Jiwa yang berbahagia

September 10, 2021 0 Comments

Renungan Harian, Jumat 10 September 2021.

Bacaan: Amsal 3: 11-18

Syalom Bapak Ibu Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus . . .

Kita pasti pernah mendengar sebuah pepatah Men sana in copore sano, yang artinya “didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”. Jiwa adalah unsur batiniah manusia yang tidak dapat dilihat. Jiwa manusia meliputi beberapa unsur, pikiran, emosi (perasaaan) dan kehendak. Dengan pikirannya, manusia dapat berpikir, Dengan perasaannya manusia dapat mengasihi dan dengan kehendaknya, manusia dapat memilih. Rasul Yohanes dalam suratnya mengingatkan kita bahwa

3 Yohanes 1:2, Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.

Kisah nyata tentang seorang mantan menteri sebuah negara yang beberapa minggu ini hangat menjadi pembicaraan karena telah diambil alih oleh sekelompok pemberontak dan pejabat yang korup. Beliau dengan sengaja mengundurkan diri menjadi seorang menteri komunikasi dan teknologi dan sekarang menjadi seorang pengantar pizza. Dia diwanwancarai dan mengatakan bahwa jika dia tetap menjadi menteri maka hidupnya akan terjamin karena korupsi yang terjadi di Negara itu tetapi saya lebih memilih melakukan yang benar supaya jiwa saya bahagia.

Firman Tuhan kali ini kita akan merenungkan saat kita berjuang memegang kebenaran Firman Allah maka kita akan memiliki jiwa yang berbahagia. Bandingkan jika saat kita melakukan hal yang tidak sesuai kebenaran Firman maka kita akan dihantui perasaan tidak tenang bahkan bersalah.

Amsal 3:17, Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata. 18, Ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya, siapa yang berpegang padanya akan disebut berbahagia.

Saudara-saudara sekalian percayalah akan ada sebuah kebahagiaan dalam jiwa ini saat kita mampu mempertahankan sebuah kebenaran dan berpegang pada Tuhan kita Yesus Kristus. JanjiNya kehidupan kita akan diliputi damai sejahtera, memang jalan yang benar itu sama sekali bukan jalan mudah, percayalah Tuhan akan memberi kekuatan bagi kita.

Jangan pernah menyerah untuk melakukan kebenaran meski tidak mudah jalan yang ditempuh

Tuhan Memberkati . . .

TC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *