“Esensi Vs Gengsi”

June 4, 2021 0 Comments

Renungan harian Jumat, 04 Juni 2021

Bacaan :

Yakobus 4:10, “Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.”

Shalom bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Yuhan Yesus Kristus.  Setiap orang memiliki harga diri.  Dan karena itu ada orang yang dapat hidup berpadan dengan apa yang ada pada dirinya. Namun ada pula yang mempertahankan gengsinya demi harga dirinya.  Ia mempertahankan gengsinya karena ia tak mau diremehkan atau dianggap kecil dan rendah. 

Pertanyaannya adalah apakah kita tergolong orang yang lebih mempertahankan gengsi atau memilih esensi kehidupan? 
Dan apakah yang dapat kita pelajari dari esensi atau gengsi? Kemudian mengapa kita perlu mempelajari hal esensi atau gengsi? 

Marilah kita perhatikan bersama beberapa hal berikut;

Yang Pertama, rendahkan diri di hadapan TUHAN.

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih, Alkitab memberikan banyak catatan tentang merendahkan diri di hadapan Allah. Rasul Yakobus memberikan nasehat dalam Yakobus 4:10 “Rendahkanlah dirimu di  hadapan Tuhan…” Tetapkan diri untuk merendahkan diri di hadapan TUHAN.  Merendahkan diri di hadapan TUHAN adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan kita. Merendahkan diri di hadapan TUHAN adalah esensi kehidupan yang sangat penting. 

Merendahkan diri artinya menyadari bahwa diri kita tidak berhak menyombongkan diri. Sesungguhnya tidak ada yang bisa kita sombongkan dalam kehidupan kita. Semakin kita merendahkan diri di hadapan TUHAN, semakin terbuka pintu kesempatan dari TUHAN kepada kita. TUHAN punya banyak cara untuk memberikan promosi kepada anak-anak-NYA yang merendahkan diri di hadapan-NYA.

Mulailah membuang gengsi saat mengerjakan pekerjaan dan pelayanan kita. Sesungguhnya tak ada pekerjaan besar atau kecil sebab setiap pekerjaan yang dipercayakan kepada kita adalah sebuah kepercayaan yang diberikan TUHAN kepada kita. Setiap kepercayaan TUHAN itu harus kita pertanggungjawabkan dengan sungguh-sungguh. Jangan pernah sia-siakan setiap kepercayaan yang TUHAN berikan kepada kita. Jika kita setia dengan kepercayaan yang diberikan oleh TUHAN kepada kita, maka TUHAN akan menambahkan kepercayaan-NYA kepada kita. Apa yang kita pilih, esensi atau gengsi?

Yang Kedua, hidup dalam kebenaran.

Bapak, ibu dan Saudara yang terkasih, standard hidup kebenaran setiap orang percaya adalah Firman Tuhan atau Alkitab.  TUHAN Yesus berkata dalam Yohanes 17:17 “Firman-Mu adalah kebenaran.”  Hidup dalam kebenaran adalah pilihan dan keputusan yang sangat penting bagi setiap anak-anak TUHAN. 

Hidup dalam kebenaran berarti berani hidup apa adanya bukan ada apanya dan juga bukan hidup mengada-ada. Hidup dalam kebenaran berarti berani membuang gengsi demi esensi kehidupan yang sudah TUHAN berikan kepada kita.

Esensi kehidupan itu adalah keselamatan dan kepercayaan yang sudah TUHAN berikan kepada kita.  Jika kita hidup dalam kebenaran, maka kita tak perlu malu dan gengsi karena kita melakukan kebenaran. Jangan kompromi dengan dosa. Saat kita kompromi dengan dosa, saat itu pula kita memberontak dan tidak menghormati TUHAN.

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih,  Marilah kita berfokus kepada TUHAN dan bukan sibuk mempertahankan diri atau gengsi kita.  Lakukanlah dan utamakanlah hal-hal yang penting dan mendesak, buang segala gengsi dan lakukan kebenaran.

Amin.  Tuhan Yesus Memberkati.

DS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *