PEDULI LINDUNGI

October 27, 2021 0 Comments

Renungan Harian Youth, Rabu 27 Oktober 2021

Yakobus 4:17, Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Hallo rekan-rekan youth,salam sehat selalu, Gimana kabarnya?  Semoga kita semua selalu ada dalam lindungan kuasa Tuhan Yesus Kristus!  Saya mau bertanya nih teman-teman! Kira-kira kalian semua sudah install aplikasi peduli lindungi belum? Sudah tahu kan kalo aplikasi ini penting untuk mobilitas kita selama masa pandemi?  Jangan sampai kita gak care dengan diri kita sendiri dan orang-orang disekitar kita lho ya guys.

Nah, berbicara mengenai kata “Peduli” dan “Lindungi,”  kita semua tahu ini adalah kata sifat yang menunjukkan bahwa kita perlu untuk memperhatikan, baik diri kita sendiri maupun orang lain.  Kata ini juga mendorong kita untuk berhati-hati dan waspada terhadap hal-hal yang tidak kita inginkan.

Beberapa hari yang lalu, menurut VOA Indonesia, Seorang laki-laki didakwa memerkosa seorang perempuan di dalam kereta komuter di luar kota Philadelphia, AS. Pihak berwenang katakan laki-laki itu melecehkan korban selama lebih dari 40 menit. Sementara penumpang lainnya dilaporkan terlihat mengarahkan handphone mereka seperti untuk merekam pelecehan tersebut – tanpa mengambil tindakan untuk menghentikannya.

Pakar Psikologi Prof. Elizabeth Jeglic, mengatakan fenomena ini disebut sebagai ‘bystander effect.’ Lebih jauh menurutnya, semua orang berpikir bahwa akan ada orang lain yang melakukan sesuatu, sehingga mereka sendiri tidak perlu.  Pada akhirnya justru tidak ada seorang pun yang lakukan apa-apa.  Menurut Jeglic, penelitian yang lebih baru menunjukkan dalam keadaan ekstrem, 90% kasus yang dipelajari menunjukkan orang lakukan intervensi, sehingga Jeglic menilai insiden di Kereta di Philadelphia itu ‘agak menyimpang.’

Mungkin dalam sisi hak asasi manusia, kita mungkin dapat berkata bahwa kejadian ini adalah sebuah pelanggaran terhadap kehidupan manusia.  Namun, mari kita melihat ke dalam Firman Tuhan, bahwa didalam II Timotius 3:2, “Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,.”

Menurut apa yang telah dikatakan oleh Firman Tuhan, keadaan yang terjadi di kereta tersebut merupakan kondisi manusia yang sudah acuh tak acuh dengan kondisi sekitarnya.  Rasa Peduli dan memberikan perlindungan bagi orang lain menjadi sangat mahal karna untuk seseorang mendapatkan suatu pertolongan, orang tersebut harus menunggu yang berwajib untuk menolongnya.  Coba renungkan teman-teman, betapa pedihnya hati kita seandainya terjadi kepada kita sendiri atau orang-orang yang dekat dengan kita.

Rekan-rekan youth, Kita diajar, dalam seluruh perilaku kita, untuk bertindak sesuai dengan apa yang kita yakini, dan entah kita berhadapan dengan Allah atau manusia, kita harus memastikan bahwa kita tidak pernah melakukan hal yang bertentangan dengan apa yang kita sendiri ketahui (Yakobus 4:17): Jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa. Dosa itu menjadi lebih berat. Itu berarti berdosa di depan saksi. Itu juga berarti memiliki saksi yang paling memberatkan melawan hati nurani sendiri.   Coba kita cermati dua hal ini:

1. Hal ini berhubungan langsung dengan pelajaran sederhana yang mengatakan, jika Tuhan menghendakinya, kami akan berbuat ini dan itu. Mungkin mereka siap berkata, “Ini sungguh jelas sekali. Siapa yang tidak tahu bahwa kita semua ber gantung pada Allah yang Mahakuasa untuk hidup dan nafas dan segala sesuatu?” Maka dari itu ingatlah,

jika memang kamu tahu ini, setiap kali kamu melakukan hal yang tidak sesuai dengan itu dan tidak bergantung kepada-Nya, bahwa jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa, maka dosanya itu lebih berat.

2. Kelalaian, seperti halnya pelanggaran, adalah dosa yang akan dihakimi. Orang yang tidak melakukan kebaikan yang dia ketahui harus dilakukannya, seperti juga orang yang melakukan kejahatan yang dia ketahui tidak boleh dilakukannya, akan dihukum. Oleh karena itu, marilah kita betul-betul memastikan bahwa hati nurani kita mendapat pengetahuan yang benar, maka barulah kita bisa mematuhinya senantiasa dengan setia. Sebab, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah. Tetapi jika kita berkata bahwa kita melihat, namun tidak bertindak sesuai dengan apa yang kita lihat, maka tetaplah dosa kita (Yoh. 9:41).

Rasul Yakobus tampaknya tahu bahwa memikirkan dan membicarakan perbuatan baik, jauh lebih mudah disbanding melakukannya.  Sebab itu, ia mengingatkan pembacanya untuk hidup berdasarkan pengetahuan mereka tentang kebenaran.  Bila orang tahu bahwa ia harus berbuat baik, tetapi tidak melakukannya, ia berdosa!

Bagai dua sisi dalam satu keping mata uang, orang bukan hanya harus menghindari perbuatan salah, tetapi harus juga melakukan yang benar.

Rekan-rekan youth, jangan sampai aplikasi peduli lindungi ini hanya kita install di dalam Hape kita, namun jauh lebih penting di dalam Hati kita kita memiliki rasa peduli dan memberikan perlindungan bagi kita dan untuk orang-orang di sekitar kita.

Amin
Tuhan Yesus Memberkati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *