KETAATAN AKAN MEMBAWA BERKAT KETIDAKTAATAN AKAN MEMBAWA KUTUK

August 6, 2022 0 Comments

Bacaan: 2 Raja-Raja 20 : 1 -21

Nats: Ulangan 11:26-28a, “Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk: berkat, apabila kamu mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini.”

Saudara-saudara yang kekasih di dalam Tuhan Yesus Kristus . . . . .

            Sebelum kisah Raja Hizkia yang sedang sakit ini, Musa memberitahukan umatNya  dalam Imamat 26, yang berbunyi demikian

Berkat atau kutuk, itulah pilihan yang Allah berikan kepada bangsa Israel.

Syarat untuk mendapat berkat adalah hidup menurut ketetapan Allah, tetap berpegang pada perintah Allah serta melakukannya. Allah menjanjikan tiga berkat kepada mereka yang taat,

yakni: kemakmuran hidup karena kelimpahan hasil bumi, ketenangan hidup karena terbebas dari serangan binatang buas dan serangan musuh dan damai sejahtera karena Allah hadir dalam kehidupan mereka.

            Sebaliknya, jika bangsa Israel menolak ketetapan Allah dan hati mereka muak mendengar peraturan-Nya, sehingga mereka tidak melakukan perintah-Nya dan memungkiri perjanjian-Nya, Allah akan menimpakan banyak kutukan kepada bangsa itu.

Ancaman kutukan Allah diberikan dalam tiga hal: Pertama, kehidupan yang melarat karena penyakit, gagal panen, dan penjarahan oleh musuh. Kedua, kehidupan yang dilanda ketakutan karena ancaman serangan binatang liar, serangan musuh, serangan wabah penyakit, dan bahkan saling menyerang antar sesama bangsa Israel. Ketiga, kehidupan yang dicengkeram oleh ketakutan dan keputusasaan karena ditinggalkan oleh Allah.

            Kisah tentang raja Hizkia ini menunjukkan betapa Allah setia melakukan sesuai firmanNya. Ketika Hizkia mendengar bahwa ia tidak akan sembuh dan meninggal dunia, maka menangislah Hizkia (ay 3 ). Mendengar doa dan tangisan Hizkia, Tuhanpun berbelas kasihan dan memperpanjang usia Hizkia 15 tahun lagi ( ay 6). Lebih dari itu, ia akan dilepaskan dari tangan raja Asyur ( ay 6). Yang dikisahkan pada pasal 19.

            Dengan demikian kita melihat bahwa Hizkia yang setia ( ay 3 ) dan percaya penuh kepada Tuhan mendapatkan berkatNya. Sayang sekali pada nats berikutnya Hizkia tidak bergantung lagi kepada Tuhan, melainkan bergantung kepada Babel. Kunjungan Babel dipahami oleh Hizkia sebagai kunjungan untuk mengikat persekutuan. Inilah sebabnya Hizkia memperlihatkan segala kekayaannya ( ay 13 ). Melihat hal itu Tuhan marah melalui Yesaya, Tuhan menyatakan nubuat penghakiman kepadanya dan keturunannya ( ay 16-18).

            Nats yang kita baca hari ini dengan jelas memperlihatkan Allah Israel adalah Allah yang berespons terhadap apa yang dilakukan umatNya.

Karena itu marilah kita berusaha keras untuk selalu mentaati Allah, supaya hidup kita terus  berkenan bagiNya dan Allah akan menyertai hidup kita.

Bagaimana dengan kehidupan Anda? Apakah kehidupan Anda lebih banyak menaati kehendak-Nya atau sebaliknya melawan perintah-Nya?

Tuhan memberkati…

EW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *