Belajar dari Tuhan Yesus

Renungan Harian Anak, Selasa 02 April 2024
Syalom Adik-Adik. Bagaimana kabarnya ? Hari ini kita akan kembali mendengarkan renungan harian.
Minggu lalu, kita memperingati hari Jumat Agung. Dimana Tuhan Yesus mati diatas kayu salib untuk menebus dosa manusia. Kita mau sama-sama belajar dari Tuhan Yesus , peristiwa Tuhan Yesus ketika di salib, di Lukas 23:34 (TB) Yesus berkata:
“Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”
Tuhan Yesus mengampuni orang-orang yang sudah menyakitiNya. Dari peristiwa Tuhan Yesus disalib kita bisa belajar, meskipun kita tidak disukai seseorang, tetapi kita tidak boleh kehilangan kasih untuk tetap mengampuni & mengasihinya.
Tentu kita sering mendengar kata mengasihi. Sejak dalam kandungan ibu, kita sudah menerima kasih dari Papa atau Mama. Apalagi setelah kita lahir. Tentu kita sudah menerima banyak kasih, bukan hanya dari Papa atau Mama, tetapi juga dari saudara, teman, guru atau orang lain. Namun, apakah kita hanya menerima kasih saja? Tentu jawabnya adalah tidak. Mengapa?
Seperti ada tertulis dalam Yakobus 2 : 8 Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: “Kasihilah sesamamu manusia seperti diri sendiri”, kamu berbuat baik (Yakobus 2:8). Kita juga harus membagikan kasih itu kepada orang lain
Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita melalui firman Tuhan hari ini yaitu mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Itu artinya kita diajak untuk berbagi kasih dengan orang lain sebab kita telah mendapatkan banyak kasih. Kita diajarkan untuk mengampuni dan mengasihi sesama, meskipun mereka telah menyakiti atau menghina kita. Yesus mengajarkan kepada kita bahwa pengampunan adalah kunci untuk menciptakan damai dan menghapuskan kemarahan dalam hati kita.
Bacaan kita hari ini diambil dari Yakobus 2 : 5-13 , tentang peringatan Tuhan kepada setiap orang yang mengasihi dengan cara pilih-pilih, artinya kita mau mengasihi orang lain jika orang lain itu baik pada kita, jika tidak baik maka kita tidak mengasihi. Ini adalah perbuatan mengasihi yang tidak tepat. Kemudian dalam Yakobus 2 : 1-13, judul perikopnya jangan memandang muka, melalui Rasul Yakobus, Tuhan mengajarkan pada kita agar mengasihi itu tidak membeda-bedakan.
Dengan mengampuni, sebenarnya kita tidak hanya membebaskan orang lain dari kesalahan mereka, tetapi juga membebaskan hati kita sendiri dari beban dendam dan kebencian. Tuhan Yesus sendiri adalah contoh nyata dari kasih dan pengampunan yang tanpa syarat dari Tuhan kepada kita semua. Oleh karena itu, sebagai anak-anak Tuhan, kita juga harus belajar untuk meneladani kasih Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Memang sulit dan tidak gampang ya, namun bukan berarti tidak bisa … ayo kita berusaha bersama-sama untuk mempraktekkan kasih dalam diri kita dan sesama yang ada disekitar kita. Ingat jangan takut karena Tuhan pasti akan menyertai dan memampukan kita.
Ayat Hafalan :
Efesus 4:32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
Komitmen :
Tuhan Yesus mampukan aku untuk mengampuni dan mengasihi orang lain sebagaimana Engkau telah mengampuni dan mengasihiku..
KL – KCP