Melangkah Bersama Tuhan

Melangkah Bersama Tuhan

Renungan Harian Youth, Sabtu 09 Oktober 2021

Hallo rekan youth….. Saya berharap dimana pun kalian berada kalian tetap sehat dan semangat dalam menjalani segala aktivitas kita hari ini

Hari ini kita akan kembali merenungkan Kebenaran Firman Tuhan, kita percaya bahwa Tuhan selalu menyertai kehidupan kita dalam segala situasi dan keadaan yang bahkan kita tidak mengerti dan seolah-olah tidak ada tuntunan Tuhan disana percayalah ada tangan Tuhan yang masih berkarya untuk mengerjakan kehendakNya bagi kehidupan kita. Karena itulah dalam keadaan yang sulit dan berat jangan menyalahkan Tuhan dan tetap teguh dalam pengharapan kepada Dia.

Dalam kehidupan kita adakalanya terjadi musibah, kegagalan, dan kemalangan. Pergumulan seperti itu bisa terjadi kepada siapa saja dan dalam pergumulan yang berat, dalam hati kita jujur seringkali kita bertanya, “Dimanakah penyertaan Tuhan?” “mengapa Tuhan membiarkan semuanya terjadi”. Ketika kita tidak menata pikiran dan pengertian kita mengenai kebenaran ini maka bisa jadi maka Iman kita menjadi goyah dan mundur. Mari kita bersama memahami kebenaran mengenai penyertaan Tuhan dalam terang Firman Allah.

Perjalanan Bangsa Israel keluar dari tanah Mesir memberikan begitu banyak pengajaran dan menggambarkan perjalanan kehidupan kita untuk masuk tanah perjanjian yang Tuhan sediakan bagi kita.

Keluaran 13:20-21 Demikianlah mereka berangkat dari Sukot dan berkemah di Etam, di tepi padang gurun. TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam.

Tuhan membebaskan Umat-Nya dari perbudakan mesir dengan cara yang ajaiab, di pasal 14 Tuhan membelah laut merah atau laut teberau, Namun setelah kemenangan yang luar biasa Tuhan membawa bangsa Israel memasuki padang gurun syur (Ps 15:22-25), orang Israel marah kepada Musa dan juga kepada Tuhan.

Dari sepenggal kisah diatas kita belajar bagaimana penyertaan Tuhan bagi umat-Nya

Penyertaan Tuhan bukan berarti bahwa Tuhan menjamin hidup umat-Nya bebas dari masalah

Alkitab menceritakan kepada kita bahwa sejak bangsa Israel dibebaskan Allah keluar dari Mesir di bawah pimpinan Musa, Tuhan selalu menuntun umat-Nya, Tuhan menyertai umat-Nya. Namun bukan berarti tidak ada tantangan dan halangan, Bangsa Israel banyak menghadapi situasi yang sulit dan Allah berulang kali memberikan pengajaran dan teguran karena ketidakpercayaan mereka.

Menjadi anak Tuhan bukanlah jaminan bahwa kehidupan kita tidak ada masalah atau anti masalah, bahkan seringkali ada banyak kesulitan yang kita hadapi karena kita memilih untuk melakukan apa yang benar. Sebagai anak Tuhan jangan menjadi Alergi dengan tantangan kehidupan karena seringkali melewati setiap tantangan itu bisa dipakai oleh Tuhan untuk kita menikmati kemenangan demi kemenangan yang Tuhan sediakan

Jangan bersungut-sunggut dan menjadi kecewa kepada Tuhan.

Hal ini adalah sebuah peringatan yang penting bagi kita anak-anak Tuhan. Bangsa Israel menjadi contoh tentang kekerasan hati dan tegar tengkuk, yang sering menjadi kecewa dan bersungut-sungut.

I Korintus  10:10 Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.

Persungutan adalah bentuk pemberontakan kepada Allah, persungutan membuat hati kita menjauh dari kebenaran dan mendekatkan hati kita kepada kekecewaan. Persungutan akan menutup mata Iman kita dari janji-janji Allah kepada kita

Selalu ada Jaminan Kelegaan dalam penyertaan-Nya

Tuhan selalu menjanjikan dan menyediakan jalan keluar dan memberikan kemenangan bagi umat-Nya yang mau untuk tetap setia kepada-Nya. Ini adalah sebuha janji dan kebenaran yang harus kita pegang. Menghadapi masa yang sulit, tetaplah pegang janji Tuhan bahwa akan ada masa kemenangan dan kelegaan karena Tuhan menggenapi janji-Nya.

I Korintus 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Konteks ayat diatas adalah peringatan rasul Paulus bagaimana kita belajar pengalaman dari bangsa Israel yang melewati padang gurun.

Rekan-rekan jika engkau mengalami masa-masa yang sulit dan berat janganlah memilih untuk kecewa dan marah kepada Tuhan tetapi sebaliknya pilihlah untuk datang kepada Tuhan dan menanti-nantikan pertolongan-Nya. Jagalah hati dan pikiran kita, tetaplah melangkah bersama dengan Tuhan dan percayalah bahwa ada Firman Tuhan yang akan selalu menguatkan dan menuntun kehidupan kita untuk memasuki tanah perjanjian atau kemenangan atas setiap pergumulan kehidupan ini.

Komitmenku hari ini

Melangkah bersama dengan Tuhan adalah keputusan terbaik dalam kehidupan kita, jangan pernah bersungut-sungut dan kecewa kepada Tuhan, tetaplah pegang tangan Tuhan yang pasti akan selalu menuntun kita menggapai kemenangan

YNP – AdS

PENGUMUMAN …

Buat rekan-rekan youth … jangan lupa nanti sore di chanel youtube Elohim ministry … Nanti sore ada EL-Rei jam 16.30 yang akan menemani kalian untuk memahami isu-isu yang banyak anak muda hadapi, dan tentunya kita akan belajar juga dari sudut pandang Firman Tuhan … dan tema kita nanti sore adalah “Overthinking”… menggunakan terlalu banyak waktu untuk memikirkan suatu hal dengan cara yang merugikan dan membuat kita kuatir, wah ini tentunya menjadi hal penting bagi kita untuk bisa mengatasi hal ini  … apa dan mengapa akan dikupas tuntas jadi jangan lupa saksikan El Rei nanti sore.

Dan Juga jangan lupa buat Ibadah digedung gereja jam 06.00 pagi dan tentunya jangan lupa tetap dengan protokol kesehatan

Ibadah Sunday Funday jam 08.15 di channel Youtube Elohim ministry.

“PERAN YANG BISA KULAKUKAN”

“PERAN YANG BISA KULAKUKAN”

Renungan Harian Anak, Sabtu 09 Oktober 2021

Selamat pagi adik-adik semua. Bagaimana kabarnya hari ini. Yuk sama-sama kita belajar Firman Tuhan pada hari ini. Jangan lupa yuk kita siapkan hati untuk mendengarkan renungannya hari ini, berdoa minta Roh Kudus memberi kita hikmat untuk mengerti Firman Tuhan hari ini sekaligus mengajarkan kita melakukan Firman Tuhan.

Adik-adik suat saat Dalam ulangan di sekolah, seorang anak harus menjawab pertanyaan tentang sebutan bagi seseorang yang memberikan pengaruh bagi banyak orang. Entah karena buru-buru atau menggampangkan, walaupun dia tahu jawabannya “pemimpin”, ternyata dia hanya menulis “pemimpi”. Saat ulangan selesai dan langsung dikoreksi,sanak itupun jadi bahan tertawaan teman yang mengoreksi pekerjaannya. Kurang huruf “n” sudah menyebabkan perbedaan arti yang sangat besar! Wah pasti dia sangat menyesal ya …

Hal yang kecil bukanlah tidak berarti tetapi semuanya memiliki bagian penting jika berfungsi dengan baik, seperti huruf N diatas, jika tidak ada satu huruf ini maka artinya jelas sangat berbeda.

Nah … sebagai seorang Anak Tuhan yang berinteraksi di keluarga, masyarakat, gereja, sekolah, dan sebagainya, setiap kita memiliki peran yang berbeda-beda. Memang Tidak dapat dipungkiri, ada beberapa peran yang kelihatannya tidak penting, terutama kalau kita melakukan sesuatu yang orang lain tidak banyak lihat. Namun ternyata sangat penting.  

Namun, bukan berarti Tuhan tidak adil. Tetapi karena keadilanNyalah maka masing-masing kita memiliki tugas berbeda dan setiap tugas itu ada tanggung jawabnya

Ibrani 6:10 Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang.

Tuhan melihat segala sesuatu yang dilakukan, karena itulah kita harus belajar untuk menjadi setia dengan hal-hal kecil yang ditugaskan dan dipercayakan kepada kita, walaupun mungkin hal tersebut biasa-biasa saja. Lakukanlah peran adik-adik didalam keluarga, mungkin hal yang sangat kecil dan sederhana, entah itu membereskan rumah, membantu pekerjaan orang tua, belajar dan aktivitas tanggung jawab lainnya. Ayo adik-adik harus melaukan peran adik-adik dengan baik.

Sebuah keluarga akan berjalan dengan baik kalau seluruh anggotanya melakukan fungsi dan perannya dengan baik, bukan hanya Orang tua tetapi anak-anak harus bekerja sama untuk melakukan tugasnya. Ayo adik-adik coba ingat tugas apa yang diberikan oleh orang tua kalian lakukan, ayo kerjakan dengan semangat belajar setia dengan apa yang sudah ditugaskan kepada adik-adik semuanya.

Mungkin bisa jadi adik-adik merasa bernasib seperti huruf “N” dalam perumpamaan diatas? Peranan kita mungkin terasa disepelekan dan dilupakan orang? Tetaplah berharap pada Tuhan dan ketahuilah peran kamu suatu saat akan berperan sangat penting. Tanpa adanya kehadiran kita, bisa jadi satu pekerjaan tidak bisa diselesaikan dengan baik. Lakukan peran adik-adik, apa pun itu, sebaik mungkin.

PERAN KITA DI MANA PUN SANGAT PENTING SAAT KITA MELAKUKANNYA DEMI KEMULIAAN TUHAN

Ayat hapalan

II Korintus  8:11 Maka sekarang, selesaikan jugalah pelaksanaannya itu! Hendaklah pelaksanaannya sepadan dengan kerelaanmu, dan lakukanlah itu dengan apa yang ada padamu.

Komitmenku hari ini

Aku mau melakukan semua tugas dan peranku dengan baik dan penuh tanggung jawab, aku mau belajar melakukannya dengan sepenuh hati dan yang terbaik

MEK – IFM

PENGUMUMAN

Jangan lupa adik-adik semuanya, untuk mengikuti ibadah Elohim Kids di acara Sunday Funday ya … Besok hari minggu jam 08.15 di chanel Youtube Elohim ministry dengan Tema

“Menyelesaikan Perselisihan”

Ayo kita bersukacita Bersama memuji Tuhan dan juga yang paling penting kita belajar Firman Tuhan.

Untuk aktivitas besok adik-adik perlu siapkan.

  1. Kertas Lipat
  2. Kertas Buffalo
  3. Alat Tulis dan Alat Warna
  4. Penggaris
  5. Lem dan Gunting

Sampai jumpa besok ya … Tuhan Yesus memberkati.

Konflik Tidak Selalu Berakhir Negatif

Konflik Tidak Selalu Berakhir Negatif

Renungan Harian, Sabtu 09 Oktober 2021

Bacaan : Kisah Para Rasul 15 :35 – 41

Saudara-saudara yang terkasih didalam Tuhan kalau kita memperhatikan nats alkitab yang kita baca hari ini memperlihatkan terjadi suatu konflik diantara murid-murid Tuhan Yesus yaitu antara Paulus dan Barnabas.

Mereka berselisih pendapat tentang siapa yang hendak diajak untuk mengunjungi para jemaat, yang sudah lama mereka tinggalkan, untuk melihat bagaimana keadaan mereka (ay 36) katakan,… Tetapi beberapa  waktu kemudian berkatalah Paulus kepada Barnabas  baiklah kita kembali kepada saudara-saudara kita di setiap kota, di mana kita telah memberitakan firman Tuhan, untuk melihat, bagaimana keadaan mereka.  disini Barnabas ingin mengajak Yohanes yang disebut Markus (ay 37),  tetapi Paulus menolaknya. Karena menurut Paulus Yohanes tidak bisa diajak bekerja sama.

Lagi pula dia telah meninggalkan  pelayanan yang diberikan kepadanya (ay 38). Tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.     Dan puncak konflik Paulus dan Barnabas menyebabkan keduanya  harus berpisah tetapi ada satu hal penting yang harus kita perhatikan walaupun mereka berselisih pendapat tetapi mereka berketetapan untuk menunaikan tugas pelayanan mereka ditempat yang berbeda.

Disini Barnabas tetap membawa Yohanes  (Markus) berlayar ke Siprus (ay 39), ….Hal itu  menimbulkan perselisihan tajam sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga seranya berlayar ke Siprus. Sedangkan Paulus akhirnya memilih Silas (ay 40) untuk mengelilingi Siria dan Kilikia  (ay 41).

Saudara-saudara yang kita lihat suatu konflik tidak selalu berakhir dengan negatif.

Hendaknya kita saling merendahkan diri, mengintrospeksi diri, dan tugas (pekerjaan) yang sudah Tuhan berikan.

Ada hal positif yang bisa dipetik dari konflik Paulus dan Barnabas, yakni keefektifan pelayanan. Mereka masing-masing melayani Tuhan di tempat yang berbeda. Dengan begitu mereka dapat menjangkau lebih banyak jiwa jemaat yang sudah lama mereka tidak kunjungi,  sekalipun konflik terjadi dalam relasi Paulus dan Barnabas namun pelayanan harus tetap berlangsung.

Saudara-saudara Tuhan terkadang memakai konflik di tengah kehidupan orang percaya untuk menyatakan rencanaNya.

Jika Konflik berakhir dengan baik maka akan membangun SOLIDITAS.

Konflik membuat kehidupan pelayanan Paulus dan Barnabas menjadi lebih dinamis dan memunculkan kreativitas baru.

Pertanyaannya bagaimanakah dalam kehidupan sehari-hari apakah saat ini sedang berkonflik atau bergesekan satu dengan yang lain?. Mari kita belajar dari kehidupan pelayanan Paulus dan Barnabas bahwa konflik tidak selalu berakhir negatif justru konflik membuat mereka semakin soliditas !!

Karena itu ketika terjadi konflik  diantara kita, jangan mendendam, tetapi kita harus  MOVE ON  karena itulah kunci keberhasilan kita dalam pelayanan.

Tuhan Yesus memberkati.

EW