“JADILAH KEHENDAKMU”

April 1, 2021 0 Comments

Renungan Harian, Kamis 01 April 2021

Matius 26: 36-46

Syalom Bapak Ibu yang dikasihi oleh Tuhan Yesus, besok kita akan memperingati hari Jumat Agung, yaitu tentang pengorbanan Tuhan Yesus diatas kayu Salib untuk menebus dosa umat manusia. Injil mencatat ada sebuah kisah sebelum Tuhan Yesus memasuki tragedi Penyalibannya adalah Pergumulan Tuhan Yesus di Taman Getsemani.

Hari ini kita akan melihat teladan dari Tuhan Yesus saat berdoa di Taman Getsemani Bersama murid-murid-Nya, kita akan melihat bagaimana prosesnya ketika Kristus menaati Allah.

1. Berdoa dengan jujur.

Matius 26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Apakah doa ini kurang jujur? Sangat jujur. Sebagai manusia yang sudah tahu apa yang akan menimpa diriNya, Yesus sangat berharap dibebaskan dari penderitaan. Sangat jujur. Dengan sangat jelas Dia mengesampingkan kehendakNya sendiri dan menjunjung tinggi apa yang dikehendaki Allah BapaNya. Memang seolah-olah  Dia berkata, “Aku tidak bisa melakukan ini.” Yesus memang menghendaki untuk pergi ke salib. Salib itu sudah semakin dekat dan Dia harus naik ke salib itu.

Doa Tuhan Yesus menjadi contoh dari seorang yang jujur dan terbuka terhadap Allah.

“Bukanlah suatu hal yang salah bila kita mengungkapkan perasaan kita yang sesungguhnya terhadap Allah.” (It is never wrong to express our true feelings to God).

William Barclay

Hanya mereka yang jujur terhadap Allah, baru dapat jujur terhadap diri sendiri dan sesamanya. Hanya mereka yang terbuka terhadap Allah, baru dapat terbuka terhadap diri sendiri dan sesamanya.

Apakah kita pernah merasa seperti itu? Apakah kita pernah berpikir, Tuhan, aku tidak bisa melakukan ini. Saya tidak bisa menjadi melakukan pelayanan ini. Atau Aku tidak bisa menghadapi lagi orang yang menyebalkan ini. Atau saya tidak bisa menghadapi masalah ini. Saya tidak bisa menanggung kesulitan ekonomi ini. Dll. Hal apa yang paling sulit yang kita tidak bsia tanggung? Pekerjaan, keluarga, hubungan dnegan orang lain, gereja dan pelayanan? Jangan putus asa. Kita perlu melakukan apa yang Tuhan lakukan dan yakni berdolah dengan jujur. Bukan suatu hal yang salah mengungkapkan perasaan kita yang sesungguhnya dihadapan Allah.  Tuhan tahu apa yang ada di hati kita juga. Tidak ada rahasia besar di dalam hati kita.

2. Biar Kehendak Tuhan yang jadi.

Setelah Tuhan Yesus berdoa selama 1 jam mengungkapkan dengan jujur apa yang ada di hatinya, dimana isi doanya adalah kalau memungkinkan cawan ini lalu. Selama 1 jam itu Tuhan Yesus sudah bergumul dalam doa yang jujur. Kemudian dia beranjak sejenak pergi ke murid-muridNya. Dan setelah Dia melihat bahwa murid-muridnya tidur, Dia kembali lagi berdoa. Doanya yang kedua, ini bukan lagi doa yang jujur, tetapi sebuah doa penyerahan. Doa yang menyatakan bersedia menatati kehendak Tuhan. Doa Tuhan Yesus yang kedua berbunyi seperti ini dalam

Mat 26:42 Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!”

Penekanannya adalah bukan pada biarlah cawan ini lalu. Tetapi pada kata: Jadilah kehendakMu. Kalimat jadilah kehendakMu adalah kalimat kemenangan. Kehendakmu yang jadi, bukan khendakku. Inilah inti dari ketaatan yang benar dan disnilah sebuah kemenangan rohani mulai diperoleh. Disnilah sukacita akan kita alami, jika bisa menerima kehendak Tuhan

Kalau kita selalu mengamini dan mengatakan jadilah kehendakMua, maka disnilah awal dari sebuah kemenangan rohani. Kita akan melihat pekerjaan Tuhan akan semakin berkembang dan nama Tuhan dimuliakan. Tuhan dimulaikan ketika Tuhan Yesus mengataka: jadilah kehendakMu, saya akan meminum cawan ini.

3. Tetaplah konsisten di dalam doa “Jadilah kehendakMu”

Tuhan Yesus tetap konsisten dalam pernyataan doanya. Dia sampai tiga kali mengucapkan doa yang sama, jadilah kehendakMu. Dia tetap konsisten. Doa jadilah kehendakMu, harus konsisten didoakan. Biasanya hari ini kita mengatakan: jadilah kehendakMu. Tetapi kemudian esok ada perubahan : kita minta lagi supaya kehendak kita yang jadi. Itu berarti doa: jadilah kehendakMu masih berada dalam tahap di otak kita. doa itu belum masuk ke hati kita. Doa itu belum merubah diri kita. Doa sudah merubah diri kita kalau kita berdoa dengan konsisten: jadilah kehendakMu.

Kita seringkali berpikir bahwa doa yang penuh kuasa itu adalah doa yang mengubah keadaan kita. Memang, itu adalah doa yang penuh kuasa. Tetapi doa itu akan lebih penuh kuasa, kalau bisa mengubah diri kita dari jadilah kehendakku menjadi jadilah kehendakMu. Jawaban yang paling besar dari sebuah doa adalah ketika Allah mengubah diri kiita menjadi sesuai dengan kehendakNya.

Mari kita bersama menaikkan doa pergumulan kita dengan jujur kepada Tuhan, berserah pada kehendak-Nya bukan kehendak kita, dan tetap konsisten sekalipun keadaan belum berubah.

Tuhan Yesus Memberkati.

CM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *