MURNI harus TERUJI

September 9, 2021 0 Comments

Renungan Harian Youth, Kamis 09 September 2021

Syalom rekan-rekan Youth, kiranya Tuhan memberkati dan menolong kita semuanya.

Ada orang yang susah kalau melihat orang senang ~ tetapi senang jika melihat orang lain susah. Sikap ini seringkali kita sebut orang yang sirik, iri hati dan hatinya tidak bersih dihadapan Allah. Hati yang murni adalah hati yang sudah teruji.

Tuhan selalu memberikan ruang untuk membentuk dan memurnikan hati kita. Kemurnian hati menjadi sebuah proses yang melekat dalam kehidupan kita sebagai anak-anak Tuhan. Karena kemurnian hati adalah proses menjadi serupa dengan Kristus. Firman Tuhan seringkali membahas pentingnya sikap hati atau kemurnian hati, bukan saja apa yang terlihat secara fisik.

Didalam sebuah situasi dalam kehidupan kita, kita harus sadari bahwa manusia tidak akan pernah tahu sikap hatinya yang sebenarnya, sebelum teruji dengan situasi negatif dalam kehidupannya. Apakah yang ada dalam hati kita ketika kita ditempatkan pada sebuah Situasi kita direndahkan, dikhinati, terdesak, tidak diperhitungkan dan disaat itulah kita bisa melihat diri kita sendiri. Bagaimana sikap hati kita dalam meresponi sebuah masalah? Inilah yang menentukan kedewasaan dan kemurnian hati kita.

Karena itulah jangan terburu-buru untuk menghakimi orang lain, percayalah bahwa Tuhan tidak pernah salah menempatkan orang-orang yang ada disekitar kita atau kejadian yang menimpa kita, Karena Tuhan terus membangun dan memproses kehidupan kita untuk semakin dimurnikan.

Amsal 16:2-3 Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati. Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.

Amsal diatas memberikan hikmat bagi kita semua bahwa TUHAN MENGUJI HATI. Ketika Tuhan mengijinkan banyak hal terjadi dalam kehidupan kita, ingatlah Tuhan selalu memiliki rencana.

TUHAN Menguji HATI, melalui situasi yang terjadi dan orang-orang disekitar kita untuk mengukur sikap dan kemurnian hati kita yang sebenarnya.

Mari kita melihat kehidupan SAUL dan DAUD, ketika Tuhan memurnikan hati … ada respon yang berbeda.

Respon Saul terhadap Ketaatan ditengah kemendesakan karena serangan orang Filistin yang tercatat dalam 1 Samuel 13 membuat Saul ditolak oleh Tuhan, karena dia tidak dengar-dengaran dengan perintah Tuhan dan kebenaran. Tindakan Saul untuk mempersembahkan persembahan Bakaran yang seharusnya tugas seorang Imam, dihadapan Tuhan bukan hanya kesalahan “prosedur pembakaran korban” tetapi sikap hati Saul yang Tidak Taat kepada Allah dan tidak percaya akan penyertaan Tuhan. Bahkan pada akhirnya hati Saul dipenuhi dengan kebencian kepada Daud karena kesombongan dan iri hatinya karena penyertaan Tuhan dalam kehidupan Daud.

Singkat cerita ketika Daud ada dalam pelarian karena dikejar Saul yang benci kepadanya, Dalam 1 Samuel 24, Daud mendapatkan kesempatan untuk membunuh Saul, namun Daud mengambil sikap hati dan respon yang berkenan kepada Allah. Daud tetap menjaga hatinya benar dihadapan Allah. Daud tetap memiliki integritas yang benar terhadap firman Allah. Namun Alkitab dengan jujur juga menceritakan kegagalan Daud, kisah pembunuhan uria dan perzinahan dengan Betsyeba terjadi bukan pada saat Daud dalam keadaan sulit, namun Daud dalam keadaan penuh dengan berkat dan kejayaan.

Ketika menghadapi segala keadaan diberkati atau dalam penderitaan – lihatlah respon didalam pikiran dan hati kita. Inilah perjuangan kehidupan kitya, Karena Emas yang baik adalah emas yang dimurnikan bukanlah bongkahan batu yang penuh dengan kotoran.

Pemurnian didalam kehidupan kita tidak hanya sekali tetapi Tuhan akan terus memurnikan kehidupan kita.

Karena itu betapa kita perlu terbuka dengan setiap tuntunan dan dorongan dari Roh Kudus setiap waktu, agar kehidupan kita semakin murni dan selaras dengan Firman Tuhan. Roh Kudus akan memberikan kita hikmat untuk menilai segala keadaan yang ada, Roh Kudus yang akan menuntun kita untuk memberikan respon sikap hati yang benar dalam segala situasi dan keadaan yang terjadi dalam kehidupan kita.

Ibrani 10:22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.

Komitmenku hari ini

Ketika ada hal negatif terjadi dalam kehidupan ini, jangan jadikan hal-hal tersebut untuk menjatuhkan kita tetapi sebaliknya jadikan  itu kesempatan untuk bertumbuh dan semakin dimurnikan

Tuhan Yesus memberkati

YNP – SCW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *