MASA DEPAN KITA DI TANGAN TUHAN

July 18, 2022 0 Comments

Renungan Harian Youth, 18 Juli 2022

“Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.”  Amsal 23:18

Bicara tentang masa depan, setiap orang (bahkan sejak kecil) sudah diarahkan untuk memiliki kehidupan yang baik di masa yang akan datang.  Sejak kecil kita sudah ditanyakan oleh orang-orang sekitar kita tentang cita-cita di mana itu semua selalu berkaitan dengan kehidupan di masa depan.  Dan pada kenyataannya memang setiap orang memiliki perencanaan tentang masa depan mereka.  Akan tetapi ada juga yang mengalami kegagalan dan juga mengalami perubahan akan apa yang mereka rencanakan.  Dan kita semuanya tahu bahwa tidak salah sebenarnya jika kita punya rencana dan cita-cita untuk masa depan kita, namun kita perlu memastikan bahwa apakah kita sudah merencanakan semuanya kepada Sang Pemiliki Kehidupan kita yang sudah mengetahui segala sesuatu yang terjadi di dalam kehidupan kita dari segala masa.

Setiap orang, tanpa terkecuali, punya kesempatan yang sama untuk memiliki masa depan yang cerah. 

Demi meraih masa depan yang cerah semua orang berusaha dan bekerja dengan keras;  para orangtua berusaha menyekolahkan anak-anaknya di sekolah yang terbaik, bahkan sampai ke luar negeri, dengan harapan anak-anaknya kelak mendapatkan pekerjaan yang terbaik, sehingga masa depan hidupnya dapat terjamin.

Bagi orang percaya, masa depan yang cerah itu bukan sekedar khayalan atau impian semata, tetapi memang sungguh ada, karena Tuhan sendiri yang merancangkannya,  “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”  (Yeremia 29:11). 

Ini adalah berita yang sangat menyenangkan, berita yang membangkitkan semangat kita dalam menjalani hari-hari yang terasa berat ini. 

Jika kita melihat sejarah dan latar belakang ayat ini diberikan kepada bangsa Israel sebenarnya kondisi bangsa mereka sedang sangat terpuruk.  Mereka sedang berada di negeri asing, di tempat mereka dibuang dan mereka harus tinggal di sana sebagai orang asing.  Semuanya ini disebabkan oleh karena ketidaktaatan mereka kepada Tuhan.  Segala perilaku tidak setia yang mereka tunjukkan kepada Tuhan berakibat fatal dengan adanya penghancuran oleh kerajaan Babel dan mereka semua diangkut sebagai tahanan.  Namun dalam keadaan sebagai tawanan dan menjadi orang asing di tempat pembuangan, Tuhan memberikan pencerahan bagi mereka melalui Nabi Yeremia bahwa mereka tetap memiliki masa depan yang penuh harapan.

ALLAH SETIA DENGAN PERKATAAN-NYA, DIA KONSISTEN DENGAN JANJI-NYA.

Pengalaman menjadi orang asing sebenarnya sudah pernah mereka alami selama 430 tahun di Mesir yang diawali dengan hijrahnya keluarga Yakub dari negeri tempat tinggal mereka ke Mesir yang pada zaman Yusuf berkuasa mampu bertahan dari kelaparan hebat pada masa itu.  Bukannya menjadi warga kehormatan, namun pada akhirnya mereka menjadi budak di Mesir.  Ada keluhan yang tak putus-putusnya mereka serukan kepada Tuhan, karena memang Tuhan telah menjadikan mereka sebagai bangsa pilihan-Nya.  Namun Tuhan punya cerita sendiri untuk membuat umat pilihan-Nya itu layak untuk menjadi bangsa pilihan.

TUHAN TIDAK DIBATASI OLEH WAKTU, DIALAH YANG MENGENDALIKAN WAKTU, DAN TAHU WAKTU YANG TEPAT UNTUK BERTINDAK

Rekan-rekan youth, Sekalipun banyak orang mengatakan bahwa masa depan itu penuh dengan misteri, namun bagi orang percaya  “…masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.”   Ini adalah suatu kepastian yang sangat istimewa bagi kita yang percaya kepada-Nya.

Lalu  Bagaimana supaya kita memiliki masa depan yang cerah, sebagaimana yang Tuhan rancangkan?  Kita harus mengarahkan perhatian kepada didikan:  “Arahkanlah perhatianmu kepada didikan, dan telingamu kepada kata-kata pengetahuan.”  (Amsal 23:12), dan  “Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa.”  (Amsal 23:17).  Ini berbicara tentang ketaatan!

Masa depan cerah hanya akan dimiliki oleh orang-orang yang takut akan Tuhan!  Kita juga diajarkan untuk tidak iri hati kepada orang-orang yang berdosa.  Sikap iri kepada orang berdosa berarti kita menganggap orang lain lebih beruntung daripada diri sendiri, sekaligus menunjukkan bahwa kita tidak menghargai berkat Tuhan dan kurang bersyukur dengan berkat yang kita terima.  Iri hati juga menunjukkan bahwa kita tidak takut Tuhan!  Orang yang takut akan Tuhan akan selalu bersyukur di segala keadaaan dan tidak mudah terpengaruh oleh omongan orang atau situasi apa pun.

Orang yang takut akan Tuhan pasti memiliki penyerahan diri kepada Tuhan, tanpa rasa takut dan kuatir, karena masa depannya sudah dijamin oleh Tuhan!

Amin

Tuhan Yesus Memberkati

RM-LP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *