Belajar dari JAS MERAH

August 25, 2021 0 Comments

Renungan Harian Anak, Rabu 25 Agustus 2021

DANIEL 5

Syalom adik-adik Elohim kids semuanya ….

Adik-adik, beberapa minggu lalu kita telah memperingati hari dimana negara Indonesia telah mencapai kemerdekaan dan bebas dari penjajahan. Indonesia yang merdeka sejak tanggal 17 Agustus 1945 telah memasuki 76 tahun kemerdekaannya. Kali ini kakak mau menceritakan sedikit tentang saat-saat sebelum Indonesia merdeka

Ada beberapa peristiwa yang terjadi sebelum akhirnya bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Beberapa hari sebelum pembacaan proklamasi, tepatnya pada tanggal 9 Agustus 1945 Jepang lumpuh karena serangan bom atom yang menyerang kota Nagasaki dan kota Hiroshima. Kemudian pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyatakan bahwa mereka menyerah kepada Sekutu. Golongan muda memiliki keinginan agar proklamasi kemerdekaan disegerakan, sedangkan golongan tua tidak menyetujuinya lantaran tentara Jepang masih banyak di Indonesia dan khawatir akan adanya kerusuhan. Akhirnya terjadilah sebuah peristiwa yang dikenal dengan sebutan peristiwa Rengasdengklok. Pada 16 Agustus 1945, Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta diculik oleh sekumpulan pemuda dan dibawa ke Rengasdengklok, Karawang. Soekarno pun didesak oleh para pemuda dari kelompok golongan muda untuk segera menyatakan kemerdekaan.

Akan tetapi, ternyata Soekarno sudah memiliki rencana untuk melaksanakan proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Bapak Soekarno beserta rombongannya tiba di Jakarta pada 16 Agustus 1945 malam hari, tepatnya pukul 23.00. Di kediaman Laksamana Muda Maeda Tadashi, Soekarno, Bung Hatta, dan Achmad Soebardjo pun merumuskan teks proklamasi. Rumusan yang sudah jadi pun diketik menjadi teks proklamasi oleh Sayuti Melik. Soekarno dan Hatta pun menandatangani teks proklamasi tersebut. Mereka pun menyiapkan bendera merah putih yang dijahit tangan oleh istri Soekarno, yaitu ibu Fatmawati. Upacara pembacaan teks proklamasi pun berakhir pada pukul 11.00 WIB. Meski hanya satu jam saja, tapi upacara tersebut sudah menjadi sebuah titik balik di sejarah kemerdekaan Indonesia. Semoga semangat perjuangan leluhur kita masih tetap ada hingga saat ini sudah puluhan tahun Indonesia merdeka.

Ada hal menarik lainnya sesaat setelah Indonesia merdeka. “Jasmerah” adalah salah satu pernyataan Presiden Soekarno yang sering dikutip orang, yang kepanjangannya,

“Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah”

Pernyataan ini beliau sampaikan dalam pidato kepresidenan tanggal 17 Agustus 1966, untuk mendorong kita terus belajar dari sejarah. Seperti apa yang kakak ceritakan tadi.

Adik-adik pada renungan kita hari ini, ada seorang Raja Bernama Belsyazar yang tidak belajar dari sejarah. Ia lupa bahwa ayahnya pernah dihukum Tuhan hingga hidup seperti hewan. Itu terjadi karena Nebukadnezar telah berlaku sombong di hadapan Allah yang mahakuasa (ayat 19-21).  Raja Belsyazar juga melakukan kesalahan yang sama. Kekuasaan yang dia miliki membuat ia tidak punya rasa takut pada siapapun, bahkan kepada Allah Israel yang seharusnya ia kenal melalui riwayat hidup ayahnya. Maka ia pun berlaku sembarangan terhadap Allah. Untuk pesta yang dia selenggarakan, dia mengambil perkakas Bait Allah dan memakainya untuk minum anggur. Seolah tak cukup, ia juga memuji dewa-dewa yang terbuat dari emas, perak, tembaga, besi, kayu, dan batu. Jelas saja Tuhan marah dan kemarahan Tuhan itu lalu disampaikan melalui tulisan di dinding yang tidak dia pahami, baik isi maupun artinya. Ketika akhirnya Daniel menyampaikan makna kalimat tersebut, barulah tampak bahwa sesungguhnya Tuhan sedang murka. Sebagai hukuman, Tuhan akan membuat kerajaan itu terpecah menjadi dua (ayat 25-28).

Sungguh mengerikan akibat yang terjadi karena kesombongan dan akibat yang harus diderita bila orang tidak belajar dari sejarah. Sebab itu kita perlu belajar kisah hidup sesama orang beriman maupun kisah tokoh-tokoh Alkitab. Kita perlu belajar, baik dari setiap teladan maupun dari setiap kesalahan yang telah dibuat orang lain. Jangan sampai kita jatuh ke dalam kesalahan yang sama.

Karena itu penting bagi kita untuk bukan hanya sekadar membaca Alkitab. Kita juga perlu meneliti dengan metode baca gali Alkitab agar bisa memahami teladan apa yang kita dapatkan dari tiap tokoh yang kita pelajari dan peringatan apa yang harus kita camkan baik-baik dan kemudian dihindari. Dengan demikian hidup kita akan terus diasah menjadi hidup yang semakin berpadanan dengan kebenaran Allah.

Ayat hafalan hari ini

Amsal 20:24 (TB)  Langkah orang ditentukan oleh TUHAN, tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya?

Komitmenku hari ini

Aku mau belajar untuk menjadi lebih bijaksana dan belajar dari pengalaman dan pengajaran yang aku terima, baik dari orang tua dan orang-orang disekitarku terlebih dari Tuhan dan Firman-Nya

MEK – GCT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *