MENUNGGU DENGAN WASPADA

April 23, 2024 0 Comments

Renungan Harian Youth, Selasa 23 April 2024

Markus 13:35 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta.

Ada ungkapan: “Menunggu merupakan pekerjaan yang paling membosankan”. Ungkapan ini ada benarnya karena masa penantian yang berkepanjangan, tanpa mengetahui dengan jelas kapan tiba waktunya, kerap membuat orang menjadi jemu, lelah, kesal, dan lengah. Akibatnya,

Bacaan Alkitab hari ini merupakan bagian akhir dari Khotbah tentang Akhir Zaman (pasal 13). Yesus memanggil kita untuk senantiasa waspada dan berjaga-jaga supaya kita tidak lengah dalam menantikan kedatangan-Nya yang kedua.  Salah satu tanda ajaran sesat adalah prediksi akan hari kedatangan kembali Yesus Kristus yang salah. Ajaran sesat Saksi Yehova misalnya, berkali-kali memprediksikan kedatangan kembali Yesus, yaitu tahun 1878, 1881, 1914, 1918, 1925, dan 1975. Semua prediksi tersebut pada akhirnya tidak terjadi. Mengapa? Karena jelas, tidak ada seorang pun yang tahu kapan datangnya hari Tuhan. Bahwa Saksi Yehova berani membuat prediksi, justru menandakan kesesatan mereka.

Rekan-rekan youth,  Setelah memberikan tanda-tanda yang akan terjadi sebelum kedatangan Yesus di renungan kemarin, di bagian akhir ini dijelaskan tentang bagaimana Dia akan datang kembali. Tujuannya supaya tidak ada murid-murid Yesus yang tertipu oleh ajaran-ajaran sesat. Bagaimana Yesus akan datang? Pertama, pada waktu kedatangan Yesus akan terjadi kegoncangan kosmis. “Matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya, dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit.” (ay. 24-25). Kedua, Anak Manusia Yesus Kristus akan datang dalam awan-awan dengan kekuasaan dan kemuliaan-Nya disaksikan oleh semua manusia (ay. 26). Terakhir, untuk hari dan waktu-Nya, tidak ada seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja yang tahu (ay. 32). Artinya, kedatangan-Nya adalah tiba-tiba (ay. 36). Hari dan waktu-Nya adalah satu misteri yang hanya diketahui oleh Allah saja. Misteri ini tidak dibukakan kepada siapa pun juga. Bahkan Yesus sebagai manusia pun tidak tahu. Tentu saja sebagai Putra Allah yang tidak terpisahkan dari Allah Bapa, Yesus sebetulnya tahu. Namun, sebagai manusia sejati, Dia tidak tahu. Karena itu, murid-murid Yesus harus berjaga-jaga. Apa tujuannya? Pertama, agar mereka tidak sampai tertipu dan disesatkan. Kedua, agar pada waktu kedatangan-Nya, mereka tidak “didapatinya sedang tidur” (ay. 36).

Secara eksplisit dan implisit, Alkitab mencatat bahwa Tuhan Yesus mengajar dan mengingatkan para murid-Nya pada zaman itu, kita pada zaman sekarang, dan semua orang percaya dari kurun ke kurun. Agar hendaknya kita semua berhati-hati dan berjaga-jaga senantiasa.

Hendaklah kita semua selalu berawas-awas dan waspada, sebab kita tidak tahu kapan atau bilamanakah waktunya tiba.

Berjaga-jaga berarti kita harus tetap terjaga dan waspada serta siap-sedia melakukan tugas yang diembankan kepada kita. Berajaga-jaga dalam konteks nas ini adalah adalam rangka menanti kedatangan tuan tumah pulang ke rumahnya. Seorang penjaga harus siap-sedia menanti tuan rumah itu pulang karena ia tidak tahun kapan waktunya tuan rumah itu pulang.

Dalam konteks iman, berjaga-jaga itu dihubungan dengan kesiapan kita menanti kedatangan Tuhan Yesus kali kedua ke dunia ini. Tidak ada seorang pun di dunia ini, termasuk kita, yang memiliki kuasa mengetahui kapan hari Tuhan akan tiba. Kita semua, sejak dari zaman dahulu kala, sekarang maupun sampai akhir zaman, tidak akan ada yang dapat mengetahui kedatangan Tuhan Yesus Kristus di dunia untuk yang kedua kalinya.

Terkait dengan hal berjaga-jaga itu, Rasul Paulus mengingatkan kita sebagaimana ditulisnya dalam Surat 1 Korintus 16:13, yang demikian bunyinya: “Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!”  Secara tersirat, Rasul Paulus mengungkapkan bahwa dalam hal berjaga-jaga itu, hendaklah kita berdiri teguh dalam iman kepada-Nya, yaitu iman kita kepada Yesus Kristus, Tuhan kita, Anak Tunggal Allah Bapa, Mesias dan Juru Selamat kita.

Hendaklah kita bersikap sebagai laki-laki dan tetap kuat dalam iman percaya kita.

Oleh sebab itu, Firman Tuhan mengingatkan kita semua, supaya berhati-hati menjalani kehidupan kita pada zaman akhir. Agar kita waspada menjalani kehidupan kita di dunia yang fana. Supaya kita berjaga-jaga, karena kita tidak tahu kapan datangnya Hari Tuhan untuk melakukan penghakiman terhadap orang yang hidup dan orang yang mati.  Hendaklah orang-orang Kristen juga harus tetap waspada. Kedatangan-Nya tidak pernah dapat diketahui maka kita tidak dapat memprediksikannya. Setiap klaim akan hari dan waktu kedatangan Yesus adalah ajaran sesat. Karena itu, harus ditolak dan jangan dipercaya.

Rekan-rekan youth, jikalau saat ini kita disuruh untuk menunggu dan menanti kapan waktunya tiba maka pergunakanlah waktu yang ada ini untuk bisa memperbaiki diri kita, mengintropeksi kelakuan kita dan membenahi hidup kita untuk hidup seturut dengan Firman Tuhan. Sehingga ketika kedatangan Tuhan tiba untuk menghakimi yang ada di dunia ini, maka kita sudah siap.

Dan percayalah pada waktu yang tepat kepada setiap orang yang setia didalam Tuhan dan hidup kudus didalamNya, dia akan di tempatkan Allah ditempatnya yang kudus, karena ia telah dan sudah kembali dan bertobat didalam Tuhan sebab di dalam 2 Petrus 3:9 bahwa Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

Amin.  Tuhan Yesus Memberkati

RM – DOT

One thought on “MENUNGGU DENGAN WASPADA”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *