Humbleness

February 15, 2022 0 Comments

Lukas 14:11, Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Setiap orang memiliki keinginan untuk selalu dipuji, diperhatikan, diprioritaskan, dan selalu diutamakan. Karena itu kebanyakan manusia cenderung lebih mudah untuk meninggikan diri daripada untuk merendahkan hati. Di akhir zaman ini, tidak banyak kita bisa menemukan orang-orang yang memiliki sikap rendah hati, karena dunia mengajarkan mereka bahwa sikap rendah hati adalah tanda kelemahan, tanda kekurangan, dan bagi beberapa ada yang gengsi karena takut karir atau pamornya akan menurun jika mereka rendah hati.

Namun sebenarnya sikap rendah hati adalah suatu sifat bijak dalam diri seseorang yang dapat membuat dia berada diposisi yang sama dengan oranglain, sehingga ia tidak akan merasa lebih pintar, tidak merasa lebih hebat, tidak merasa lebih kuat, dan tidak merasa lebih mampu melakukan segala sesuatu. Inilah yang seharus menjadi sifat kita sebagai pengikut-pengikut Kristus.

Filipi 2:6-9, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama.

Seorang motivator yang berasal dari Indonesia, yaitu Mario Teguh, pernah berkata “Perhatikanlah, ternyata selalu orang yang rendah hati di antara kita-lah yang hidupnya damai, sejahtera, dan terhormat.”

Sikap rendah hati seseorang berpengaruh besar terhadap apa yang akan dijalani dalam kehidupannya. Orang yang rendah hati, kemanapun dia pergi dia akan tetap berguna, kemanapun dia dilempar dia akan tetap memberikan dampak yang positif bagi orang orang disekitarnya.

Kerendahan hati dalam bahasa Latin disebut humilitas. Kata ini berasal dari kata humus yang artinya tanah. Pengertiannya benar-benar luar biasa. Seseorang yang mau menjadi rendah hati adalah mereka yang menyadari asal-usul dirinya (debu tanah) dan pengenalan diri yang sejati akan membawa manusia kepada sikap memuliakan Allah, Sang Pencipta.

Pengertian kerendahan hati dapat diperluas jika kita melihat pada definisinya dalam bahasa Yunani, yang berasal dari kata prausyang berarti lemah lembut. Kata praus dipakai dalam salah satu tema khotbah Yesus di bukit, yaitu berbahagialah orang yang lemah lembut (praus), karena mereka akan memiliki bumi.

Dalam bacaan ayat Alkitab kita hari ini, kita dapat merenungkan bahwa Yesus sendiri sebagai teladan utama dari kerendahan hati mengungkapkan makna yang dalam melalui kehidupan-Nya sebagai manusia. Selama hidup-Nya di dunia, Yesus selalu berjalan dalam kerendahan hati dan ketaatan kepada Bapa, sehingga Allah mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama. Petrus berkata, “Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.”

Seorang tokoh gereja, Andrew Murray juga menjelaskan bahwa sifat rendah hati yang bergantung kepada Allah adalah dasar dari segala berkat yang sejati.

Kita perlu memahami bahwa sikap dan sifat tinggi hati atau kesombongan tidak akan membawa kesejahteraan dalam hidup ini. Sebaliknya, hidup dalam kerendahan hati akan membuat hidup kita berhasil dan dipenuhi berkat. Dan sikap kerendahan hati akan mengarahkan kita untuk menyadari bahwa tanpa Tuhan kita bukanlah apa-apa. Keberadaan hidup kita yang masih menikmati segala sesuatu sampai saat ini, semuanya bersumber daripada Tuhan.

Karena orang yang rendah hati akan tahu untuk bersyukur dalam keadaan apapun, orang yang rendah hati akan mempertaruhkan seluruh kehidupannya didalam Kuasa dan Kehendak TUHAN, dan orang yang rendah hati akan selalu menaruh pengharapannya didalam Tuhan.

Yakobus 4:10, Rendahkanlah dirimu dihadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.

Bapak/ibu dan saudara yang terkasih,

mari kita senantiasa untuk membawa diri kita untuk menjadi rendah hati dihadapanNya, bukan berarti ketika kita menjadi orang yang rendah hati,kita menjadi orang yang lemah, justru orang yang mampu rendah hati adalah orang yang kuat.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

YG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *