Renungan Harian Selasa, 11 Mei 2021

Ayat Bacaan : Yohanes 2 : 1-11

Syalom  … Waktu berjalan begitu cepat namun kondisi sepertinya belum terlihat membaik namun kita percaya bahwa pertolongan Tuhan begitu ajaib bagi setiap kita yang percaya kepada-Nya.

Kita akan melihat satu perikop dalam Alkitab yaitu dalam kitab Yohanes 2 : 1 – 11, yang menceritakan bagaimana Tuhan Yesus membuat mujizat yang pertama yaitu mengubah air menjadi anggur pada satu perkawinan di Kana.  Pada banyak kesempatan pertolongan Tuhan diawali dengan kehabisan, bahkan mujizat pertama Yesus diawali dengan keputusasaan. Karena pada waktu itu keadaannya benar benar sangat mengkhawatir, sebab anggur habis disaat pesta masih berlangsung.

Yohanes 2 : 1 – 3, Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.

Ada keadaan yang terjadi di mana pada jamuan perkawinan di Kana tersebut mereka kehabisan anggur untuk menjamu tamu-tamu. Ada kata kehabisan yang dialami sebelum Tuhan Yesus memberikan pertolongan-Nya. Mungkin saat ini kita mengalami banyak kehabisan sehingga membuat kita putus asa karena tidak tahu apa yang harus dilakukan, namun percayalah dari kehabisan ini kita dapat mengalami mujizat Tuhan. Kata habis mengajarkan kita banyak hal yaitu percaya sepenuhnya, berharap dan bersandar hanya kepada Tuhan sebab tidak ada lagi yang dapat kita lakukan. 

Dan pada hari ini, ada 3 hal yang Tuhan mau ajarkan lewat kisah perkawinan di Kana, yaitu;

1. Pertolongan Tuhan, tepat pada waktunya

Yohanes 2 : 3 – 7 , Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.” Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu ? Saat-Ku belum tiba.” Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan merekapun mengisinya sampai penuh. 

Yesus menghadiri pesta perkawinan dengan ibunya, dan ibunya mengetahui keadaan yang terjadi saat itu, yaitu kehabisan anggur. Ibu Yesus mencoba memberitahu namun Yesus berkata bahwa saatnya belum tiba. Sikap utama yang menentukan pertolongan Tuhan adalah ketaatan. Pengerja di pesta menuruti apa yang Yesus katakan untuk mempersiapkan tempayan-tempayan dan mengisinya dengan air. Ketaatan dapat dilakukan karena iman kita kepada Tuhan. Sama seperti yang dilakukan oleh Abraham saat diminta Tuhan untuk mempersembahkan anaknya, Ishak.

Ibrani 11 : 8a & 17 “Karena iman Abraham taat, Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal,” Kadangkala sebagai manusia kita ingin mencoba banyak hal namun pertolongan Tuhan selalu datang tepat waktunya.

2. Pertolongan Tuhan, tidak dapat dibatasi keadaan dan situasi kita

Yohanes 2 : 9 – 10, Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu–dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya–ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.

Pemimpin pesta sampai mengatakan bahwa anggur yang disajikan berkualitas baik sampai akhir pesta. Menurut siklus untuk menghasilkan anggur yang baik dibutuhkan sekitar 10-30 tahun, namun saat Tuhan Yesus turun tangan, Dia melakukan pertolongan yang ajaib, ada percepatan terjadi, mengubah air menjadi anggur, dari yang tidak ada menjadi ada. Walaupun keadaan tampak tidak baik dan tidak mungkin, namun Tuhan Yesus sanggup membalikkan keadaan.

3. Pertolongan Tuhan, membawa kemuliaan Tuhan

Yohanes 2 : 11, Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

Segala sesuatu dikembalikan untuk memuliakan nama Tuhan, apa yang Tuhan Yesus kerjakan dalam mujizat dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib pasti kembali untuk memuliakan nama Tuhan. Kita seringkali menghendaki pertolongan Tuhan sesuai dengan waktu kita, seringkali kita bertanya kapan Tuhan, bahkan cenderung memaksa Tuhan.

Pertolongan Tuhan ada dalam kedaulatan-Nya, jadi mari menantikan pertolongan Tuhan yang berarti menikmati kedaulatan Tuhan. Bukan memaksakan kehendak kita, memberitahu Tuhan, atau berusaha untuk meminta percepatan agar pertolongan itu segera terjadi atas kita. Kita belajar menjadi umat yang dewasa secara rohani.

Jangan hilang harapan karena pertolongan Tuhan selau ada bagi yang berharap kepada-Nya, sebab Dia adalah Jehova Jireh, Allah yang menyediakan. Dan yang terpenting adalah, kerjakan bagian kita, dan Tuhan akan mengerjakan bagianNya.

Efesus 3 : 20, Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,” 

Tuhan Yesus Memberkati

YG