“KEHADIRANMU MENGUBAH DUNIAKU”

June 7, 2021 0 Comments

Renungan Harian Senin, 07 Juni 2021

Kehadiran Tuhan selalu membawa perubahan kehidupan, KehadiranNya menyatakan jati diri kita yang sebenarnya sebagai anak-anak Tuhan yang dikasihi-Nya.

Yohanes 21:15-19, Belajar dari kehidupan Petrus, setelah Yesus bangkit dari kematian … Yesus menjumpai murid-muridNya di Pantai Tiberias. Secara khusus Tuhan Yesus bercakap-cakap dengan Petrus.

Siapakah Petrus? Petrus sebenarnya orang yang “Extrovet” memiliki sikap yang spontan, mudah bergaul, cepat berkata-kata. Dan sikap ini sangat menonjol dalam kehidupan Simon Petrus. Nama yang digunakan oleh Tuhan Yesus dalam memanggilnya “SIMON anak Yohanes”

Yohanes 1:42, Yesus memandang dia dan berkata: “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).”

SIMON adaalah adaptasi dari Bahasa Ibrani SIMEON (yang mendengar), tetapi Tuhan memberikan nama yang baru kepada Simon yaitu PETRUS. SIMON menjadi PETRUS adalah gambaran dalam perjalanan kehidupan Petrus. Tuhan Yesus mengingatkan jati dirinya sebagai seorang SIMON PETRUS, seseorang yang kokoh seperti batu karang.

Mengapa Tuhan mempertanyakan 3 kali pertanyaan mengenai kasih kepada Tuhan?

Tuhan sedang mentransformasi kehidupan Petrus. Saat itu Petrus sedang mengalami kegoncangan Iman, dia mengalami proses pemulihan karena RASA MALU (Shame) yang dialaminya. Bahaya RASA MALU (Shame) – merupakan reaksi negatif yang pertama muncul dari dosa. Dosa selalu membuat seseorang kehilangan gambar diri yang benar dihadapan Tuhan.

Kisah di tepi Danau Tiberias adalah titik balik yang sangat penting bagi Petrus, menjadi moment dimana Tuhan mengubahkan kehidupan PETRUS.

Transformasi dan revitaliasi terjadi melalui PEMBERDAYAAN ROH KUDUS dibarengi oleh PROSES INTERNAL SECARA EMOSIONAL.

Kita melihat bagaimana Petrus diubahkan (transformasi) secara total, Petrus menjadi salah satu pimpinan dalam murid-murid Yesus.  Petrus berubah secara total, tetap dia adalah pemberani, namun bukan hanya sekedar emosi, namun Petrus berani untuk menyatakan kebenaran Allah

Saat terjadi transformasi dalam diri setiap individu melalui relasi secara vertical yang dipulihkan, maka akan terjalin relasi horizontal yang lebih sehat.

Kisah Para Rasul 2:47, Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Anak-anak Tuhan yang telah mengalami pemulihan secara vertikal dengan Tuhan, maka akan membawa pemulihan kepada sesama (horizontal), dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Namun ada Realita, dimana rasul-rasul tetap berproses untuk bertumbuh dalam pelayanan mereka. Mereka juga menghadapi pembentukan.

Alkitab Mencatat Realitas yang terjadi

Kisah Para Rasul 15:35-41 (bnd. 2 Timotius 4:11)
Terjadi perselisihan antara Paulus dan Baranabas, dan perselisihan yang ada itu sangat tajam karena perbedaan pandangan mengenai Yohanes Markus. Paulus juga berproses dalam kehidupannya untuk berubah menjadi lebih baik.

2Tim 4:11 Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku.

Galatia 2:11-14
Terjadi perselisihan antara Petrus dan Paulus dan keduanya berproses, Paulus menegur Petrus yang menjadi munafik karena masalah keyahudian

Kisah Para Rasul 15:1-21
Ada isu doktrinal yang terjadi yang mengancam kesatuan umat Allah pada saat itu.

Dari beberapa peristiwa diatas Terlepas dari karya kuasa Roh Kudus yang luar biasa, kita tidak bisa melepaskan diri kita dari proses pemulihan dari Tuhan. Karena dalam perjalanan iman kita, bukan jalan yang rata tanpa hambatan, ada proses yang terjadi, ada tantangan, ada hambatan. Disinilah kita menyadari betapa pentingnya untuk kita mau berproses dihadapan Tuhan

Kembali kepada kehidupan Petrus, pada masa tuanya (menggenapi nubuatan Tuhan Yesus Yoh 21:19) Dalam pelayanan nya di Roma, karena aniaya dari Nero,  Petrus disuruh untuk meninggalkan kota Roma. Catatan sejarah gereja ketika Petrus keluar dari Roma berjumpa dengan seseorang dan bertanya “Quo Vadis “Hendak kemana Tuan”. Dan Dia menjawab untuk Kembali kepada Roma kepada jemaat yang ada disana. Perjumpaan ini membuat Petrus Kembali dan mati disalib terbalik di Roma.

Setiap anak-anak Tuhan terus berproses hari demi hari, tidak ada kesebandingan antara karunia Roh Kudus dengan kedewasaan rohani. Belum tentu orang-orang yang mengalami kuasa Roh Kudus memiliki karakter kehidupan yang sempurna, namun sebaliknya Roh Kudus akan terus dan selalu memproses setiap anak-anak Tuhan untuk semakin bertumbuh dan semakin serupa dengan Kristus.

Rangkuman Khotbah
Pdt. Posuka Loke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *