“Menyadari Rencana Tuhan”

March 4, 2021 0 Comments

Renungan Harian, Kamis 04 Maret 2021

Bacaan: II Raj 5:1-5 (Gadis kecil dirumah Naaman)

Dahulu kala, sering terjadi pertempuran antara Israel, negeri asal gadis itu, dengan orang Aram, negeri tetangga. (1 Raja 22:1) Suatu hari, orang Aram datang ke Israel dan menawan gadis cilik itu. Ia dibawa ke Aram dan dijadikan pelayan istri Naaman, panglima tentara Aram. Naaman menderita penyakit parah yang disebut kusta, yang bisa menyebabkan bagian-bagian tubuh seseorang terlepas. Pelayan cilik itu memberi tahu istri Naaman bagaimana suaminya bisa disembuhkan. Ia mengatakan, ’Jika Naaman berada di Samaria, nabi yang bernama Elisa bisa menyembuhkan penyakit kustanya.’ Nah, cara pelayan itu berbicara tentang Elisa meyakinkan Naaman bahwa sang nabi benar-benar bisa menyembuhkan dia. Maka, atas persetujuan Ben-hadad, raja Aram, Naaman dan beberapa pelayan mengadakan perjalanan jauh kira-kira 150 kilometer untuk menemui Elisa.

Setibanya Naaman di rumah Elisa bersama kuda serta keretanya, Elisa mengirim seorang utusan untuk memberi tahu dia, ’Mandilah tujuh kali di Sungai Yordan, dan engkau pun akan sembuh.’ Naaman marah besar. Ia berharap Elisa akan keluar menemuinya dan menggerak-gerakkan tangannya di atas kusta itu agar ia sembuh. Sebaliknya, yang keluar hanyalah utusan ini! Maka, Naaman berbalik dan pergi dengan marah.​—2 Raja 5:9-12.

Apa yang akan kamu lakukan andaikan kamu salah seorang hamba Naaman?​— Nah, para hambanya bertanya kepadanya, ’Seandainya Elisa  meminta engkau melakukan sesuatu yang sulit, bukankah engkau akan melakukannya? Maka, mengapa tidak melakukan hal sederhana ini​—mandilah dan jadilah tahir?’ Naaman mendengarkan saran mereka. Ia pun ”turun dan mulai membenamkan diri dalam Sungai Yordan tujuh kali . . . , setelah itu tubuhnya pulih seperti tubuh seorang anak kecil”.

Naaman kembali kepada Elisa dan mengatakan, ”Lihat, sekarang aku tahu bahwa tidak ada Allah di mana pun di bumi selain di Israel.” Ia berjanji kepada Elisa bahwa ia tidak akan pernah lagi ”mempersembahkan persembahan bakaran atau korban kepada allah lain mana pun selain Yehuwa”.​—2 Raja 5:13-17.

Mujizat yang terjadi dalam kehidupan Naaman diawali oleh kesaksian dari seorang gadis kecil, tidak disebutkan siapa namanya namun apa yang dikerjakan gadis tersebut membawa perubahan yang luar biasa dan menjadi kesaksian.

Ada beberapa hal yang dapat kita teladai dari gadis kecil ini:

1. Menerima rencana Tuhan

Gadis ini terpisah jauh dari keluarganya, bahkan mungkin keluarganya telah dibunuh oleh orang-orang Aram. Dia tinggal ditenggah bangsa yang menjadi musuh dan memiliki kepercayaan yang berbeda. Namun dia tidak larut dalam kesedihan, menyimpan dendam dan berusaha membalas dengan kejahatan. Yang terlihat dari kisah ini bahwa gadis ini dapat menerima setiap rencana Tuhan dalam hidupnya sekalipun itu pahit.

Yeremia 29:11, Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

2. Tetap berkelakuan baik

Jika kita perhatikan bahwa sarannya untuk membawa Naaman ke Samaria diterima oleh Istri Naaman itu artinya gadis ini selama membantu dirumah Naaman pastiah memiliki kelakuan yang baik, sikap yang baik sehingga tuannya mau mendengar perkataannya.

Yeremia 29:7, Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.

3. Bersaksi tentang Dia

Dan yang terpenting dari kisah ini adalah gadis ini mau bersaksi kepada tuannya. Ia tau dimanapun dia ditempatkan ia harus tetap menjadi saksi sehingga ada orang-orang yang belum mengenal Allah yang benar diubahkan sehingga memiliki pengenalan dengan Allah yang benar itu.

Yesaya 43:7, semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!”

Pagi ini kita belajar dari seorang gadis kecil dirumah Naaman, Tuhan bisa memakai siapa saja dan dalam situasi apapun bahkan hal yang kecil dan sederhana untuk menolong dan mengerjakan rencana-Nya didalam kehidupan kita.

Dalam situasi apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, kita perlu menyadari bahwa ada rencana Tuhan dalam hidup kita. Tuhan mau kita terus menjadi saksi-saksi-Nya di tengah orang-orang sedang menghadapi permasalahan hidup. Miliki cara hidup yang baik dan teruslah menjadi saksi-saksi Kristus.

CM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *