“HAL YANG LEBIH PENTING DARI ATURAN”

December 18, 2021 0 Comments

Renungan harian Anak, Sabtu 18 Desember 2021

MARKUS 3:1-6

Selamat pagi adik-adik semua. Bagaimana kabarnya hari ini. Yuk sama-sama kita belajar Firman Tuhan pada hari ini. Jangan lupa dibaca yah ayat renungannya hari ini, berdoa minta Roh Kudus memberikan pengetahuan untuk membantu kita memahami Firman Tuhan pada hari ini.

Suatu hari Pak Amar sedang menuju ke tempat kerjanya seperti biasanya. Namun hari ini agak sedikit berbeda dari kebiasaan Pak Amar. Di tengah perjalanan, Pak Amar mendapati bahwa di depannya terjadi kecelakaan. Kecelakaan yang terjadi sangatlah parah dan segera membutuhkan perawatan medis secepatnya. Tanpa pikir panjang, Pak Amar langsung membawa korban tersebut menuju Rumah Sakit yang kebetulan dekat dengan rumah Pak Amar. Ketika mobil Pak Amar sudah sampai di depan ruang UGD, dengan sigap dan cepat para perawat datang untuk mengobati luka si korban.

Hal ini cukup memakan waktu Pak Amar agar tidak terlambat.  Mau tidak mau, Pak Amar harus terlambat bekerja. Menurut peraturan perusahaan tempat Pak Amar bekerja, telat diatas sepuluh menit saja, bayaran hariannya akan di potong sebesar 50 persen. Perusahaan tidak mau tau alasan apapun yang diberikan oleh pegawainya meskipun ada surat pengantar yang menyatakan bahwa pekerja tersebut tidak bisa datang tepat waktu. Pak Amar hanya bisa menerima peraturan tersebut meskipun hal yang dia lakukan sangatlah berharga. Beberapa hari kemudian, sang pemilik perusahaan mendapat telepon dari rumah sakit yang intinya memberi ucapan terima kasih kepada Pak Amar karena jasanya menyelamatkan seseorang yang kecelakaan di jalan. Atas jasanya itu, pihak rumah sakit ingin memberinya sebuah penghargaan. Sang pemilik perusahaan pun malu, karena ia telah menjatuhkan hukuman dan mengabaikan alasannya.

Keadaan seperti inilah yang terjadi saat-saat ini dan adik-adik suatu hari nanti atau mungkin sudah pernah mengalaminya. Betapa mudahnya menjatuhkan hukuman kepada orang baik karena hanya mendasarkan pada sebuah aturan yang kaku tanpa sedikit pun memedulikan nilai kemanusiaan. Padahal bisa saja mereka yang menyalahi aturan karena ada hal genting yang harus cepat ditangani karena berkaitan dengan nyawa

Tuhan Yesus pun mengalaminya. Oleh beberapa orang, Ia coba dipersalahkan karena menyembuhkan seorang yang sakit sebelah tangannya di hari Sabat. Tetapi Yesus tidak takut. Bagi Yesus, menolong dan menyembuhkan sesama jauh lebih penting daripada aturan hari Sabat. Demi keselamatan sesama, Yesus berani melanggar aturan hari Sabat.

Tradisi yang berlaku di agama Yahudi, hari Sabat adalah hari ketika umat berada di rumah ibadat untuk beribadah pada Allah, Sebagai orang Yahudi, Yesus pun beribadah pada hari Sabat di sinagoge. Bagi Yesus ini adalah suatu kebiasaan baik, ketika umat mengekspresikan rasa syukur kepada Allah yang telah menciptakan alam semesta ini. Namun, ternyata tidak semua orang berpikiran yang sama dengan Yesus. Ada sekelompok orang yang datang ke sinagoge bukan untuk bersekutu dan beribadah, tetapi untuk mempersalahkan Yesus, Mereka adalah para pemimpin agama Yahudi.

Keberadaan seorang yang tangannya mati sebelah dijadikan objek oleh para pemimpin agama Yahudi. Mereka berharap agar Yesus menyembuhkannya, sehingga Yesus dipersalahkan karena melanggar hukum Sabat. Meski tidak diutarakan, Yesus tahu pikiran mereka. Yesus meminta orang yang tangannya mati sebelah untuk berdiri di tengah-tengah dan Yesus menyembuhkannya. Melalui tindakan ini, Yesus menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan atas hari Sabat.

Apa yang harus dilakukan pada hari Sabat: berbuat baik dan menyelamatkan orang atau berbuat jahat dan membunuh orang? Para pemimpin agama itu tahu pilihan yang tidak melanggar Sabat. Tetapi, karena tidak mau percaya pada Yesus, mereka tetap diam.

Adik-adik Dalam hidup, tidak jarang kita dihadapkan dengan pilihan yang sulit: memilih menolong sesama dan dianggap melanggar aturan atau tidak melanggar aturan tetapi menelantarkan sesama. Yesus menunjukkan kepada kita bahwa nilai kasih lebih tinggi dari aturan, karena itulah Ia memilih untuk menyelamatkan sesama dan rela menanggung segala risikonya. Akankah kita mengikuti teladan-Nya dalam hidup kita?

Kakak tidak sedang mengajak adik-adik melawan aturan, tetapi hukum belas kasihan akan membawa kita semuanya untuk berani berkorban demi kebaikan orang lain. Kasih selalu mau berkorban, kasih selalu menggerakkan diri kita untuk mau melakukan sesuatu bagi orang lain. Terlebih dihari Natal ini, kita sedang merayakan kasih Allah dalam hidup kita dan Tuhan mau kita meneladani kasihNya

MELAKUKAN SESUATU DEMI KEBAIKAN SESAMA JAUH LEBIH BERNILAI DARIPADA ATURAN-ATURAN MANUSIA MANA PUN.

Ayat hafalan

Galatia 6:9  Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

Komitmenku hari ini

Aku mau belajar untuk mengasihi orang lain, kasih selalu menuntun diri kita untuk rela berkorban dan melayani orang lain.

MEK – IFM

PENGUMUMAN

Jangan lupa adik-adik semuanya, untuk mengikuti ibadah Elohim Kids di acara Sunday Funday ya … Besok hari minggu jam 08.15 di chanel Youtube Elohim ministry special Christmas Celebration dengan Tema

“SUKACITA TERBESAR”

Ayo kita bersukacita Bersama memuji Tuhan dan juga yang paling penting kita belajar Firman Tuhan.

Sampai jumpa besok ya … Tuhan Yesus memberkati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *