Hidup Berpadanan dengan Kristus

Hidup Berpadanan dengan Kristus

Renungan Harian, Sabtu 16 Oktober 2021

Bacaan: Filipi 1: 1-30

Saudara-saudara yang kekasih dalam Kristus, ketika Paulus dan Silas di Filipi, mereka ditangkap, didera, dan dilemparkan ke dalam penjara (Kis 16:22-23).   Dikatakan juga orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka. Setelah mereka berkali -kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh.Namun penjara tak memenjarakan sukacita mereka. Mereka tetap bernyanyi hingga sendi -sendi penjara bergoyang. Kepala penjara pun bertobat dan dibaptiskan bersama seluruh keluarganya.

Dan beberapa saat setelah meninggalkan Filipi, Paulus mendengar bahwa jemaat disana mengalami penderitaan. Ia pun menasehati mereka agar mereka tetap berjuang dalam kondisi seperti itu.

Berpadanan dengan Kristus berarti hidup sesuai dengan perintah Kristus.

Paulusjuga mengingatkan tentang betapa beratnya perjuangannya ketika berada di Filipi dalam memberitakan Injil. Ia menghadapi banyak penderitaan dan penganiayaan, tetapi ia tetap bertahan.

Saudara-saudara banyak pergumulan dan derita yang kita alami dalam hidup ini. Entah itu sebagai konsekuensi dari iman kita entah karena kondisi dunia tempat kita berada. Kadang kita takut menghadapinya, lalu putus asa dan kehilangan harapan namun pesan ada diberikan kepada kita yaitu:

Hidup berpadanan dengan Kristus berarti hiduplah berdasarkan pemerintahanNya, kehendakNya, dan beriman kepadaNya.

Saudara-saudara kita pun harus menyadari bahwa kita dikarunia bukan hanya untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk ikut menderita bagi Dia, sehingga kita tak akan kecewa dan putus asa saat penderitaan menimpa kita.

Tuhan memberkati.

EW

“AMIN”

“AMIN”

Renungan Harian, Rabu 14 April 2021

Syalom selamat pagi bapak ibu saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, kiranya berkat dan penyertaan Tuhan selalu ada dalam kehidupan kita semuanya.

Kita sering mendengar kata ini, bahkan mungkin hampir setiap hari kita mendengarkan atau mengucapkannya saat kita sedang berdoa. Doa adalah sebuah tanggapan terhadap janji-janji Allah, yakni kepada jaminan Anugerah Allah di masa depan. Jadi doa itu seperti menarik semua penyediaan anugerah Allah pada kita yang menjamin hidup kita (yang kita butuhkan) baik hari ini, besok, dan seterusnya.

Anugerah Allah di masa depan (future grace) adalah kekuatan, penyediaan, belas kasihan, dan hikmat Tuhan, semua yang kita butuhkan untuk melakukan apa yang Dia ingin kita lakukan sekarang dan yang akan datang. 

Doa bukanlah berharap di dalam kegelapan bahwa ada Allah yang berniat baik akan menolong kita. Melainkan Doa adalah sarana yang diberikan oleh Allah sendiri agar kita dapat menghampiri Dia, dan Ketika kita datang kepadaNya, Dia adalah Sang Sumber yang menyediakan segala sesuatu yang kita perlukan.

2 Korintus 1 : 20 Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah

Perhatikan kata sambung “Itulah sebabnya” sebagai alasan atau kesimpulan mengapa kita berkata “Amin” atas semua janji Allah di dalam Kristus. Bahwa doa menautkan iman kita kepada kuasa, hikmat, penyediaan serta belas kasih-Nya hanya di atas dasar Yesus Kristus. Walaupun kita menggunakan ayat Firman Tuhan ketika berdoa tapi jika tidak terkoneksi dengan Yesus Kristus, maka doa kita sama halnya seperti uap yang kita naikkan.

Kristus adalah batu penjuru kita, dimana semua doa kita harus di dasarkan pada Yesus Kristus yang sanggup menggenapi janji-janji-Nya.

Jadi, “Amin” bukanlah penanda akhir permohonan kita, melainkan pernyataan: “Ya !! Allah telah menggenapi semua janji-janji ini”,  “Amin” berarti : “Ya! Tuhan, Engkau sanggup melakukannya.” “Ya! Tuhan, Engkau sudah menyediakan.”  “Ya! Tuhan, Engkau Bijak.” “Ya! Tuhan Engkau Penuh rahmat.” Dan semua itu sudah diteguhkan di dalam Kristus Yesus. Setelah berucap “Amin” kita harus punya pengharapan yang besar bahwa doa kita telah dikerjakan oleh Allah dalam Kristus Yesus.

“Amin” berarti, Sebuah Tanda Seru akan Harapan dan jaminan keyakinan terhadap Pertolongan Tuhan. Berdoalah dengan segenap hati dan yakinlah bahwa janji Tuhan digenapi-Nya.

Tidak ada kata “Amin” dan “Iman” tanpa ada Kristus di dalamnya. Sebab Yesus Kristus adalah Sang Amin itu. Jadi, sesungguhnya tidak akan ada penggenapan dari janji-janji Allah tanpa Kristus Yesus. 

Wahyu 3 : 14 Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah.

Bila Yesus Kristus adalah Sang Amin, maka bunyi nats 2 Korintus 1 : 20 adalah, Sebab Sang Amin adalah “Amin” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah. “Amin” adalah sepakat dengan rencana Allah bagi kehidupan kita, sepakat dengan doa yang kita naikkan kepada Allah.

Wahyu 22 : 21
Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian ! Amin.

Jadi untuk itu saudara terkasih, Amin bukanlah akhir doa doa kita, tetapi dengan berkata amin, kita yakin bahwa Tuhan sanggup melakukannya. Teruslah berdoa sampai sesuatu terjadi didalam hidup kita.

Tuhan Yesus Memberkati

YG