Bangkrut

Bangkrut

Renungan Harian Youth, 20 Oktober 2021

Yesaya 5: 5-6 , Maka sekarang, Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu: Aku akan menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis, dan melanda temboknya, sehingga kebun itu diinjak-injak;  Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh puteri malu dan rumput; Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya.

Hallo rekan-rekan youth,salam sehat selalu, Gimana kabarnya?  Semoga kita semua selalu ada dalam lindungan kuasa Tuhan Yesus Kristus!

Beberapa tahun yang lalu hampir seluruh petani bawang merah di kawasan Kabupaten Brebes berdemo, dengan cara membuang seluruh hasil panennya di hamparan jalan raya pantura. Apakah ini karena gagal panen ? Bukan …!! Ini bukan karena gagal panen. Tetapi karena harga yang jatuh di tangan tengkulak. Bayangkan harga bawang merah yang normalnya bisa menembus angka 7500 rupiah per kilo, saat itu hanya dihargai 500 rupiah per kilonya. Mungkin klo saat itu kita juga memiliki tanaman bawang merah, kita  bisa merasakan kerugian yang begitu hebat di kalangan petani bawang merah dan bisa mengalami “sakitnya ….tuh disini”. Petani sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa, selain menumpahkan kekesalannya dan melampiaskannya dengan cara membuang seluruh hasil panennya di jalan raya pantura. Mereka tidak mau peduli akibat dari perbuatannya menimbulkan kemacetan di jalur pantura berjam-jam.

Ini adalah kejadian sebelum pandemic covid19 yang sebelumnya sudah biasa dialami.  Kita bahkan sudah punya kata-kata penghiburan untuk kondisi seperti ini, “hidup kadangkala diatas, kadangkala pula ada di titik terendah dalam hal berkarya dan demi sesuap nasi.  Namun, kegagalan, kerugian, dan bangkrut di masa pandemic, terjadi di mana-mana, dan menyerang bukan hanya satu sector ekonomi saja.  Bisa saja, salah satu yang membaca renungan ini adalah rekan-rekan yang mengalaminya.

Setali tiga uang, apa yang petani bawang merah rasakan saat itu,dan yang dirasakan pengusaha yang bangkrut karena pandemic,situasinya mungkin sama halnya dengan Tuhan selaku pemilik lahan anggur.

Tuhan yang mencangkul lahan, membuang batu-batunya dan menanam dengan bibit anggur pilihan, tetapi yang dihasilkan hanyalah anggur yang masam rasanya (Yesaya 5:1-2).

Kondisi Bangkrut di mata Tuhan adalah ketika umat-Nya tidak bisa menghasilkan buah yang manis untuk Tuhan

Sebuah perumpamaan yang benar-benar menghentak kehidupan ke-Kristen-an kita. Ketika diibaratkan kebun anggur itu adalah kehidupan kita, Tuhan yang menciptakan kita sejak dari kandungan Ibu, lahir dengan Kasih dan Anugerahnya sampai kita dewasa dan berumah tangga. Tetapi selama itu pula mungkin kita tidak pernah menghasilkan sesuatu yang menyenangkan hati Tuhan. Bahkan tanpa sadar kehidupan kita hanya diisi dengan rasa iri, dengki, sakit hati, marah, dendam bahkan tidak puas akan pemeliharaan Tuhan. Klo itu adanya, bukankah kita masuk dalam kategori anggur yang masam ? Akibatnya ?Firman Tuhan memberi petunjuk bahwa Tuhan akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya. Sungguh sebuah reaksi Tuhan yang cukup mengejutkan ( Yesaya 5 : 5-6).

Di sisi lain, benar apa yang tertulis di Yesaya 5 : 9  Di telingaku terdengar firman TUHAN semesta alam: “Sesungguhnya banyak rumah akan menjadi sunyi sepi; rumah-rumah yang besar dan yang baik tidak akan ada penghuninya” . Ini berbicara tentang kehidupan rohani kita di dalam tubuh jasmani kita. Mari kita belajar untuk berkaca atas diri kita masing-masing. Apakah rumah yang tidak lain adalah tubuh kita, mau dibiarkan kosong melompong dan tidak menghasilkan sesuatu yang membuat hati Tuhan senang, sekalipun di mata orang kita memliki “nilai lebih”, ataukah tubuh kita mau diisi dengan Pujian , Penyembahan dan  Firman Tuhan yang memberikan kita dorongan untuk menghasilkan sesuatu yang manis untuk Tuhan.

Marilah kita di menjadi generasi muda yang menghasilkan buah yang manis untuk Tuhan dan menjaga diri kita untuk selalu ada dalam kondisi rohani yang baik sebagai Tubuh Kristus.

Amin
Tuhan Yesus Memberkati

RM-YDK

Tuhan memberi jaminan

Tuhan memberi jaminan

Renungan Harian Youth, Selasa 19 Oktober 2021

Syalom rekan rekan Youth , semoga kita tetap bersukacita dalam menjalani hari hari yang baru.

Pada petandingan Euro 2020 , yg dilaksanakan pada thn diselenggarakan pada 12 Juni 2021 sampai 12 Juli 2021 kemarin pertandingan diprediksi akan sangat menarik. Banyak orang sangat percaya Tim unggulan akan melaju ke laga final. Salah satu cara yang dapat diperhitungkan untuk adalah dengan melihat ranking FIFA .  Berdasarkan hasil peringkat yang dirils oleh FIFA pada 27 Mei 2021, Belgia merupakan negara Eropa yang berada di peringkat teratas. Namun sayang, realitanya Belgia justru kalah di laga perempat final oleh Italia yang akhirnya menjadi Juara di kejuaran ini. Hal ini menjadi perbincangan yang sangat menarik bagi penggemar sepak bola. Mereka menyadari bahwa bola itu bulat, dan tidak ada kepastian di dalam setiap pertandingannya. 

Dalam pertandingan sepak bola, tidak ada jaminan satu klub tertentu pasti menang. Sebaliknya dalam kehidupan orang-orang percaya, Allah sendiri yang telah memberi jaminan keselamatan kepada kita melalui Putra Tunggal-Nya, Yesus Kristus. Kasih Allah sungguh amat besar bagi orang-orang yang percaya pada-Nya. Dia memberi kepastian bahwa barang siapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Maka, kita sebagai orang-orang yang telah dipilih-Nya untuk memperoleh kasih karunia tidak perlu menjadi khawatir dalam menjalani hari-hari kehidupan kita. 

“Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak- Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)

Jaminan yang pasti telah diberikan Allah pada kita. Kehidupan kita memang tidak akan selalu mulus, tidak selalu indah dan berlimpah berkat. Ada kalanya kita akan berada dalam pergumulan, menghadapi permasalahan yang sangat berat, atau mengalami kesakitan. Namun, ada satu hal yang pasti yaitu kasih Allah tetap ada dan menjamin kehidupan kita.

Kasih-Nya yang akan memberi kekuatan bagi kita, kasih-Nya pula yang akan mengangkat kita dari segala pergumulan.

Terlebih lagi, kasih-Nyalah yang menjamin kita agar tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

“demikian pula Yesus adalah jaminan dari suatu perjanjian yang lebih kuat.”  Ibrani 7:22

Tuhan Yesus telah menjadi jaminan bagi kita dengan tubuh-Nya sendiri, sehingga pintu anugerah, pintu keselamatan, pintu pemulihan, pintu kesembuhan, pintu kemenangan, pintu berkat, telah terbuka.  Sekarang tinggal bagaimana kita melangkah untuk meraih segala hal yang telah Tuhan sediakan! Apa yg kita lakukan supaya memperoleh apa yg di janjikan Tuhan ?

Tekun dalam melakukan kehendakNya

Untuk memperoleh apa yang Tuhan janjikan dibutuhkan ketekunan dalam melakukan kehendak-Nya  (Ibrani 10:36). Ketekunan adalah ketetapan hati yang kuat untuk bersungguh-sungguh di dalam Tuhan.  Banyak orang Kristen menginginkan janji Tuhan digenapi dalam hidupnya tapi tak mau bertekun mencari Tuhan. Mengapa demikian?  Karena mereka berpikir bahwa Tuhan bertindak tidak sesuai yang ia mau, bahkan sepertinya jalan Tuhan sangat bertentangan dengan keinginannya.  Itulah sebabnya mereka kecewa dan menyerah di tengah jalan sebelum janji Tuhan digenapi, padahal mereka tahu bahwa Tuhan Yesus sudah menjadi jaminan bagi kita untuk mengalami berkat yang dijanjikan-Nya;

Mengerjakan keselamatan dan menjaga hidup dengan benar

Tuhan Yesus adalah jaminan bagi orang percaya untuk masuk ke dalam kerajaan sorga, sebab  “Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”  (Yohanes 14:6b). Orang yang percaya kepada Kristus itu disebut anak-anak Allah. Dan mengerjakan keselamatan adalah wujud ketaatan dari anak-anak Allah. Orang yang disebut anak-anak Allah adalah orang yang telah menerima kasih Allah sehingga tinggal di dalam Kristus, lahir dari Kristus, dan menaruh harapan di dalam Kristus untuk melakukan kebenaran.

KASIH ALLAH DALAM PENGORBANAN YESUS KRISTUS ADALAH JAMINAN KESELAMATAN BAGI ORANG-ORANG YANG PERCAYA KEPADA-NYA

Rekan rekan Youth marilah kita tetap mengandalkan Tuhan, sehingga kehidupan kita akan selalu diberkati dan dilindungi oleh-Nya, janganlah takut, sebab Tuhan kita adalah Tuhan yang akan memberikan jaminan kepada setiap orang yang taat kepada-Nya, sekalipun saat ini kita  banyak menemui kegagalan, sakit penyakit, kekuatiran maka marilah kita datang kepada Tuhan, kiranya Tuhan yang akan mengampuni ,memulihkan , menuntun dan memberikan kekuatan kepada kita semua dalam menjalani kehidupan kita. Amin

Komitmen :

Aku bersyukur Tuhan sudah mengampuni , menjamin kehidupan dan keselamatanku, aku mau menjaga hidup ku dengan taat dan selalu mengandalkan Tuhan.

KP – MLE

Jangan Suka Menyimpan Dendam

Jangan Suka Menyimpan Dendam

Renungan harian Youth, Senin,  18 Oktober  2021

Rasa dendam merupakan suatu kondisi dimana kita menginginkan orang lain yang melakukan kesalahan terhadap diri kita menerima balasan atau konsekuensi dari kesalahannya. Dibandingkan berusaha untuk mengelola emosi lebih baik dengan cara mengungkapkan kemarahan sewajarnya dan kemudian memaafkan, menyimpan dendam membuat kita menganggap orang tersebut sebagai suatu ancaman yang menimbulkan perasaan stress atau trauma berulang meskipun kejadian yang sesungguhnya sudah lama berlalu.

Alkitab menawarkan konsep yang berlawanan dengan konsep Balas Dendam.

Roma 12:19-21, Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.  Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.  Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

Dengan memperhatikan kehendak Allah sebagaimana yang ditulis oleh Rasul Paulus, maka dapat memahami bagaimana Allah sebenarnya tidak  mau setiap umat-Nya hidup di dalam kebencian, sehingga arahan firman Tuhan bagi kita adalah:

Pembalasan adalah Hak Tuhan

Alkitab banyak membahas balas dendam. Baik istilah Ibrani dan Yunani yang diterjemahkan sebagai “pembalasan” atau “balas dendam” berakar dari istilah yang mengandung makna hukuman. Ini penting untuk diingat karena akan membentuk pengertian kita mengapa hanya Allah yang berhak membalas. Ayat kunci kebenaran ini ditemukan dalam Perjanjian Lama dan dikutip dua kali dalam Perjanjian Baru. Allah berfirman, “Hak-Kulah dendam dan pembalasan, pada waktu kaki mereka goyang, sebab hari bencana bagi mereka telah dekat, akan segera datang apa yang telah disediakan bagi mereka” (Ulangan 32:35; Roma 12:19; Ibrani 10:30).

Balas kejahatan dengan Kebaikan

Setelah mendorong kita menyerahkan pembalasan kepada Allah, Rasul Paulus menulis, “Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum!” (ay. 20). Alih-alih membalas kejahatan dengan kejahatan, kita diundang untuk membalas kejahatan dengan kebaikan—itulah metode pembalasan dendam menurut standar Tuhan, Bapa Surgawi yang sempurna (bandingkan Matius 5:38-48).
Mengapa hal itu digambarkan seperti “menumpukkan bara api di atas kepala”?
Ketika seseorang membalas keegoisan kita dengan kebaikan, kita akan mengalami siksaan batin yang menyakitkan. Namun, tujuannya bukanlah membinasakan, melainkan memulihkan, menggugah pertobatan. Begitulah cara “mengalahkan kejahatan dengan kebaikan” (ay. 21).

Kebaikan lebih kuat daripada kejahatan!

Kasih adalah inisiatif kebaikan

Rasul Paulus juga mengajarkan bahwa kasih yang harus dimiliki oleh orang-orang percaya juga harus dibangun dari setiap pribadi orang-orang percaya itu sendiri, kasih juga ditandai oleh sikap yang tidak pernah lelah dan lesu dalam melayani Tuhan, mempunyai kerajinan yang tidak kendor, rohmu menyala-nyala dan terus setia dalam pelayanan Tuhan.

Roma 12:10, Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.

Bernard Meltzer
Ketika Anda memaafkan, memang Anda tidak bisa mengubah masa lalu, tetapi Anda yakin bisa mengubah masa depan.

Memang tidaklah mudah memaafkan orangg yang menyakiti kita. Bahkan boleh dikatakan mustahil untuk mengampuni orang yang sangat jahat kepada kita. Tetapi kita bisa bukan karena kita bisa. Kita bisa mengampuni karena Kristus sudah menang. Kemenangan Kristus adalah kemenangan kita.

Untuk lebih maksimal hidup dalam kasih, mari kita selalu dekatkan diri pada Tuhan serta pahami apa yang menjadi kehendak maupun keinginan Allah di dalam hidup kita. Termasuk apabila dalam Alkitab Tuhan memerintahkan kita menghindari sifat dosa menurut Alkitab berupa dendam dalam hati dan berbuat baik kepada musuh kita. Dengan memiliki pemikiran serta pemahaman Allah dalam hidup kita, tentunya hal ini dapat dihindari dengan mudah. Hidup akan penuh dengan damai sejahtera serta ucapan syukur yang berkepanjangan.

Pilihlah untuk tidak hidup dalam racun-racun kebencian, amarah, dan dendam, sehingga yang tampak dalam diri kita adalah Kasih Sejati yang berasal dari Allah.

Semangat.

Tuhan Yesus Memberkati

ER 16102021

Elohim Youth Ministry

Elohim Youth Ministry

#youthkristen #ObrolanAnakMudaKristen

Revenge or Defense

16 Oktober 2021

Tema kali ini membahas mengenai “Balas Dendam.”

Semua orang pernah disakiti dan menyakiti orang lain. Dan terkadang sulit rasanya untuk berdamai dengan emosi yang berkecamuk dan mencoba memaafkan mereka. Akibatnya, kemarahan yang selama ini terpendam membuat kita menyimpan dendam.

Ternyata menyimpan dendam tak hanya bikin kita kesal sendiri dan merusak hubungan dengan orang-orang sekitar, tapi juga menyebabkan gangguan emosi yang dapat berdampak terhadap kesehatan jika terjadi dalam waktu yang lama.

Semua orang juga tahu dendam itu apa, namun kebanyakan dari mereka tidak memahami apa arti dendam, kerugian dari rasa dendam (anyway dendam itu sama sekali gak akan pernah bikin seseorang mengalami keuntungan juga sih,,, hehehe).

Jika belajar dari Firman Tuhan, Pembalasan (dalam hal ini dendam) itu hak Tuhan lho guys, namun pada praktiknya banyak orang yang suka “ngebantu” Tuhan untuk sebuah tindakan membalaskan dendam. Wah, itu sih gak bener lurr, karena buat Tuhan, membebat luka hati kita lebih penting daripada membuat kita masuk ke dalam perkara yang lebih ribet karena suatu pembalasan dendam.

Dan ternyata, balas dendam itu ternyata bahaya juga lho buat diri kita sendiri lho guys. 

Apa aja sih bahaya dari balas dendam?  Dan bagaimana kita meresponi semua rasa dendam sesuai dengan Firman Tuhan? Sebaiknya kita membalas dendam atau bertahan untuk membiarkan Tuhan yang bekerja dan membela kita?

Elohim Radio: Region 3.16 FM “Reaching Souls for The Kingdom.”

Tuhan Yesus Memberkati.

Link:

Life Must Go On

Life Must Go On

Renungan Harian Youth, Sabtu 16 Oktober 2021

Bahan Bacaan: 2 Samuel 12: 1-25 | 

Hallo rekan-rekan youth,salam sehat selalu, Gimana kabarnya?  Semoga kita semua selalu ada dalam lindungan kuasa Tuhan Yesus Kristus!  Karena bagaimanapun, Tuhan menciptakan kita dengan sebuah tujuan, dan kita harus terus memiliki semangat untuk berkarya dan memuliakan Tuhan dalam hal apapu yang kita kerjakan saat ini.

Jika kita melihat kehidupan dari Daud, ia sadar betul bahwa Tuhan sangat mengasihinya dan punya tujuan yang sangat besar dalam hidupnya. Satu hal yang Tuhan pulihkan dalam hidup Daud adalah ketika ia menyadari kesalahan dan penghukuman yang Tuhan tetapkan dalam hidup Daud.  Dan hal itu telah menjadi suatu batu loncatan bagi Daud untuk mengerjakan tujuan Tuhan dalam hidupnya.

II Samuel 12:20-23, Lalu Daud bangun dari lantai, ia mandi dan berurap dan bertukar pakaian;  ia masuk ke dalam rumah TUHAN dan sujud menyembah. Sesudah itu pulanglah ia ke rumahnya, dan atas permintaannya dihidangkan kepadanya roti, lalu ia makan.   Berkatalah pegawai-pegawainya kepadanya: “Apakah artinya hal yang kauperbuat ini? Oleh karena anak yang masih hidup itu, engkau berpuasa dan menangis, tetapi sesudah anak itu mati, engkau bangun dan makan!”  Jawabnya: “Selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis, karena pikirku: siapa tahu TUHAN mengasihani aku, sehingga anak itu tetap hidup. Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku.

Jika tidak ada kejadian ini, ataupu Daud tidak merendahkan diri dihadapan Tuhan, mana mungkin di dalam  Kisah Para Rasul 13:22, “ Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka.  Tentang Daud Allah telah menyatakan:  Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala perintahku.” 

Daud tidak tinggal diam dalam penyesalannya terhadap skandal yang membuat dia berdosa, namun ketika dia tahu Allah mengampuninya, dia kembali kepada tujuan Tuhan dalam hidupnya, dan melanjutkan kehidupan sesuai dengan yang Tuhan tetapkan dalam hidupnya.

Kisah-kisah bahagia maupun kisah buruk dalam hidup harus menjadi sebuah batu loncatan untuk kehidupan yang lebih bermakna.  Jangan berhenti di titik yang bukan tujuan Tuhan dalam hidupmu.

Mary Kay Ash keluar dari perusahaan hanya untuk membangun bisnis pribadi, bisnis kosmetik. Ia lalu menanam modal sebesar $ 5.000 untuk hal tersebut. Namun banyak orang yang mencibir, termasuk pengacaranya. Orang itu berujar, “Mary, kalau Anda mau membuang tabungan seumur hidupmu, mengapa tidak langsung ke tong sampah saja?” Akuntannya juga berkata serupa. Namun ia dan suaminya terus maju. Sang suami menjadi kepala administrasi, sementara Mary menyiapkan produk, desain kemasan serta merekrut konsultan kecantikan. Kemajuan mereka mengagumkan walau baru beberapa bulan berjalan. Namun hal itu tidak berlangsung lama, suaminya meninggal karena serangan jantung. Mary terpukul. Banyak orang mengira, ia akan menutup bisnis itu. Tetapi, ia menguatkan hati. Hari ini, perusahaan kosmetiknya mencapai angka penjualan tahunan lebih dari $ 1 miliar dolar, mempekerjakan lebih dari 3.500 pekerja, memberdayakan 500.000 konsultan, dan ada di 29 pasar dunia.

Lanjutkan Hidup Untuk Melihat Pengalaman-pengalaman yang lebih Indah bersama dengan Tuhan.

Daud kehilangan anaknya yang lahir dari Betsyeba. Sebelum itu terjadi, ia berusaha keras melunakkan hati Allah, ia berpuasa, ia berdoa, agar tulah itu tidak menimpa sang anak. Namun ketetapan Allah tak berubah. Saat anak  itu mati, Daun bisa saja tetap mengurung diri, berkabung selamanya, berduka tanpa batas waktu, melupakan peranannya, mengabaikan tugasnya sebagai raja. Tapi hal itu tidak dilakukannya. Ia menguatkan hati dan melanjutkan hidup. Daud lalu menghampiri sang istri, kemudian lahirlah Salomo. Jika ia terus berada dalam kubangan kesedihan, barangkali Salomo, raja yang penuh hikmat itu tak akan pernah ada di dunia ini.

Apa yang belakangan ini berusaha menahan kaki kalian untuk melanjutkan hidup? Tak peduli apa yang menimpa kita di hari-hari ini, kuatkanlah hati. Tatalah hidup kembali. Bila kita mengerjakannya, percayalah hal-hal besar, akan lahir dari hidup kita nantinya. 

II Tawarik 15:7, Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!

Komitmen kita: Terus menyadari bahwa semua yang terjadi di dalam hidupku, ada tujuan Tuhan untuk memulihkan kita dan semakin menjadikan kita lebih kuat untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan baik yang Tuhan telah tetapkan dalam hidupku.

Life Must Go On, Tuhan Yesus Memberkati

RM – Ads

PENGUMUMAN …

Buat rekan-rekan youth … jangan lupa nanti sore di chanel youtube Elohim ministry … Nanti sore ada EL-Rei jam 16.30 yang akan menemani kalian untuk memahami isu-isu yang banyak anak muda hadapi, dan tentunya kita akan belajar juga dari sudut pandang Firman Tuhan … dan tema kita nanti sore adalah “Revenge or Devense”… Membalas atau bertahan, dalam kehidupan kita memerlukan respon yang tepat ketika kita mengalami perselisihan ada pilihan untuk membalas atau memilih bertahan dalam pengampunan… apa dan mengapa akan dikupas tuntas jadi jangan lupa saksikan El Rei nanti sore.

Dan Juga jangan lupa buat Ibadah digedung gereja jam 06.00 pagi dan tentunya jangan lupa tetap dengan protokol Kesehatan, Ibadah Sunday Funday jam 08.15 di channel Youtube Elohim ministry.

Bersyukur Dulu Baru Bahagia

Bersyukur Dulu Baru Bahagia

Renungan Harian Youth, Jumat 15 Oktober 2021

Bahan Bacaan : I Tesalonika 5:18

            Syalooom… selamat pagi teman- teman remaja pemuda ELOHIM. Apa kabarnya hari ini? “Bersyukur dahulu baru bahagia, bukan bahagia dahulu baru bersyukur.” Pernahkah Anda mendengar kalimat tersebut? Ya, kalimat bijak ini dapat dengan mudah ditemui di berbagai media sosial. Kalimat bijak ini sebenarnya ingin menjelaskan bahwa mengucap syukur seharusnya tidak tergantung pada keadaan dan suasana hati. Sudah menjadi rahasia umum, jika orang sering sulit mengucap syukur kepada Tuhan ketika sedang diperhadapkan pada banyak kesulitan, masalah, kesukaran atau kekurangan. Jujur, memang bukan perkara mudah untuk mengucap syukur di tengah situasi yang tidak baik.

I Tesalonika 5:18 mengatakan,”Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulahyang dikehendaki Allah didalam Kristus Yesus bagi kamu.”

Pertanyaannya, mengapa kita harus bersyukur? Karena bersyukur adalah tanda kita memuliakan Tuhan. Ucapan syukur tanda ketergantungan hidup kita kepada Tuhan. orang yang suka bersyukur akan berpengaruh kepada semua aspek hidupnya, dan hidup dijalani dengan lebih ringan.

Secara ilmiah, bersyukur juga mempunyai beberapa manfaat antara lain:

Bersyukur dapat meningkatkan kesehatan fisik.

Manfaat bersyukur diungkapkan oleh sebuah studi dalam Personality and Individual Differences 2012 bahwa orang yang bersyukur lebih merasa sehat dan sedikit alami rasa sakit.

Bersyukur juga dapat meningkatkan kesehatan psikologis.

rasa syukur dapat  mengurangi racun dari perasaan emosi, iri, serta dendam. Robert Emmons seorang peneliti terkemuka melakukan banyak penelitian tentang hubungan rasa syukur dan kesejahteraan. Penelitiannya menegaskan  bahwa salah satu manfaat bersyukur secara efektif dapat meningkatkan kebahagiaan dan mengurangi depresi.

Bersyukur menciptakan kualitas tidur yang lebih baik.

Applied Psychology: Health and Well-Being menerbitkan sebuah studi (2011) yaitu menfaat bersyukur dapat membuat tidur lebih nyenyak. Hal ini dapat dibuktikan dengan melakukan mencatat beberapa perasaan bersyukur 15 menit sebelum tidur.

Bahkan sebuah situs web berita yaitu The Huffington Post yang disingkat juga dengan HuffPost memberitakan bahwa; remaja yang suka bersyukur akan memiliki pandangan hidup lebih baik, mempunyai moral dan tingkah laku yang baik disekolah, ditempat pekerjaan, sehingga mental hidup lebih baik dan membuat hidunya lebih bahagia ketimbang remaja yang tidak suka bersyukur. Selanjutnya, siswa sekolah menengah yang suka bersyukur mempunyai nilai akademis yang lebih besar, jarang mengalami depresi dan tidak mudah cemburu. Selain itu, siswa tersebut juga memiliki integrasi sosial dan kepuasan hidup yang lebih baik ketimbang siswa yang kurang suka bersyukur.

Oleh sebab itu, rekan-rekan youth, marilah kita menjalani hidup kita dengan ucapan syukur, karena itulah yang dikehendaki Allah bagi kita.

Hidup tak selalu sempurna, yang terjadi tidak selalu yang kita suka, tetapi kita bisa selalu bahagia dengan mensyukuri apa yang ada.

Kebaikan Tuhanlah yg menjadi alasan untuk kita bersyukur dalam hidup ini. Seperti ada tertulis dalam

I Tawarikh 16:34,”Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.”

Amin! Jangan Lupa untuk bersyukur

Tuhan Yesus memberkati

MW – TVP