Renungan Harian Youth, 26 April 2020

Bacaan : 2 Tawarikh 1:1-13

Syalom rekan-rekan Elohim Youth …  selamat hari minggu buat kita semuanya …

“Berilah sekarang kepadaku hikmat  dan pengertian, supaya aku dapat keluar dan masuk sebagai pemimpin   bangsa ini, sebab siapakah yang dapat menghakimi umat-Mu yang besar ini?” 
2 Tawarikh 1:10

Jaman WFH n SFH begini, intensitas berselancar di dunia maya semakin meningkat. Katanya sih kerja and belajar. Tapi kadang-kadang jari kita mampir ke olshop…bener gak? Ada saja yang eye catching, dan tiba-tiba klik..klik masuk ke trolly.  

Suatu kali, ada seorang remaja yang pasang status tentang sebuah tas yang wow harganya untuk ukuran anak remaja dengan caption “my wish list”.  Mmmm…wish list. Jujur saja, saya juga punya sederet wish list 😊

Bicara masalah keinginan, keinginan manusia tidak ada batasnya.

Kalau lah suatu kali kita diminta membuat permohonan oleh seseorang yang akan mengabulkan permohonan kita, kita akan bingung permohonan apa yang akan kita sampaikan lebih dulu. Karena dalam satu pribadi yang kita hidupi ini ada berpuluh, beratus, bahkan berjuta keinginan.

Saya teringat pada seorang Raja yang termahsyur, namanya Raja Salomo. Sebagai seorang Raja yang baru saja naik tahta meneruskan pemerintahan Raja Daud yang luar biasa, wajar jika Salomo membutuhkan banyak hal untuk menegakkan kerajaannya. Namun jawaban yang diberikan Salomo ketika Allah berfirman:”Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.”, sungguh tidak terduga.

Alih-alih menyebutkan harta benda, kekayaan, kemuliaan; Raja Salomo menyebutkan sebuah permohonan.

“Berilah sekarang kepadaku hikmat  dan pengertian, supaya aku dapat keluar dan masuk sebagai pemimpin   bangsa ini, sebab siapakah yang dapat menghakimi umat-Mu yang besar ini?” 2 Tawarikh 1:10

Teman-teman pemuda remaja yang luar biasa, apakah karena Salomo sudah berlimpah-limpah kekayaan dan harta benda sehingga dia tidak meminta hal itu kepada Allah? Atau apakah karena sebagai anak Daud, dia merasa sudah cukup terhormat sehingga tidak meminta kemuliaan?

Salomo pastilah sangat mengenal siapa yang menyuruh dia memohon sesuatu. Allah penguasa dan pemilik semesta alam ini. Allah yang memiliki segala sumber daya untuk memenuhi apa yang kita mohonkan.

Rekan-rekan semua, apakah “hikmat dan pengertian” sudah ada dalam wish list kita?

Ataukah wish list kita masih dipenuhi dengan benda-benda yang ingin kita miliki, status yang ingin kita capai, atau hal-hal lainnya. Apakah itu salah? Tentu tidak. Namun sebagai anak-anak Tuhan, kita bisa belajar dari Raja Salomo. Raja Salomo tahu bahwa hikmat dan pengertian sangatlah penting sebagai modal untuk menjalani kehidupannya, menunaikan tugasnya.

Teman-teman semua, semua orang memerlukan hikmat dan pengertian. Hikmat dan pengertian bukanlah monopoli orang dewasa dan orang lanjut usia. Kita sebagai anak-anak muda sangat memerlukan hikmat dan pengertian.

Bagaimana kita menjadi pelajar, mahasiswa, karyawan, wirausahawan yang baik? Kita memerlukan hikmat. Keputusan-keputusan yang penting dalam hidup kita seperti sekolah yang tepat, tempat kerja yang baik, teman-teman yang baik, pasangan hidup yang tepat? Kita memerlukan hikmat. Orang tua, atasan, kakak rohani kita sekalipun memberikan nasehat dan tuntunan bagi kita karena hikmat Allah.

Di tengah situasi yang semakin tidak menentu ini, bagaimanakah kita menjalani hidup kita? Kita perlu hikmat dari Tuhan.

Amsal 9 berbicara tentang undangan hikmat. Hikmat itu berseru-seru kepada mereka yang tidak berpengalaman. Hikmat dimulai dengan takut akan Allah dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian. Orang yang memiliki hikmat, memperoleh hidup, umurnya diperpanjang, dan pengetahuannya bertambah.

Yakobus 1:5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, –yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit–,maka hal itu akan diberikan kepadanya.

Ketika Raja Salomo mengatakan bahwa ia meminta hikmat, Allah mengaruniakan hikmat dan pengertian kepadanya; dan sebagai tambahannya kekayaan, harta benda dan kemuliaan sebagaimana belum pernah ada pada raja-raja sebelum engkau dan tidak akan ada pada raja-raja sesudah engkau.

Ketahuilah, pilihlah, mintalah yang terutama dari Allah, yaitu hikmat dan pengertian.

Mari kita renungkan

Apa yang ada di urutan teratas wish list kita?
Adakah keinginan untuk menyusun ulang wish list kita?
Apakah kita mau meletakkan hikmat dari Allah sebagai hal yang kita paling inginkan untuk kita miliki?

Komitmen hari ini

Tuhan aku mau mengandalkan hikmatmu untuk menjalani hidupku, biarlah kebenaran-Mu yang terus menuntun hidupku

DDO – RAN