukan angka 666)

Masing-masing jemaat punya pandangan/pendapat masing, tetapi jangan lupa, iman dan hikmat menuntut kita kepada kebenaran yang sejati. Kita memiliki tanggung jawab sosial di dalam hidup bermasyarakat dan semuanya harus berlandaskan kasih Allah

Dan pada akhirnya dituntun kepada suatu istilah yang disebut new normal? (lihat kembali tayangan el-rei episode “new normal” https://youtu.be/8WYfW0WOiy4 untuk informasi lebih detail). Dari penjelasan yang kita dapatkan  akan ada lebih banyak aturan-aturan yang berlaku disana untuk meminimalisir penularan COVID-19. Akan ada juga banyak perubahan gaya hidup yang dialami setiap orang dalam hal menjalankan aktivitas masing-masing.

Walaupun kita sedang diarahkan pada new normal secara nasional maupun global, junjungan kita tetap sama, yaitu berpaut kepada Tuhan Yesus Kristus!

Jangan sampai kebiasaan baru di era “new normal” membuat kita hanya memperhatikan diri sendiri dan mengabaikan tanggung jawab kita sebagai anak-anak Tuhan.

Dari pembacaan kita, perkataan Paulus kepada saudara-saudara di Filipi, kita menemukan kata: “ikutilah teladanku….”

Ay. 17, “ikutilah..” ~ mengikuti: memperhatikan (mendengar, membaca, melihat) baik-baik; melakukan sebagaimana yang dikerjakan orang lain.

Mengikuti teladan Paulus! Dalam Filipi 3:10 ~ Mengenal Dia ~ Mengenal Kuasa-Nya ~ Menjadi Sama Seperti Dia

Mengapa harus mengikuti teladan Paulus?

1. Filipi 3:18, Karena mereka ada di tengah bahaya yang mengancam.

Hidup di dalam normal yang baru tidak menjamin segala sesuatu menjadi lebih baik. Di bagian surat yang lain, Paulus sering menekankan tentang keadaan manusia di akhir zaman.

Kerap kali kukatakan kepadamu… Paulus berkali-kali mengatakan tentang bahaya penyesatan kepada mereka dan juga mementingkan diri sendiri

Banyak orang yang hidup sebagai seteru Salib Kristus… orang-orang yang tidak peduli bagaimana seseorang hidup. Mereka tidak hanya memperbolehkan dosa, tetapi secara terang-terangan mendorong praktik-praktik amoral yang paling hina, mengajarkan bahwa seseorang tidak akan sempurna sebelum ia mengalami segala yang ditawarkan dalam hidup, buruk maupun baik.

(Brian J. Bailey)

Keuntungan kita yang terus memandang kepada salib Kristus:

Salib memanggil kita untuk memiliki kerendahan hati.
Salib mengundang kita untuk menemukan identitas kita dalam keselamatan. Salib menawarkan sukacita karena dikasihi oleh Juruselamat.

(Dave Hagelberg)

Mengikuti teladan Paulus Mengarahkan kita untuk terus melakukan kehendak Tuhan ditengah-tengah dunia yang semakin jahat dan penuh dengan ancaman (Mazmur 90)

2. Filipi 3:20-21, Karena ada Jaminan Menjadi Warga Negara Sorga

Kewargaan kita ada di dalam sorga,… maksudnya adalah jemaat Filipi tidak sama dengan orang-orang yang menjadi seteru-seteru salib, yang hanya memikirkan perkara-perkara duniawi saja

Kota Filipi adalah Miniatur kota Roma. Kota ini adalah sebuah koloni Roma, warganya lebih memilih kewarganegaraan Roma. Sekalipun mereka hidup di Filipi, mereka adalah orang-orang Roma, dan menerima semua hak istimewa warganegara Roma, seakan-akan mereka benar-benar hidup di dalam ibukota Kekaisaran Roma.

Dapat disimpulkan bahwa Menjadi Warga Roma adalah sebuah kebanggaan bagi orang Filipi. Paulus mencoba memberikan gambaran tentang kehidupan yang lebih baik dan sebenarnya tersedia untuk Jemaat Filipi dengan mengatakan bahwa mereka adalah warga negara sorga. Hal ini juga berlaku untuk kita yang percaya kepada Yesus Kristus.

kata “Menantikan kedatangan,..” Paulus menunjuk kepada kebiasaan kaisar yang selalu mengunjungi Filipi dan hal ini sangat dinantikan oleh warganya.

Mengikuti teladan Paulus: Memiliki cara hidup yang berbeda dengan orang-orang dunia. Mempersiapkan diri untuk kedatangan Tuhan. Saat kita dengan sungguh sungguh memperhatikan teladan hidup yang benar sesuai Firman Allah, maka kita semakin mengerti kehendak Tuhan dan waspada akan kesesatan sehingga yang terjadi adalah kita membuat perbedaan dalam cara hidup kita dengan orang dunia dan semakin setia menantikan kedatangan Tuhan.

Sebagai Warga Negara Sorga, sambil menantikan kedatangan Raja kita, di dunia yang terus mengalami perubahan di dalam banyak hal (new normal),

Mari kita terus memiliki Sikap Hati Warga Negara Sorga – pengenalan yang benar tentang Allah kita; Beriman pada kuasaNya yang tidak terbatas; Sehingga kita menjadi serupa dengan Yesus Kristus…

Tuhan Yesus Memberkati

RM