Renungan Harian Youth, Selasa 17 November 2020

Amos 3:3  Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?

Beberapa waktu yang lalu, marak sekali terjadi demonstrasi di beberapa kota terkait UU Cipta Kerja. Ada sebuah video yang tersebar luas di media sosial yaitu video saat Walikota Surabaya Ibu Risma memanggil pelajar SD, SMP, SMA yang tertangkap mengikuti demostrasi. Ibu Risma juga mendatangkan orang tua, dan guru mereka untuk memastikan bahwa pelajar-pelajar ini tidak akan lagi terlibat unjuk rasa, terbujuk untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang di luar tanggung jawab mereka sebagai pelajar. Dalam himbauannya, beliau mengingatkan para pelajar akan usaha yang telah dilakukan orang tua untuk mengusahakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak mereka. Menurut beliau, para pelajar tersebut seharusnya melakukan hal yang seimbang dengan apa yang sudah dilakukan dan diberikan orang tua mereka. Para pelajar seharusnya sepakat dengan guru dan orang tua mereka bahwa dalam kondisi apapun mereka seharusnya fokus mengusahakan masa depan yang lebih baik melalui pendidikan mereka. Mereka seharusnya memahami dan sadar sepenuhnya serta bertindak selaras dengan panggilan mereka sebagai pelajar yaitu belajar. Hari itu di hadapan orang tua dan guru-guru, mereka berjanji untuk tidak melakukan hal yang tidak bertanggung jawab lagi.

Berbicara tentang panggilan, pernahkah kita bertanya-tanya apa panggilan Tuhan dalam kehidupan kita? Apakah kita memahami, menyadari dan bertindak sesuai dengan panggilan Tuhan dalam hidup kita? Bagaimana kita meresponi panggilan Tuhan dalam hidup kita? Apakah kita sudah bersepakat atau berjanji dengan Tuhan untuk berjalan bersama-sama? Pertanyaan-pertanyaan muncul dalam benak saya ketika merenungkan bagaimana Tuhan memanggil tokoh-tokoh Alkitab dan bagaimana mereka meresponi panggilan tersebut.

Berbagai respon muncul tercatat dalam Alkitab baik secara explicit maupun implisit:

  1. Musa dengan tegas menolak karena melihat keberadaan dirinya yang tidak mampu berbicara dengan baik.
  2. Yunus melarikan diri dari panggilan Allah untuk pergi ke Niniwe.
  3. Gideon yang bimbang sehingga menguji Tuhan sampai berkali-kali.
  4. Simson yang mengandalkan kuat dan gagahnya, menghadapi tantangan dan jatuh di pelukan Delila, kalah untuk sementara waktu.
  5. Maria dengan segala kerendahan hati menerima – sesungguhnya aku hamba Tuhan jadilah padaku seperti yang Kau kehendaki.

How do we respond when God calls us… Bagaimana kita meresponi panggilan Tuhan

Amos 3:3  (AMP)  Do two walk together except they make an appointment and have agreed?
Amos 3:3  (MSG)  Do two people walk hand in hand if they aren’t going to the same place?
Amos 3:3  (NLT)  Can two people walk together without agreeing on the direction?

Secara khusus ayat ini berbicara tentang panggilan Tuhan bagi Amos sebagai nabi. Namun kita percaya bahwa prinsip ini juga berlaku bagi kita yang menerima panggilan Tuhan menjadi umat percaya.

  1. Kita dipanggil untuk menjadikan semua bangsa murid Tuhan, membaptis, dan mengajar melakukan perintah Tuhan Matius 28:20
  2. Kita dipanggil mejadi imamat yang rajani, bangsa yang kudus, milik kepunyaan Allah – memberitakan perbuatan Allah yang besar 1 Petrus 2:9
  3. Kita dipanggil untuk menderita karena Kristus 1 Petrus 2:21
  4. Kita dipanggil untuk memperoleh berkat 1 Petrus 3:9
  5. Kita dipanggil sebagai tubuh Kristus Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya 1 Korintus 12:18 

Setiap kita dipanggil untuk tugas dan tanggung jawab tertentu. Tuhan mengajar kita bahwa segala sesuatu yang kita kerjakan seharusnya seperti kita kerjakan untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kolose 3:23) Hal ini mengindikasikan bahwa kehidupan kita secara sekuler tidak seharusnya dipisahkan dari kehidupan kita dalam Tuhan. Mari kita sadari sepenuhnya bahwa Tuhanlah yang memiliki rancangan dalam hidup kita, mengetahui siapa kita dan posisi kita dalam rancangan secara utuh dalam dunia ini.

Dari nabi Amos kita belajar beberapa hal: Dia menjadi gembala yang tahu mengerjakan tugasnya dengan baik dan secara istimewa dia menunjukkan hubungan yang dekat dengan Tuhan. Bagaimana dia mengenal alam dan kondisi gembalaannya dengan baik. Dia pergi menyampaikan pesan Tuhan dengan tanpa berbantah-bantah. Menerima panggilan sebagai nabi bagi bangsanya, berjalan bersama Tuhan, Allahnya. Dia menyuarakan pesan penghukuman Allah atas bangsa Israel Tuhan tanpa ragu dan tanpa takut walaupun berhadapan dengan raja dan ditentang oleh Imam Amazia yang meskipun menjabat sebagai imam namun hanya memandang jabatannya sebagai pekerjaan, bukan kehidupan.

So, what we have to do?
Menerima dengan segala kerendahan hati panggilan Tuhan dalam hidup kita.
Menyimpan dan memegang janji Firman Tuhan dan tidak membiarkannya gugur seperti Samuel

Garis merah yang menghubungkan setiap nabi adalah bahwa orang-orang yang Tuhan tunjuk menjadi nabi atau utusan Tuhan  menerima pesan untuk disampaikan pada seorang pribadi, suatu keluarga, suatu kaum,atau suatu bangsa. Hal penting yang kita bisa pelajari bahwa:

  1. setiap nabi punya hak bebas untuk menyuarakan atau tidak pesan Tuhan tersebut (seperti Yunus)
  2. setiap nabi memikul tanggung jawab terhadap penerima pesan secara total seakan-akan untuk dirinya sendiri (Musa memilih namanya dihapus dari Kitab kehidupan daripada Allah membinasakan bangsa Israel)
  3. setiap nabi berdiri tetap di hadapan Tuhan walaupun tidak ada yang setuju atau mendukung dia seperti Elia.

Dalam hidup kita pasti ada janji kebenaran Firman Tuhan yang kita terima untuk diri kita sebagai seorang pribadi, seorang individu dalam sebuah keluarga, atau seorang individu dalam sebuah organisasi, masyarakat dll.

Kembali pada Amos 3:3 Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?

Jadi, ketika firman Tuhan memanggil  bagaimana respon kita? Ketika Tuhan mengajak kita untuk berjalan bersamaNya menggenapi rancanganNya atas hidup kita, mari kita bersepakat dengan Tuhan dan mulai berjalan bersamaNya.

Komitmenku hari ini

Aku mau belajar meresponi setiap kehendak Tuhan dalam hidupku, setiap Firman yang aku terima untuk aku lakukan dengan benar

DDO – MLE