“Jujur itu Mahal”

October 22, 2021 0 Comments

Renungan Harian Anak, Jumat 22 Oktober 2021

Kisah Para Rasul 5:1-10

Halo. Shalom adik-adik. Bagaimana kabarnya hari ini ? Adik-adik Harus tetap semanga. Tetap belajar dengan baik dan lakukan hal-hal yang positif selama dirumah yaa. Ayo tetap semangat !

Adik-adik, siapa yang disini pernah berbohong kepada orang tua ? Wah, pasti sebagian besar kalian pernah berbohong ya. Mungkin ada yang pernah berbohong saat ditanya mama siapa yang merusakkan mainan. Bilangnya kakak yang merusakkan padahal kalian sendiri, hayoo. Atau bahkan ada yang berbohong saat pinjam HP mama bilangnya untuk membaca renungan, ternyata malah main game. Aduh-aduh itu tidak boleh ya adik-adik. Berbohong itu dosa lhoo..

Adik-adik saat ini, kejujuran menjadi sebuah nilai yang terasa begitu sulit dilakukan. Karena itu sering muncul pernyataan “betapa sulitnya menjadi orang jujur.”  Mampukah kita semua terus bersikap jujur di antara orang-orang yang tidak jujur? Adik-adik jelas ini membutuhkan usaha dan perjuangan. Pada waktu adik-adik berusaha menjadi orang jujur, tidak jarang orang lain malah membenci kita, pernah ga waktu adik-adik belajar jujur sama teman-temanmu malah dimarahi dan dianggap sok hebat dll. Ayo adik-adik kita harus berusaha menjadikan kejujuran sebagai sikap hidupnya.

JUJUR itu MAHAL, karena tidak mudah dan harus diperjuangkan.

Berbohong itu seperti menyimpan sampah dalam tas kita dan kita bawa kemana-mana, suatu saat pasti akan tercium baunya. Tetapi pada faktanya banyak anak-anak yang lebih memilih untuk berbohong dan menyimpan sampah dalam hatinya.

Adik-adik didalam ayat bacaan yang kita baca hari ini (Kisah Rasul 5), ada seorang yang dihukum Tuhan karena ia berbohong kepada Tuhan. Namanya adalah Ananias dan Safira. Pasti adik-adik ada yang sudah pernah membaca kisah ini kan, ketika Ananias dan Safira berbohong kepada Rasul Petrus. Padahal adik-adik mereka punya tujuan yang baik yaitu membawa persembahan kepada Tuhan, namun mereka tidak jujur mereka menyembunyikan Sebagian uang persembahan mereka. Tentunya bukan masalah jumlah persembahan yang dibawa mereka, tetapi karena hati mereka tidak jujur demi kepentingan mereka sendiri. Karena mereka tidak jujur, akhirnya mereka dihukum Tuhan dengan hukuman yang sangat mengerikan.

Jujur itu mahal, karena jujur itu harus berkorban. Contohnya dari hal yang terkecil, waktu ujian online apakah adik-adik mau mengerjakannya dengan jujur? Walaupun lebih enak mencontek toh guru kalian juga tidak tahu. Anak Jujur akan tetap melakukan apa yang benar walaupun tidak ada yang melihatnya.

Adik-adik kita ga boleh suka bohong karena kita semua adalah anak Tuhan Yesus dan bukanlah anak setan si jahat itu, karena Alkitab mengatakan

Yoh 8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Nah.. adik-adik sebagai anak Tuhan harus berkata jujur, tidak boleh bohong. Jujur adalah salah satu ciri anak Tuhan yang hebat. Karena itu, yuk jadi anak-anak hebat. Tuhan sangat sayang pada anak yang jujur. Mari kita katakan sama-sama “Aku anak jujur…!!”.

Ayat hafalan :

Amsal  11:3 Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.

Komitmenku hari ini:

Ya Tuhan, aku mau untuk selalu berkata jujur. Aku mau belajar untuk tidak berbohong lagi kepada siapapun. Amin.

GCT – AEP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *