Renungan Harian Youth, Senin 26 Oktober 2020

Syalom …salam semangat diawal pekan ini, dihari Senin yang penuh dengan semangat harusnya.

Rekan-rekan Youth, kemarin di El Rei kita membahas mengenai “Awas Miras”, ada beberapa pandangan yang harus kita luruskan mengenai minuman keras ini. Ada banyak pandangan di Masyarakat mengenai minuman beralkohol, dan banyak beranggapan bahwa orang Kristen boleh minum minuman beralkohol. Diskusi ini menjadi diskusi yang Panjang karena bukan hanya menyangkut masalah etis, telogis tetapi juga masalah sosial masyarakat.

Contohnya survei berikut : Pada survey di tahun 2017 yang dilakukan oleh Nashville-based Life Way Research menjelaskan bahwa dari 1000 orang yang pergi ke gereja, terdapat 41 persen orang Kristen mengaku mengonsumsi alkohol, sementara 59 persen lainnya tidak. Dan 9 dari 10 orang percaya menyetujui bahwa Alkitab meminta kita untuk tidak mabuk karena alkohol. Namun studi ini juga menemukan kalau lebih dari setengah orang yang datang ke gereja mengungkapkan kalau semua minuman termasuk alkohol dapat dikonsumsi tanpa menyebabkan dosa (55%) dan beberapa orang menjelaskan kalau Alkitab membebaskan kita untuk mengonsumsi alkohol asal dalam jumlah yang terbilang wajar (54%).

Nah bagaimana seharunya kita meresponi …

Efesus 5:18 “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan roh.”

Mabuk dengan Anggur dikontraskan dengan hidup yang dikuasai oleh Roh Kudus… Disini Paulus sedang membandingkan gambaran seseorang yang “DIKUASAI” oleh sesuatu. – orang yang mabuk oleh anggur tidak bisa menguasai dirinya, dan dikendalikan oleh kemabukannya … dengan demikian dikontraskan dengan kehidupan yang penuh dengan ROh Kudus ~ gambaran kehidupan yang dikuasai oleh Roh Kudus.

1 Korintus 6:12b “Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun. “

Prinsip Paulus diatas mendasari banyak hal dalam membangun etika sebagai anak Tuhan. Sedikit kita akan belajar ‘prinsip kebergunaan’ – apakah mengkonsumi Alkohol berguna?

Mungkin buat Sebagian orang bisa jadi mengatakan berguna, tetapi Ketika menjadi kecanduan tetapi sudah terikat oleh kebiasaan buruk.

Nah dari hal-hal diatas disisi manakah kita melihat prinsip kebergunaan dan membangun kehidupan pribadi dan lingkungan sosial? Kembali kepada Nasehat Paulus mengenai “PRINSIP KEBERGUNAAN”

1 Korintus 10:23 “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.

Dalam Etika Kristen ada 3 hal mendasar:

  1. Apakah itu membangun relasiku dengan Tuhan
  2. Apakah itu membangun hubunganku dengan sesama, menjadi berkat
  3. Apakah itu membangun diriku sendiri menjadi lebih baik

Jika kita memakai prinsip diatas apakah minuman beralkohol memenuhi syarat “kebergunaan” …

  1. Apakah minuman itu membangun relasiku dengan Tuhan? Hmmm kayaknya tidak
  2. Apakah dengan sesama? Bisa jadi … buat orang yang tidak mempermasalahkannya, tetapi secara umum bisa menjadi batu sandungan.
  3. Apakah itu membangun hidupmu? Apakah membuat kamu lebih sehat dan lebih kuat … Kita bisa menilainya ternyata lebih banyak berdampak hal-hal yang buruk dan merusak diri kita.

Menemukan AKAR PENYEBABNYA …

Semua bentuk keterikatan termasuk didalamnya Alkohol, ada bentuk pemuasan diri, adanya kekosongan dari jiwa yang harus dipenuhi, adanya luka dalam batin dan kebutuhan akan pengakuan yang harus dipulihkan. Tidak ada seorang pun yang perlu diajarkan seni membenarkan perilakunya sendiri. Mereka yang tergantung pada zat kimia memiliki seribu satu alasan tentang kecanduan mereka. Namun FAKTANYA – ALKOHOL tidak dapat menjadi jalan keluar tetapi menjadi masalah baru Ketika tubuh kita diikat olehnya.

Jangan Menyepelekan Jebakan Iblis, Karena Jebakan Adalah Kehancuran Yang Dibungkus Dengan Kenikmatan Sementara

Ada KEYAKINAN YANG SALAH:

Aku tidak mengalami ketergantungan . Aku hanya menikmati (alkohol). Aku dapat berhenti setiap saat, tetapi minum alcohol dapat membantuku mengatasi keadaan sulit dan meringankan stres.”

Alkitab dengan jelas menyatakan kemabukan adalah DOSA, dan hal yang tidak berkenan kepada Allah. KArena itu perlu kita menyadari keberadaan kita dan Datang kepada Tuhan dengan pertobatan adalah Langkah yang paling tepat untuk mengalami pemulihan yang sejati.

WASPADA dengan ALKOHOL … kita tidak boleh sok kuat dengan berkata “hanya sedikit saja”

Perhatikanlah Nasehat dari Amsal Salomo :

Amsal 23:31-33 Jangan melihat kepada anggur, kalau merah menarik warnanya, dan mengilau dalam cawan, yang mengalir masuk dengan nikmat, tetapi kemudian memagut seperti ular, dan menyemburkan bisa seperti beludak. Lalu matamu akan melihat hal-hal yang aneh, dan hatimu mengucapkan kata-kata yang kacau.

Tuhan tidak ingin kita kehilangan kendali atas diri kita akibat pengaruh Alkohol, melainkan menyerahkan kehidupan kita kepada tuntunan dan kendali Roh Kudus. Alkohol dapat mengikat dan memperbudak kita, tetapi hidup dibawah pimpinan ROh Kudus akan membawa kepada KEMERDEKAAN yang SEJATI.

ElRei 241020 – KPH