“MENJAGA NAMA BAIK”

“MENJAGA NAMA BAIK”

Renungan Harian Anak, Kamis 10 Juni 2021

Syalom Selamat pagi adik adik elohim kids dimanapun adik adik berada, apa kabarnya pagi ini? Semoga kita semu tetap dalam lindungan Tuhan Yesus Kristus dan berkat-berkatnya selalu melimpah didalam kehidupan kita semua.

Adik pernah mendengar peribahasa Peribahasa

gajah mati meninggalkan gading,harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama.”.

Peribahasa tersebut dapat diartikan bahwa seorang manusia akan selalu diingat jasa-jasa atau perbuatan-perbuatan baik maupun buruknya walaupun ia sudah tiada. Mungkin adik-adik memiliki keluarga yang sudah dipanggil Tuhan, tentunya kita punya kenangan Bersama dengan mereka. Namun Kenangan ini bisa baik dan juga buruk bukan? Orang yang baik akan dikenang karena kebaikannya, namun sebaliknya jika ada orang yang jahat maka yang dikenang adalah keburukannya.

Alkisah Edward Kennedy “Duke” Ellington adalah seorang pianis, komposer, konduktor dan pemimpin band jazz legendaris dari Amerika Serikat. Ia dilahirkan di Washington, D.C. dan mulai belajar piano pada usia 7 tahun. Sepanjang karirnya bermusik, ia menghasilkan begitu banyak karya yang luar biasa. Namanya sebagai seorang musisi dan komposer jazz masih terus dibicarakan orang bahkan setelah puluhan tahun ia pergi meninggalkan dunia.

Ellington meninggal dunia pada tanggal 24 Mei 1974 karena pneumonia. Kalimat terakhirnya sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir adalah: “Music is how I live, why I live and how I will be remembered.” Kalua kakak terjemahkan artinya adalah Musik adalah bagaimana saya hidup, alasan saya untuk hidup dan bagaimana saya akan dikenang.

Dari cerita Edward Kenedy diatas kita bisa mengambil sebuah teladan hidup, bahwa kita sebagai anak anak Kristen kita harus selalu menjaga hidup, tingkah laku dan perbuatan kita supaya kita selalu mencerminkan teladan Yesus didalam kehidupan kita sehari hari.

Amsal 22:1 Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.

Adik-adik Amsal mengingatkan kita bahwa memiliki nama baik itu jauh lebih berharga dari kekayaan, karena nama baik dibangun seumur hidup manusia. Karena itu walaupun masih kecil adik-adik juga harus menjaga nama baik kalian, supaya setiap orang yang menenal kalian akan tahu bahwa kalian adalah anak yang baik, hal ini tentunya bukan untuk diri kalian tetapi juga buat keluarga dan orang tua kalian, terlebih kita adalah anak-anak Tuhan, ayo kita harus hidup benar supaya nama Tuhan Yesus dipermuliakan melalui kehidupan kita.

Apa yang yang bisa kita lakukan? Yuk kita ingat sama seperti ayat alkitab nasehat Rasul Paulus kepada anak rohaninya Timotius, didalam

1 Timotius 4:12 dikatakan bahwa “  Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu”

Nah ini yang bisa kita lakukan, yaitu menjadi teladan, dalam perkataan – perbuatan – kasih – kesetiaan dan juga kesucian kita. Ayo kita semua menjaga nama baik kita sebagai anak Tuhan.

Ayat Hafalan:

1 Timotius 4:12, Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu

Komitmenku hari ini

Aku mau menjaga nama baikku sebagai anak Tuhan, sehingga Tuhan Yesus disenangkan dan dipermuliakan melalui kehidupanku

GH – RS

“Karakter Allah”

“Karakter Allah”

TUHAN Selalu Lebih Dari Apa Yang Kita Pikirkan

Renungan harian Youth, Kamis 10 Juni 2021

Efesus 3:20, Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,

Syalooom… selamat pagi teman- teman remaja pemuda ELOHIM. Apa kabarnya hari ini? Semoga kita sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan. Ada sebuah film yang berjudul “The Bucket List” menceritakan tentang dua orang pria dari latarbelakang yang berbeda yang bertemu sebagai pasien dalam sebuah bangsal perawatan kanker. Mereka akhirnya berteman dan sama-sama membuat daftar hal yang ingin mereka lakukan sebelum mereka tokoh ‘kick the bucket’ ini meninggal.

Kalau teman-teman pernah menonton film itu, pasti teman-teman tau ceritanya memberi pelajaran yang sangat indah: bahwa semua sensasi di dunia ini tidak dapat memuaskan jiwa seperti segelintir hal yang bersifat kekal.

Film tersebut memberikan inspirasi, bahwa daftar bucket yang kita buat dalam hidup membuat hidup lebih bergairah, berwarna dan penuh arti. Rasa puas terkadang membuat hidup tanpa tujuan dan arti. Demikian secara rohani, kalau kita berhenti bertumbuh dan berada di zona nyaman, maka hidup akan sia-sia. Rasa puas membuat kita tidak pernah meraih potensi yang Tuhan sediakan bagi kita.

Kalau kita diminta untuk melengkapi kalimat berikut ini :

“ Sifat Tuhan itu …. “

Kebanyakan orang akan menjawab berdasarkan pengalaman atau pengetahuan yang mereka dapat tentang Tuhan, seperti Tuhan itu damai sejahteraku, Tuhan itu adil dan benar, Tuhan adalah pelindungku, Tuhan penyembuhku, Tuhan Maha Tahu, dan lain sebagainya. Walaupun semua jawaban itu benar, kata-kata sifat dan lainnya itu masih tidak dapat menggambarkan Tuhan. Karena Tuhan lebih dari apa yang dapat kita salami apalagi gambarkan. Tuhan itu lebih dari apa yang dapat kita bayangkan. Dalam surat Rasul Paulus di Efesus, ia menulis bahwa Tuhan dapat melakukan jauh lebih banyak dari apa yang kita doakan atau pikirkan. (Efesus 3:20).  

Rekan-rekan Dalam keluaran 3:11,

Musa berkata, “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?”

Ada ketakutan tersendiri bagi Musa ketika disuruh Tuhan untuk menghadap Firaun. Tuhan memiliki sesuatu bagi Musa, tetapi Musa membayangkan dirinya tidak dapat melakukan hal tersebut. Bahkan setelah itu juga Musa memberikan alasan-alasan, yang salah satunya Musa tidak bisa berbicara didepan orang banyak dan tidak pintar berkata-kata. Pada titik ini, Tuhan marah pada Musa dan memberitahukan Musa bahwa kakaknya Harun dapat melayani sebagai penyambung lidahnya kalau dia terlalu takut melakukannya sendiri.

Demikian juga kita, kapanpun kita membuat alasan, seperti: ‘aku belum pernah melakukan hal seperti itu sebelumnya’; maka kita perlu mengingat perkataan Tuhan kita, seperti kepada Musa dalam keluaran 4:15 … terjemahan Bahasa Indonesia masa kini menyatakan

Aku akan menolong engkau, dan Aku akan mengajarkan kamu

Sama seperti Tuhan memakai hidup Musa melakukan banyak hal, melampaui apa yang ia bayangkan; maka Tuhan juga ingin melakukan hal yang sama terhadap kita anak-anak-Nya. Kita bisa saja membuat alasan sampai akhirnya Tuhan memakai orang lain juga untuk menggenapi rencana-Nya.

Dalam kita mengiring dan melayani Tuhan, kita perlu bergairah dan merencanakan daftar bucket rohani untuk lebih lagi mengejar Tuhan dalam hidup ini. Satu hal yang pasti petualangan hidup akan jauh melebihi apa yang kita bayangkan. Semuanya itu karena Tuhan lebih dari apa yang kita bayangkan dan pikirkan.

Mari rekan-rekan Youth, apapun daftar bucket yang kita buat dalam hidup ini, mari bawa itu didalam doa kita kepada Tuhan, dan percayalah Tuhan akan bekerja lebih dari apa yang kita pikirkan dan doakan.

Efesus 1:19 mengatakan,”betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya.”

Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Komitmenku hari ini

Aku percaya bahwa Tuhan bekerja jauh lebih besar dari apa yang aku bayangkan dan doakan, karena Dia menyediakan Rancangan Indah bagi masa depanku

MW – AC

“BERTUMBUH DALAM ANUGERAH”

“BERTUMBUH DALAM ANUGERAH”

Renungan Harian Kamis, 10 Juni 2021

2 Petrus 3:18, ”Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus….”

Pagi itu, sang raja sedang berjalan-jalan di tengah kota bersama anaknya. Tiba-tiba pandangannya tertuju kepada sosok anak kecil berbaju lusuh yang sedang duduk di pinggir jalan sambil menyemir sepatu pelanggannya. Usia anak itu tak jauh berbeda dari usia pangeran, tetapi tampak jelas sekali perbedaan kehidupan mereka. Raja pun merasa iba, apalagi setelah ditanya-tanya, ternyata anak itu hidup sebatang kara. Akhirnya raja memutuskan membawa anak tersebut ke istana dan memberinya nama baru, Richard. Tentu saja ia sangat kegirangan dan sangat amat berterima kasih atas kebaikan raja.

Beberapa tahun berlalu, Richard kini tumbuh menjadi anak muda yang sopan, cerdas, dan cakap. Raja pun sangat mengasihi Richard. Ia mendapatkan fasilitas dan pengajaran yang sama seperti yang diberikan kepada sang putra mahkota. Oleh karena kebaikan hati raja, Richard tidak hanya diselamatkan dari kerasnya kehidupan di jalanan, tetapi ia juga mendapatkan segala kebaikan dan kelimpahan yang bahkan tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Dari ilustrasi di atas, kita dapat melihat bahwa Richard diangkat menjadi anak raja bukan karena apa yang ia perbuat, melainkan karena ia mendapatkan kasih karunia dari sang raja. Demikian halnya dengan kehidupan kita. Apa yang kita miliki saat ini bukanlah karena kita layak ataupun berhak memilikinya, tetapi karena apa yang telah Tuhan berikan bagi kita; itulah yang disebut anugerah.

Sama seperti yang disebutkan dalam ayat bacaan di atas, bahwa Kristus telah mati untuk segala dosa kita. Bukan karena kita layak menerima pengampunan, tetapi karena kasih-Nya. Supaya Dia dapat membawa kita kepada Allah, Dia merelakan nyawa-Nya ganti kita. Sehingga bukan hanya keselamatan sajalah yang kita peroleh, tetapi juga hidup baru yang penuh dengan kelimpahan dalam-Nya.

Ada banyak pengajaran Tuhan Yesus baik melalui perumpamaan ataupun pengajaran secara langsung yang menggambarkan bahwa Tuhan memiliki tujuan yang jelas bagi setiap umatNya yaitu agar umatnya bertumbuh dan menghasilkan buah. Misalnya dalam perumpamaan Pokok anggur yang benar dalam Yohanes 15, Hal pengajaran sesat, Matius 7:15-23, Perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah Lukas 13:6-9. Dalam Yohanes 15:8 dikatakan “…Bapaku dipermuliakan , yaitu jika  kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-muridKu.

Ada tiga fase dalam bertumbuhan:

1. Kristus Diam di dalam Hati  ( PENANAMAN )

Yesus mengajarkan perkara yang sama ketika Dia berkata “tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku… sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yohanes 15:4,5).

2. Berakar dan berdasar di dalam Kasih Kristus  ( PERTUMBUHAN )

Setiap manusia yang percaya kepada Tuhan tidak bisa terlepas dari proses menuju kedewasaaan dalam iman. Ketika seseorang mengaku/menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat  maka mulai saat itu ia harus menjalani proses pembentukan sebagai murid Tuhan. “Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklahhatimu melimpah dengan syukur

3. Bertumbuh dan berbuah di dalam Kristus (MENGHASILKAN BUAH)

Berbuah didalam kristus menagndung arti dimana kita harus mempraktekan setiap firman Tuhan dalam kehidapan kita sehari-hari.  (Kolose 2:6-7  ) Nas ini berpesan, sebagai orang Kristen kita diminta TUHAN untuk terus bertumbuh dan memberikan buah. Apa maksudnya bertumbuh dalam Kristus? Kita yang sudah menerima Kristus, mesti hidup dalam Kristus, berpusat pada Kristus (ayat 6). Ayat 7 memberikan nasihat untuk terus bertumbuh. Analogi ini dipakai adalah pohon yang hidup. Pohon yang hidup mesti memiliki akar, batang, daun dan buah. Kalau kita mengerti tentang pohon yang hidup maka kita lebih mengerti arti nas tersebut.

Mari bersama kita bertumbuh dalam anugerah yang telah Tuhan berikan, sampai ada buah-buah yang baik yang bisa dinikmati dan dirasakan oleh banyak orang.

Tuhan Yesus memberkati.

CM