“Luar Biasa Baiknya”

April 30, 2021 0 Comments

Renungan Harian Jumat, 30 April 2021

Bilangan 14:7-9 “Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya.”

Shalom, selamat pagi bapak, ibu dan saudara-saudara yang terkasih.  Saya rasa setiap kita pastinya sangat kenal kata “luar biasa” ini ya.  Kata ini apabila di gabungkan dengan kata yang lain akan memberikan makna yang lebih dari biasanya.  Contohnya: kata “Baik” ketika ditambahkan kata “luar biasa” memberikan makna bahwa hal tersebut lebih dari sekedar baik saja.  Demikian pula dengan kata lain seperti; berat, ringan, jahat, kuat, dsb.

Teks pokok kita merupakan pernyataan dari dua pengintai dari 12 orang pengintai yang dikirim oleh Musa untuk mengintai tanah Perjanjian.  Mereka menyatakan sebuah kebenaran tentang negeri yang dijanjikan Allah bagi Umat Israel yang dibawa-NYA keluar dari tanah Mesir, yaitu tanah yang berlimpah susu dan madunya, negeri yang luar biasa baiknya.

Bilangan 13 mencatat ketika orang Israel telah dekat dengan tanah Kanaan, Tuhan memerintahkan Musa untuk mengirimkan pengintai untuk mengintai tanah Kanaan.  Sebenernya mereka mengerjakan persis seperti apa yang diminta oleh Musa yaitu mengintai bagaimana penduduknya, kuat atau lemah, sedikit atau banyak.  Kemudian bagaimana keadaan kota mereka, terbuka atau berkubu.  Apakah tanahnya gemuk dan subur, bawalah sedikit dari hasil negeri itu [Bilangan 13:17-20].  Setelah 40 hari para pengintai tersebut kembali kepada Musa, dan kita semua tahu bagaimana kemudian 10 pengintai mengatakan hal yang membuat orang Israel kecut dan tawar hati dan hanya 2 orang saja yang mengatakan kebenaran tentang janji yang sejak semula diberikan Allah kepada mereka.

Akhirnya orang Israel memberontak kepada Musa dan Tuhan.  Bilangan 14:1-5 mencatat bahwa mereka hendak mengangkat seorang pemimpin untuk membawa mereka kembali ke Mesir.  Mereka tidak percaya kepada Tuhan yang telah menunjukkan kuasa-NYA berulang-ulang selama perjalanan mereka dari Mesir sampai di tempat dimana mereka mengintai Kanaan.  Israel generasi Mesir (orang-orang Israel yang lahir di Mesir) telah melewatkan kesempatan untuk menikmati janji Tuhan yang dari mulanya Allah berikan kepada mereka.  Mereka telah kehilangan negeri yang luar biasa baiknya itu dan itu adalah sebuah kehilangan besar.  Berbeda dengan Yosua dan Kaleb yang akhirnya menikmati apa yang dijanjikan Tuhan kepada mereka, mereka berdua manikmati negeri yang “luar biasa baiknya” itu sampai anak cucu mereka.

Bapak, ibu dan saudara sekalian, janji TUHAN bagi kita adalah sesuatu yang luar biasa baiknya.  Dan Alkitab mencatat ada banyak sekali janji Tuhan bagi setiap kita.  Dalam Bilangan 13-14 kita akan belajar dari Yosua dan Kaleb, bagaimana agar kita dapat menikmati janji Tuhan yang luar biasa baiknya itu dalam kehidupan kita.

1. Memiliki kepercayaan kepada Oknum yang telah membuktikan diri-NYA.  (Bilangan 13:30)

Dalam perjalanan selama beberapa bulan bangsa Israel dari Mesir sampai di Kadesh-Barnea, Tuhan telah berulang-ulang menunjukkan kuasa-Nya kepada orang Israel.  Bagaimana Tuhan membelah laut teberau dan memusnahkan Firaun dan tentaranya, kemudian bagaimana Tuhan membuktikan pemeliharaan-NYA kepada orang Israel selama di padang gurun.  Mujizat-mujizat tersebut bagi banyak pemimpin suku Israel tidak menumbuhkan apa-apa, kepercayaan atau iman mereka kepada Allah tidak bertumbuh.  Berbeda dengan Kaleb, mujizat-mujizat tersebut ternyata telah menumbuhkan imannya, bahkan semakin menguatkan kepercayaan Kaleb kepada Tuhan.  Puncaknya terekpresi melalui pernyataan kuat Kaleb ditengah kekisruhan yang timbul di tengah Israel yang disebabkan oleh teman-temannya, 10 pengintai yang lain. 

Kaleb berkata; “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya.” 

2. Memiliki roh yang lain (Bilangan 14:24).

King James Version menuliskan ; “dia memiliki Roh yang lain didalam dirinya.”  Kata “jiwa” dalam ayat ini dalam terjemahan aslinya memakai kata “Ruach” yang berarti Roh.  Roh yang lain inilah yang membuat Yosua dan Kaleb tetap menaati Tuhan dengan sepenuh hati apapun resiko dan tantangannya.  Roh tersebutlah yang membuat mereka tetap setia kepada Tuhan, bahkan sekalipun ketika itu seluruh umat Israel mengancam untuk melempari mereka dengan batu.

Memang tidak banyak catatan mengenai kerja Roh Kudus dalam hidup orang percaya dalam catatan Perjanjian Lama, tetapi dalam Perjanjian Baru, catatan mengenai karya Roh Kudus dalam hidup orang percaya sangatlah banyak dan menonjol.  Karya Allah melalui Pribadi Roh Kudus dalam hidup orang percaya menjadi sesuatu yang sangat krusial.  Rasul-rasul pun memberikan penekanan yang kuat agar setiap orang percaya penuh dengan Roh Kudus dan hidup dalam pimpinan Roh Kudus.

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih, marilah kita mengikuti apa yang telah Yosua dan kaleb teladankan. 

Kiranya semua yang telah kita dengar dan baca tentang perbuatan besar Allah dalam Alkitab menumbuhkan dan memperkuat Iman dan Kepercayaan kita kepada Tuhan, dan biarlah kiranya Roh Kudus memenuhi, menguasai serta memimpin kehidupan kita, sehingga kita boleh mengalami janji Allah yang “luar biasa baiknya” itu dalam kehidupan kita. 

Amin.

Tuhan Memberkati kita semua.

DS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *