Renungan Harian, Jumat 08 Mei 2020

APA YANG SAUDARA PIKIRKAN?

Apa yang dilakukan oleh seseorang bergantung pada worldview (pola pikir,/atau apa yang dianggapnya benar).  Tidak heran jika ada pola pikir yang salah maka menghasilkan Tindakan yang salah. Contohnya secara ekstrim dalam tindakan terorisme ada orang-orang yang berpikir membunuh orang yang tidak sepaham itu adalah salah satu bentuk dari ibadah maka dia tidak akan segan-segan untuk membunuh orang yang tidak sepaham dengannya. karena sebuah pola pikir bahwa dia pasti dapat pahala karena itu adalah ibadah.  

Paulus juga lakukan hal yang sama ketika belum bertemu dengan Yesus. Dia membunuh pengikut pengikut Kristus (Kisah Rasul 9:1). Sebelum bertemu dengan Tuhan, Paulus hidup dalam daging, melakukan apa yg dianggapnya benar dan baik.

Dalam Alkitab dituliskan 

“Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.”  Roma 8:5

Pikiran adalah pemimpin untuk setiap tindakan kita, seperti tertulis: 

“Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.” 
(Amsal 23:7a).  

Roma 8:5 (VMD)  Mereka yang hidup menurut diri mereka yang berdosa, pikiran mereka hanya memikirkan tentang yang dikehendaki diri mereka yang berdosa, tetapi orang yang hidup menurut Roh, memikirkan yang dikehendaki Roh untuk dilakukannya.

Apa yang ada dipikiran orang membawa pengaruh besar bagi kehidupannya.

Bila yang kita pikirkan adalah hal-hal kedagingan (duniawi), maka kita pun akan bertindak menurut keinginan daging.  Apa yang kita perbuat semata-mata untuk menyenangkan dan memuaskan keinginan daging kita. 

Bila yang ada di pikiran adalah perkara-perkara rohani, kita pun akan menjalani hidup ini sesuai dengan pimpinan Roh Kudus, dan apa yang dikehendaki oleh Roh Kudus yang menyenangkan Tuhan. 

Pikiran kita adalah medan peperangan yang sesungguhnya. 

Berperang melawan siapa? 

“…perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” 
(Efesus 6:12).  

Musuh kita adalah Iblis, yang dengan segala siasat dan tipu muslihatnya berusaha untuk menyerang pikiran manusia dengan menawarkan pemikiran-pemikiran yang keliru kepada setiap orang, lalu menancapkan panah ketakutan, kebimbangan, kekuatiran, keraguan, ketidakpercayaan, dan sebagainya.  Iblis tahu persis apa yang menjadi titik lemah manusia. Karena itu Iblis berusaha untuk merebut  ‘wilayah’  dalam pikiran manusia.  Bila pikiran manusia sudah ditaklukkan dan dikendalikan, maka wilayah-wilayah lain akan dengan mudah direbut.

 Agar bisa menang dari tipu daya Iblis apa yang harus kita lakukan?

Harus mempersenjatai diri dengan firman Tuhan. 

“Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku…kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”  (Yohanes 8:31-32). 

Firman Tuhan akan memerdekakan kita dari belenggu pikiran-pikiran negatif  (jahat). Karena pikiran negatif berasal dari iblis. Sejak manusia pertama jatuh dlm dosa, rasa keberdosaan itulah yg membuat manusia cenderung berpikiran negatif. 

Mari kita Perbaharui dan isi terus pikiran kita dengan firman Tuhan setiap hari, supaya kita dapat menangkis serangan Iblis.

Pikiran yang dipenuhi firman Tuhan akan menuntun kita untuk tunduk pada pimpinan Roh Kudus, sehingga yang kita pikirkan adalah hal-hal dari Roh. Dan apa yang menyenangkan hati Tuhan itulah yang akan kita lakukan.

Bapak ibu saudara yang mengasihi Tuhan. Melalui perenungan kita pagi ini kita diingatkan untuk selalu

menaklukkan pikiran kita dibawah pikiran Kristus.

Kecenderungan kita sebagai manusia adalah berpikir negatif tetapi ketika kita menaklukkan pikiran kita dibawah pikiran Kristus kita akan terus dipimpin Roh Kudus untuk selalu berpikir seperti Kristus.
Dan ketika kita berpikir seperti Kristus maka kita juga akan melakukan yang sama dengan yang Kristus lakukan.

Selamat Pagi, Selamat Menaklukkan pikiran kita dibawah kendali Roh Kudus

(EM)