P H P (Pemberi Harapan Pasti)

September 8, 2021 0 Comments

Renungan Harian, Rabu 08 September 2021.

Bacaan :  Roma 5:1-8

Ada seorang anak kecil sedang menangis karena baru dicabut gigi, maka orang tua memberikan kepadanya harapan. Nanti kalau sudah sembuh giginya, kita pergi jalan-jalan dan nanti papa/mama kasih uang Rp.100.000 untuk beli mainan. Anak itu kemudian berbahagia untuk sementara waktu., sebab memiliki pengharapan nanti akan mendapatkan mainan yang bagus.

Apakah ini sebuah tipuan terhadap anak kecil itu untuk mendapatkan kebahagiaan? Tergantung, siapa yang memberi janji.

Kalau yang memberi janji memang berniat hanya untuk membohongi anak nya, maka pengharapan itu adalah tipuan untuk memberikan kebahagiaan sementara kepada anak itu.

Tetapi kalau orang tua yang memberikan pengharapan adalah orang tua yang bermaksud menepati janjinya, maka anak itu bukan mendapatkan kebahagiaan sementara saat itu saja, melainkan juga akan mendapatkan kebahagiaan pada saat mainan itu diberikan kepadanya.

Seperti ini jugalah dengan kehidupan manusia. Jikalau dalam penderitaaannya sekarang, manusia mengharapkan kelak mendapatkan kebahagiaan namun dasar pengharapannya tidaklah kuat atau kepada siapa dia berharap tidaklah jelas, maka kebahagiaannya itu, hanyalah tipuan, atau hanya kebahagiaan sementara pada saat itu saja.

Harapan adalah mengenai sebuah janji. Bagi orang kristen, pengharapan selalu bergantung kepada Allah yang dapat diandalakannya, kepada pribadi yang membuat janji itu.

Pengharapan terletak kepada seorang Pribadi. Pribadi ini adalah Mesias. Pengharapan kristen adalah sebuah harapan dengan Tuhan sebagai dasar pengharapan.

¤Ada orang yang berpikir bahwa pengharapan itu bersumber pada dirinya sendiri. 

¤Ada juga orang yang berpikir bahwa pengharapan itu bersumber pada kebaikan hati orang lain.

¤Ada yang berharap pada apa yang disebut nasib

Kita tidak bisa menjadikan diri sendiri, orang lain dan nasib sebagai sumber pengharapan. Semuanya itu sangat rapuh. Ketika kita sudah tidak punya lagi sumber-sumber yang bisa diharapkan, kita tetap masih punya pengharapan. Walaupun tidak ada lagi manusia yang bisa diharapkan, bahkan termasuk diri kita, kita tetap masih punya pengharapan di dalam Tuhan.

Jadi pengharapan kristen adalah sebuah pengharapan yang diletakkan kepada Tuhan, bahkan walaupun segala sesuatunya sudah nampak mustahil bagi manusia.

Misalnya, dalam peristiwa Abraham, tidak ada satupun situasi yang mendukung dimana Abraham dapat mengharapkan akan memiliki anak. Sarai sudah tidak bisa diharapkan karena sudah mati haid, bahkan dirinya pun sudah tua. Abraham sendiri berkata “Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?”(Kej 17:17).

Tetapi karena Abraham percaya kepada Allah, dia dapat percaya di dalam pengharapan. Roma 4:18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”

Inilah yang kita sebut sebagai pengharapan Alkitabiah. Berharap kepada Allah, walaupun tidak ada lagi manusia yang bisa diharapkan, termasuk diri kita. Ini bukan ilusi, bukan tipuan, bukan mimpi. Kita tidak memiliki sumber pengharapan yang lain, kecuali di dalam Allah saja.

Pengharapan Alkitabiah, adalah sebuah kepercayaan kepada Allah yang hidup, yang bertindak dan intervensi di dalam kehidupan manusia dan yang dapat dipercaya akan menggenapi janjiNya.

“Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.” Ibrani 10:23

Pengharapan akan membuat kita melakukan sesuatu sekarang ini, sesuai dengan pengharapan kita. Pengharapa memang masih ada di depan, tetapi imannya sudah bertindak sekarang ini.

Jika kita mengatakan kita punya pengharapan kepada Allah, namun kita saat ini putus asa, itu artinya, kita tidak punya pengharapan. Pengharapan akan mengubah kita saat ini untuk tidak putus asa.

Roma 15:13 “Semoga Allah sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan”

Tuhan Memberkati

CM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *