“Mata Tuhan Melihat”

“Mata Tuhan Melihat”

Renungan Harian Anak, Jumat 30 April 2021

Amsal 15 : 3 “Mata Tuhan ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.”

Syalom adik adik Elohim Kids…
Apa kabarnya hari ini?? Semuanya pasti dalam keadaan sehat selalu kan??
Wah…. kakak senang banget hari ini, adik adik bisa merenungkan Firman Tuhan pagi ini. Karena kita semua percaya, bahwa Firman Tuhan yang akan menguatkan dan meneguhkan kita selalu.

Adik adik renungan Firman Tuhan hari ini kakak beri judul “Mata Tuhan melihat” Pasti kalian tahu dong lagu sekolah minggu Mata Tuhan Melihat, dan tentunya pasti semuanya hafal liriknya. Nah, adik adik disimaknya cerita firman Tuhan hari ini.

Suatu ketika seorang pemuda pergi merantau dari desanya.  Pemuda ini banyak melewati rintangan dan kesulitan hidup yang menimpanya. Suatu hari ini pemuda ini kehabisan bekalnya. Selama 2 hari dia tidak makan dan tidak minum, dan tidak ada seorangpun yang tahu keadaan pemuda ini.
Satu ketika dia sedang berjalan jalan tanpa arah, pemuda ini menemukan sebuah dompet di pinggir jalan. Segera pemuda ini mengambilnya, dan membuka isi dompet itu, dan dia sangat terkejut karena terdapat uang yang sangat banyak.

Lalu beberapa saat kemudian timbullah didalam hatinya untuk mengambil dan menggunakan uang itu, karena dia berpikir bahwa tidak pemiliknya dan dia bisa menggunakannya utk membeli makanan. Akan tetapi timbul perkataan dalam hati kecilnya, bahwa uang itu bukan miliknya, hatinya berkata, bahwa dia harus mengembalikan uang itu kepada pemiliknya. Namun si pemuda itu berpikir bahwa tidak ada yang melihat, dan dia juga dalam keadaan yang tertekan. Namun sekali lagi hati kecilnya mengatakan untuk mengembalikan uang itu. Akhirnya pemuda itu memutuskan utk mengembalikan uang tsb kepada pemiliknya.

Dalam perkataan “mata Tuhan ada di segala tempat” bukan berarti Allah mempunyai banyak sekali mata. Namun, segala hal terlihat oleh-Nya dan tidak dapat disembunyikan dari hadapan-Nya. Allah mengawasi perbuatan dan perkataan tiap-tiap orang. Dan Tuhan kita bahkan mengetahui pikiran kita.

Daud pernah berkata didalam kitab

Mazmur 139:1-4
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN.

Ayat berkata bahwa apapun yang kita lakukan, semuanya tidak ada yang tersembunyi bagi DIA. Mungkin papa, mama, kakak, nenek, atau kakek kita tidak tahu, tapi Tuhan Yesus MahaTahu. Adik adik, kita harus ingat, bahwa Tuhan mengetahui tiap tiap jalan yang tersembunyi.

ALkitab menceritakan ada Yusuf mengetahui Tuhan senantiasa mengawasinya dan melawan Allah adalah hal yang mengerikan, sehingga ia terus menerus menolak godaan istri tuannya. Perbuatan Yusuf tidak hanya menyenangkan Allah, tetapi juga mendatangkan berkat-berkat Allah. Yusuf menjadi mangkubumi atau penguasa dibawah Firaun yang berkuasa atas seluruh Mesir. Kej 39:11-12 ; 41:37-41

Kemudian ada Akhan mencuri perabot yang seharusnya dihancurkan, dan menyembunyikannya di dalam kemahnya, mengira tidak ada yang akan tahu. Tetapi Allah melihatnya dengan jelas. Akibatnya, Akhan beserta seisi kemahnya dimusnahkan. Yosua 7:25-26

Adik adik kita harus menyadari bahwa mata Allah ada di segala tempat. Ia mengawasi orang jahat dan orang baik. Jadi utk itu, yuk mulai hari ini kita gak boleh berbuat yang tidak baik lagi, walaupun papa mama tidak tahu, tapi ada Tuhan yang tahu dan melihatnya.

Ayat hafalan

Mazmur 139:2 Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.

Komitmenku :

Tuhan Yesus, ampuni kalo aku pernah melakukan yang tidak benar, mulai hari ini aku mau belajar melakukan hal yang baik dan benar dihadapanmu.

YG – AEP

“BERSANDAR KEPADA YESUS”

“BERSANDAR KEPADA YESUS”

Renungan Harian Youth, Jumat 30 April 2021

Syalom rekan-rekan Youth, puji Tuhan kita bisa menikmati anugerah Tuhan hari ini. Rekan-rekan hari ini kita akan bersama merenungkan Firman Tuhan bagaimana kita bersandar kepada Tuhan Yesus.

Apakah arti bersandar ?

KBBI memberikan definisi bersangga; bertumpu; bertopang. Bersandar artinya bertopang kepada hal yang lebih kuat. Bayangkan kira-kira rekan-rekan habis berolah raga lari, karena sudah Lelah akhirnya rekan-rekan bersandar pada sebuah tembok. Ketika kita bersandar kita tidak lagi menumpukan beban tubuh kita kepada kaki kita sendiri tetapi kepada tembok itu dan kaki kita akan bersitirahat.

Bersandar juga berarti “membuang Sauh atau berlabuh” … Ketika sebuah kapal bersandar di dermaga dan membuang sauhnya maka dia akan terpaut dengan dermaga itu. Perahu itu tidak akan terbawa oleh derasnya arus atau angin di lautan.

Dari kedua ilustrasi diatas, kita bisa membayangkan Bersama arti “bersandar kepada Tuhan” menopangkan seluruh kehidupan kita kepada Tuhan.

Di renungan harian kemarin kita membaca pada bagian Akhir bahwa Tuhan memberikan undangan kepada kita semuanya untuk “DATANG KEPADA DIA” bukan dengan semua persembahan kita tetapi dengan segala beban dan kelesuan kita. Tuhan menyatakan “DATANGLAH KEPADAKU” ada undangan untuk kita bersandar kepada Tuhan untuk menikmati istirahat (rest) dan ketenangan dari Tuhan dalam hidup kita.

Untuk bersandar kita perlu membangun kepercayaan kepada Tuhan, karena itulah yang akan menolong kita untuk tetap kuat dan akan memampukan kita untuk tetap bertindak melakukan apa yang benar. Kepercayaan akan membuat sebuah hubungan menjadi kuat didalam Tuhan.

Bersandar kepada TUHAN

Amsal 3:5-6 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

Amsal memberikan sebuah nasehat bagi kita semuanya untuk BERSANDAR KEPADA TUHAN bukan BERSANDAR KEPADA PENGERTIANMU SENDIRI

Bersandar memiliki konotasi secara fisik condong atau bergerak ke satu sisi. Ketika kita secara fisik condong ke satu sisi atau sisi yang lain, kita bergerak dari pusat dan menyandarkan diri kita kepada satu sisi. Ketika kita secara rohani bersandar pada pengertian kita sendiri, maka secara otomatis kita condong menjauh dari Tuhan. Sebaliknya semakin kita bersandar kepada Tuhan maka kita akan semakin tidak mengadalkan kemampuan dan kekuatan diri kita yang sangat terbatas ini.

Bagaimana kita bersandar kepada Tuhan?

Jawabannya adalah “Akuilah Dia dalam segala lakumu” …

apakah artinya mengakui Tuhan dalam segala laku kita?

Dalam Bahasa Ibrani kata Akuilah Dia menggunakan kata verb יָדַע (yadah, “to know”) yang berarti mengenal.
Jika kita perjelas arti kata “Yada” ini adalah memiliki pengenalan dan kedekatan secara intim. Karena kata “yada” juga berarti hubungan intim. Sebuah kedekatan yang sangat mendalam.

Mengakui Tuhan artinya adalah mau untuk mengenal Tuhan bukan hanya sekedar tahu tetapi mengenal dan mengalami Dia secara pribadi, memiliki kepercayaan penuh kepadaNya dan berani untuk mengandalkan Dia dalam ketaatan kita kepadaNya.

Akuilah Tuhan dalam segala lakumu berarti kita melibatkan Tuhan dalam segala aspek kehidupan kita, kita menyandarkan diri kita kepadaNya bukan dengan kehebatan dan kemampuan kita. Semakin kita dekat dengan Tuhan semakin kita sadar akan keberadaan diri kita yang perlu anugerah dan pertolongan Tuhan.

Hasilnya adalah “Ia akan meluruskan jalanmu”

Dalam segala pergumulan dalam kehidupan kita betapa kita perlu tuntunan Tuhan, siapakah mereka yang dituntun oleh Tuhan? Dia yang mau untuk percaya kepadaNya dan janji Tuhan adalah Tuhan akan membawa kita kepada jalur yang sesuai dengan kehendakNya. Jika adalah hal yang tidak tepat maka kita akan “diluruskan” dikembalikan kepada jalur yang seharusnya sesuai dengan kehendakNya.

Daniel 11:32b tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak.

Umat yang mengenal (“Yada”) kepada Allah akan menjadi umat yang memilki kekuatan Rohani, tidak mudah menyerah, tidak mudah goyah dan mereka akan berani untuk bertindak karena percaya ada Tuhan yang menyertainya.

Mari kita renungakan Bersama, ada pilihan yang ditawarkan BERSANDAR kepada ALLAH atau kepada kekuatan diri kita sendiri. Betapa mudah untuk mengatakan bersandar kepada Allah, tetapi pada faktanya kita seringkali mengandalkan kekuatan kita sendiri, kemampuan dan pengalaman diri kita sendiri. Mari rekan-rekan kita belajar untuk menyandarkan diri kita kepada Allah, dari hal yang sederhana mulailah segala sesuatu dengan berdoa, libatkanlah Tuhan dalam segala aktivitasmu dan alamilah secara pribadi bagaimana Tuhan menuntun dan menguatkan kehidupan kita.

Komitmenku hari ini

Aku mau belajar untuk percaya dan menyandarkan diri kepada Allah. Semakin menyadari bahwa setiap waktu perlu pertolongan dan penyertaan Allah dan Tuhan sendiri yang akan menuntun serta meluruskan kehidupanku

Amen — Tuhan Yesus memberkati

YNP – TVP

“Luar Biasa Baiknya”

“Luar Biasa Baiknya”

Renungan Harian Jumat, 30 April 2021

Bilangan 14:7-9 “Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya.”

Shalom, selamat pagi bapak, ibu dan saudara-saudara yang terkasih.  Saya rasa setiap kita pastinya sangat kenal kata “luar biasa” ini ya.  Kata ini apabila di gabungkan dengan kata yang lain akan memberikan makna yang lebih dari biasanya.  Contohnya: kata “Baik” ketika ditambahkan kata “luar biasa” memberikan makna bahwa hal tersebut lebih dari sekedar baik saja.  Demikian pula dengan kata lain seperti; berat, ringan, jahat, kuat, dsb.

Teks pokok kita merupakan pernyataan dari dua pengintai dari 12 orang pengintai yang dikirim oleh Musa untuk mengintai tanah Perjanjian.  Mereka menyatakan sebuah kebenaran tentang negeri yang dijanjikan Allah bagi Umat Israel yang dibawa-NYA keluar dari tanah Mesir, yaitu tanah yang berlimpah susu dan madunya, negeri yang luar biasa baiknya.

Bilangan 13 mencatat ketika orang Israel telah dekat dengan tanah Kanaan, Tuhan memerintahkan Musa untuk mengirimkan pengintai untuk mengintai tanah Kanaan.  Sebenernya mereka mengerjakan persis seperti apa yang diminta oleh Musa yaitu mengintai bagaimana penduduknya, kuat atau lemah, sedikit atau banyak.  Kemudian bagaimana keadaan kota mereka, terbuka atau berkubu.  Apakah tanahnya gemuk dan subur, bawalah sedikit dari hasil negeri itu [Bilangan 13:17-20].  Setelah 40 hari para pengintai tersebut kembali kepada Musa, dan kita semua tahu bagaimana kemudian 10 pengintai mengatakan hal yang membuat orang Israel kecut dan tawar hati dan hanya 2 orang saja yang mengatakan kebenaran tentang janji yang sejak semula diberikan Allah kepada mereka.

Akhirnya orang Israel memberontak kepada Musa dan Tuhan.  Bilangan 14:1-5 mencatat bahwa mereka hendak mengangkat seorang pemimpin untuk membawa mereka kembali ke Mesir.  Mereka tidak percaya kepada Tuhan yang telah menunjukkan kuasa-NYA berulang-ulang selama perjalanan mereka dari Mesir sampai di tempat dimana mereka mengintai Kanaan.  Israel generasi Mesir (orang-orang Israel yang lahir di Mesir) telah melewatkan kesempatan untuk menikmati janji Tuhan yang dari mulanya Allah berikan kepada mereka.  Mereka telah kehilangan negeri yang luar biasa baiknya itu dan itu adalah sebuah kehilangan besar.  Berbeda dengan Yosua dan Kaleb yang akhirnya menikmati apa yang dijanjikan Tuhan kepada mereka, mereka berdua manikmati negeri yang “luar biasa baiknya” itu sampai anak cucu mereka.

Bapak, ibu dan saudara sekalian, janji TUHAN bagi kita adalah sesuatu yang luar biasa baiknya.  Dan Alkitab mencatat ada banyak sekali janji Tuhan bagi setiap kita.  Dalam Bilangan 13-14 kita akan belajar dari Yosua dan Kaleb, bagaimana agar kita dapat menikmati janji Tuhan yang luar biasa baiknya itu dalam kehidupan kita.

1. Memiliki kepercayaan kepada Oknum yang telah membuktikan diri-NYA.  (Bilangan 13:30)

Dalam perjalanan selama beberapa bulan bangsa Israel dari Mesir sampai di Kadesh-Barnea, Tuhan telah berulang-ulang menunjukkan kuasa-Nya kepada orang Israel.  Bagaimana Tuhan membelah laut teberau dan memusnahkan Firaun dan tentaranya, kemudian bagaimana Tuhan membuktikan pemeliharaan-NYA kepada orang Israel selama di padang gurun.  Mujizat-mujizat tersebut bagi banyak pemimpin suku Israel tidak menumbuhkan apa-apa, kepercayaan atau iman mereka kepada Allah tidak bertumbuh.  Berbeda dengan Kaleb, mujizat-mujizat tersebut ternyata telah menumbuhkan imannya, bahkan semakin menguatkan kepercayaan Kaleb kepada Tuhan.  Puncaknya terekpresi melalui pernyataan kuat Kaleb ditengah kekisruhan yang timbul di tengah Israel yang disebabkan oleh teman-temannya, 10 pengintai yang lain. 

Kaleb berkata; “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya.” 

2. Memiliki roh yang lain (Bilangan 14:24).

King James Version menuliskan ; “dia memiliki Roh yang lain didalam dirinya.”  Kata “jiwa” dalam ayat ini dalam terjemahan aslinya memakai kata “Ruach” yang berarti Roh.  Roh yang lain inilah yang membuat Yosua dan Kaleb tetap menaati Tuhan dengan sepenuh hati apapun resiko dan tantangannya.  Roh tersebutlah yang membuat mereka tetap setia kepada Tuhan, bahkan sekalipun ketika itu seluruh umat Israel mengancam untuk melempari mereka dengan batu.

Memang tidak banyak catatan mengenai kerja Roh Kudus dalam hidup orang percaya dalam catatan Perjanjian Lama, tetapi dalam Perjanjian Baru, catatan mengenai karya Roh Kudus dalam hidup orang percaya sangatlah banyak dan menonjol.  Karya Allah melalui Pribadi Roh Kudus dalam hidup orang percaya menjadi sesuatu yang sangat krusial.  Rasul-rasul pun memberikan penekanan yang kuat agar setiap orang percaya penuh dengan Roh Kudus dan hidup dalam pimpinan Roh Kudus.

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih, marilah kita mengikuti apa yang telah Yosua dan kaleb teladankan. 

Kiranya semua yang telah kita dengar dan baca tentang perbuatan besar Allah dalam Alkitab menumbuhkan dan memperkuat Iman dan Kepercayaan kita kepada Tuhan, dan biarlah kiranya Roh Kudus memenuhi, menguasai serta memimpin kehidupan kita, sehingga kita boleh mengalami janji Allah yang “luar biasa baiknya” itu dalam kehidupan kita. 

Amin.

Tuhan Memberkati kita semua.

DS

“Tuhan memelihara anak-anakNya”

“Tuhan memelihara anak-anakNya”

Renungan harian Anak, Kamis 29 April 2021

Selamat pagi Adik-adik yang dikasihi Tuhan yesus,selamat bertemu kembali melalui renungan pada hari ini.

Renungan pagi hari ini kakak beri judul “Tuhan memelihara anak-anak-Nya” yang terdapat didalam Keluaran pasal 16 dan 17. Adik-adik didalam kitab keluaran ini pastilah adik-adik sudah sering mendengar tentang bangsa Israel yang keluar dari penindasan bangsa Mesir, dengan pimpinan Nabi Musa untuk berjalan memasuki tanah Perjanjian.

Adik-adik tidak mudah tentunya bagi bapak Musa ketika memimpin bangsa Israel keluar dari mesir pada waktu itu, karena jumlah mereka sangat banyak bahkan sangaaaat banyak. Alkitab mencatat Dalam

Bilangan 11:21 Tetapi kata Musa: “Bangsa yang ada bersama aku ini berjumlah enam ratus ribu orang berjalan kaki, namun Engkau berfirman: Daging akan Kuberikan kepada mereka, dan genap sebulan lamanya mereka akan memakannya!

Wah 600.000 orang itu sangat banyak adik-adik … Disana ada ibu-ibu,bapak-bapak, kakek, nenek,bahkan anak-anak kecilpun juga ada, dan perjalanan mereka sangat jauh yaitu ke negri Kananan yang dijanjikan Tuhan kepada mereka. Tatkala diperjalanan yaitu tepatnya di padang gurun sin mereka mulai bersungut-sungut kepada Musa karena mereka merasa lapar, mereka tidak memiliki persediaan makanan. Karena Tuhan menyayangi bangsa Israel maka Tuhan mengirimkan makanan dari langit yang jumlahnya sangat banyak sehingga bangsa Israel dapat mengambil sesuai kebutuhan mereka.

Keluaran 16:4 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari

Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan, sesampainya di rafidim mereka berkemah, tetapi ditempat itu mereka kesulitan  mendapatkan air untuk mereka minum. Kemudian mereka mulai bersungut-sungut kepada bapak Musa, supaya bapak musa menyediakan air untuk mereka,karena Tuhan menyayangi dan mengasihi bangsa israel supaya bangsa Israel tidak kehausan maka Tuhan memerintahkan bapak Musa memukulkan tongkatnya pada gunung Horeb sehingga gunung itu mengeluarkan air, kemudian bangsa Israel dapat minum sepuasnya. Bukan hanya itu pemeliharaan  Tuhan kepada Bangsa Israel. Bahkan ketika bangsa Israel ingin makan daging Tuhan mengirimkan burung puyuh yang sangat banyak, ketika bangsa Israel berjalan pada siang hari Tuhan menjagai dari panas matahari dengan memberikan tiang awan, ketika bangsa Israel berjalan pada malam hari Tuhan mengirikan tiang api supaya bangsa Israel tidak kedinginan. Adik-adik Kepada Bangsa Israel Tuhan memelihara dan Tuhan menjagai,apalagi kepada kita.

Nah… begitu juga dengan kehidupan kita semuanya. Kakak dan adik-adik kita tidak usah khawatir karena Tuhan juga akan dan sedang memelihara kita setiap hari.

Kalau saat ini adik-adik dalam keadaan sehat dan masih bisa bernafas itu juga karena pemeliharaan Tuhan, kalau adik-adik mengalami kesulitan mungkin dalam pelajaraan atau adik butuh sesuatu, adik-adik tidak usah khawatir, adik-adik bisa berdoa  meminta kepada Tuhan, karena Tuhan juga sangat sayang kepada adik-adik semua… Tetap berdoa buat orang tua adik-adik karena melalui merekalah Tuhan memelihara adik-adik semuanya.

Ayo belajar bersyukur bahwa Tuhan itu baik dan memelihara kehidupan kita semuanya setiap hari

Sekarang mari kita baca ayat hafalan kita di dalam:

1 Petrus 5:7 ” Serahkanlah segala kekuatiranmu KepadaNya,sebab Ia yang memelihara Kamu

Komitmenku hari ini

Aku bersyukur atas kebaikan Tuhan yang selalu memelihara kehidupanku setiap hari, aku tidak kuatir dan tetap percaya kepada kebaikan Tuhan.

YF – RS

AWAS RASA “BIASA”

AWAS RASA “BIASA”

Renungan Harian Youth, Kamis 29 April 2021

Syalom rekan-rekan Youth … Istiliah “New Normal” digunakan supaya kita membiasakan diri dengan keadaan yang ada, membiasakan diri dengan gaya hidup yang baru untuk memproteksi diri kita.

Hari ini kita belajar bersama Awas dengan kata “BIASA SAJA”jika kita tidak berjaga-jaga dengan kehidupan kita, iblis bisa dengan mudah menjebak kita dengan RASA BIASA SAJA” Iblis tidak menghalangi kita untuk menjadi orang Kristen yang “Biasa” saja, yang tidak mengalami pertumbuhan.

Ciri utama hidup dalam rasa “BIASA” adalah Kehilangan Antusias, sehingga menjalani semuanya dengan biasa saja.

Dan itu hal yang sering kita alami, jika ada hal yang baru, kita sangat antusias, sampai tidak bisa tidur memikirkannya, apapun itu  sampai nanti menjadi biasa dan tidak antusias Kembali. Namun hal ini sangat berbahaya jika kita tempatkan dalam kehidupan kerohanian kita atau hubungan kita kepada Tuhan.

Jika kita melihat Kembali kepada pengalaman bangsa Israel ketika berjalan di padang gurun, Tuhan memberikan mujizat dengan memberikan makan setiap hari kepada semua umat Israel. Namun karena setiap hari mereka memakannya, ketika mereka melihat Manna sebagai makanan yang biasa, bahkan dalam Bilangan 21:5 “dan akan makanan hambar ini kami telah muak.” …

Bayangkan … mereka sudah Muak dengan Manna yang adalah makanan dari Allah sendiri bahkan bisa jadi mereka seolah-olah biasa melihat “Tiang Awan” dan “Tiang Api” setiap hari yang menuntun dan menyertai mereka

Rasa Biasa dapat membuat kita kehilangan (1) ucapan syukur dan (2) kegairahan didalam Tuhan.

Kemudian hal yang kita alami adalah Tidak ada antusias dalam membaca Firman Tuhan,  dalam kita mencari Tuhan dan aktivitas rohani yang lainnya … mari rekan-rekan kita mewaspadai situasi ini.

Roma 12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

Hendaklah kita rajin bekerja dan jangan malas! Dengan kuat kuasa yang diberikan oleh Roh Allah, hendaklah kita melayani Tuhan dengan penuh semangat. (Terjemahan Sederhana Indonesia)

“biarlah rohmu menyala-nyala”

secara Hurufiah berarti “mendidihkan”.  jangan sampai padam … menempatkan diri tetap mendidih

Apakah bisa padam roh kita? Dari ayat diatas Jawabannya adalah bisa dan dengan salah satu ciri utama yaitu rasa biasa saja terhadap perkara-perkara rohani dalam kehidupan kita. Karena itulah Paulus mengingatkan kepada Jemaat di Tesalonika dalam  1 Tesalonika 5:19 – Janganlah padamkan Roh …  Bagaimana kita memadamkan roh kita ketika kita mengambil keputusan keluar dari sumbernya dan akhirnya menjadi padam.

Jangan anggap “biasa” untuk merasa “biasa” dengan perkara rohani.

Semangat dari Roh kudus yang akan membawa kita untuk tetap semangat dan bergairan dalam melayani Tuhan…  Rekan-rekan betapa hal ini menjadi pengingat bagi setiap kita untuk tetap menjaga keterhubungan kita dengan Roh Kudus yang semakin menguasai kehidupan kita dengan semangat untuk melayani Tuhan.

Hati kita digambarkan seperti sebuah bejana, pertanyaannya apakah yang mengisinya … apakah kasih kepada Allah atau sebaliknya hal-hal yang penuh dengan dosa dan keduniawian.

Tepat seperti apa yang dinyatakan dalam

1 Yohanes 2:15-17, Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

“KEMBALI KEPADA TUHAN”

KUNCI UTAMA untuk Kembali bergairah mengiring Tuhan adalah KEMBALI KEPADA SUMBERNYA YAITU TUHAN YESUS. Tanggapilah undangan dari Tuhan bagi kita semuanya …

Matius 11:28-30 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”

Jika kita melihat salah satu terjemahan bebas (the Message) menyatakan

Mat 11:28  “Are you tired? Worn out? Burned out on religion? Come to me. Get away with me and you’ll recover your life. I’ll show you how to take a real rest. Walk with me and work with me–watch how I do it. Learn the unforced rhythms of grace. I won’t lay anything heavy or ill-fitting on you. Keep company with me and you’ll learn to live freely and lightly.”

the Message

Kurang lebih terjemahannya adalah sebagai berikut

“apakah kamu lelah? Mengalami kehabisan energi/exhousted? Padam dalam keagamaan? Datanglah kepadaku. Dapatilah Aku dan hidupmu akan dipulihkan, aku akan menunjukkan kepadamu bagaimana ketenangan yang sejati. Berjalanlah dengan aku dan bekerjalan dengan aku – lihatlah bagaimana aku melakukannya – belajarlah kesungguhan irama dari anugerah. Aku tidak akan menanggungkan sesuatu yang berat atau menyakitkan dan menyesakkanmu. Tetaplah bersekutu dengan Aku dan kamu akan belajar bagaimana hidup berkelimpahan dan menyenangkan (ringan)

Kiranya Tuhan menolong kita dan mengingatkan kita semuanya untuk terus menjaga hati yang tetap bersemangat untuk mengikut Tuhan.

YNP – LP

El Rei hadir di Spotify