Perisai Iman

December 28, 2021 0 Comments

Renungan Harian, Selasa 28 Desember 2021

Efesus 6:16, Dalam segala keadaan perguankanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat.

Syalom Bapak Ibu yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus . . . .

Paulus dengan peka mengajar dan menyadarkan setiap anak Tuhan bahwa di tengah dunia ini Kekristenan harus berhadapan dengan musuh tak terlihat yaitu Iblis sebagai penguasa kerajaan angkasa dan sumber roh kegelapan yang berusaha membinasakan manusia dengan menggunakan cara licik, terselubung, tersamar serta tersembunyi sehingga sulit untuk segera diantisipasi. Musuh semacam ini lebih berbahaya daripada musuh yang terlihat. Karena itu, setiap orang Kristen dituntut untuk menggunakan perlengkapan rohani agar mampu bertahan.

Bagi Paulus, perisai iman merupakan salah satu perlengkapan penting yang dapat memberi kekuatan karena iman Kristen sejati itu sendiri sangat solid dan kokoh hingga dapat dijadikan sebagai pertahanan terkuat yang sanggup mematahkan semua intimidasi dari si jahat, sehingga kita tetap beriman kepada Kristus.

Ada beberapa hal yang membedakan antara iman Kristen sejati dengan iman lain termasuk Kekristenan yang salah:

Iman Kristen sejati tidak berasal dari diri manusia sendiri tetapi merupakan pemberian Tuhan.

Dengan kata lain, seseorang memiliki iman Kristen bukan sebagai hasil pilihan bijaksana atau kepercayaannya sendiri tetapi merupakan kemungkinan yang Tuhan berikan untuk dapat mempercayai kebenaran Firman-Nya. Jadi, iman Kristen tidak disandarkan pada keyakinan, pertimbangan logis dan keputusan subyektif. Ironisnya, di jaman sekarang banyak orang beragama menganggap bahwa iman adalah keyakinannya. Maka semakin ia percaya, kemungkinan untuk dapat mewujudkan segala keinginan pribadinya makin besar. Konsep ini tidak dapat dibenarkan. Jika iman dibangun di atas diri dan keyakinan pribadi, itulah iman yang tidak sah dan mengambang karena ditegakkan dengan fondasi atau landasan yang mengapung yaitu diri sendiri. Iman semacam ini merupakan iman palsu yang tidak mampu bertahan di dalam segala keadaan. Alkitab mengajarkan bahwa manusia berdosa yang seharusnya binasa dan dibuang dari hadapan Tuhan, telah diselamatkan melalui iman sejati sebagai anugerah kasih karunia dan bukan sebagai hasil usahanya sendiri. Jadi, setiap anak Tuhan adalah umat pilihan Allah sendiri

Efesus 2:8-10, Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, Itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup didalamnya.

Jika seseorang menjadi percaya karena kondisi tertentu maka suatu saat ia dapat berganti kepercayaan karena pertimbangannya telah berubah dan tidak dapat dimutlakkan.

Iman Kristen sejati akan kembali menghubungkan antara manusia dengan Allah.

Iman tersebut akan membawa seluruh keberadaan integritas Allah ke dalam diri manusia sehingga tidak tergantung pada logika yang lemah tetapi justru menjadi gambaran pertanggungjawaban kepada Tuhan dan sesama mengenai seluruh pengertian iman dan pengharapan. Untuk itu betapa penting bagi kita untuk membangun iman kita diatas dasar yang benar dan kokoh. Agar iman kita tidak mudah digoyah oleh segala situasi yang terjadi didalam kehidupan kita.

Kita semua tentu tahu dan sudah sangat sering mendengar tentang kisah hidup ayub dalam khotbah-khotbah di gereja. Ayub adalah orang yang memiliki relasi yang sangat erat dan iman sejati kepada Tuhan, walaupun si jahat selalu terus menerus berusaha untuk menjatuhkannya, bahkan dengan memanfaatkan ketiga temannya yang terlihat ikut prihatin dengan keadaan ayub pada waktu itu. Dalam keadaan kritis seperti itu, Ayub tetap tak bergeming bahkan ia menjadi marah dengan mengatakan didalam

Ayub 27: 2,5-6

“Demi Allah yang hidup, yang tidak memberi keadilan kepadaku, dan Yang Maha Kuasa, yang memedihkan hatiku, aku sama sekali tidak membenarkan kamu! Sampai binasa aku tetap mempertahankan bahwa aku tidak bersalah. Kebenaranku kupegang teguh dan tidak kulepaskan; hatiku tidak mencela seharipun dari pada umurku”

Inilah suatu pertahanan iman Kristen walaupun ia belum mengalami pemulihan bahkan mungkin akan menderita seumur hidupnya, namun ia memilih untuk tetap beriman kepada Tuhan.

Bapak/Ibu dan saudara yang dikasihi Tuhan, dalam hitungan hari, kita akan meninggalkan tahun 2021 dan akan memasuki tahun baru yaitu tahun 2022. Marilah kita membangun perisai iman kita lebih lagi didalam Tuhan, sehingga apapun yang terjadi ditahun baru yang akan datang, iman kita tetap teguh dan tidak goyah, sekalipun banyak badai, rintangan, ujian dan cobaan yang harus kita lalui, tetapi kita percaya dengan iman kita, bahwa DIA, YESUS KRISTUS Tuhan dan Raja kita, tidak akan pernah meninggalkan kita sedetikpun. Jangan takut untuk beriman kepada Tuhan dalam keadaan yang sulit sekalipun, karena Tuhan tetap mampu memberikan yang terbaik, walaupun keadaan yang kita lalui itu sulit.

Yakobus 1:6, Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.

Jangan biarkan keadaan buruk yang terjadi disekeliling kita, mempengaruhi iman kita menjadi bimbang, tetapi tetaplah berfokus untuk beriman hanya kepada Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

YG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *