“Roh Kudus dalam Hidup Kita”

May 19, 2021 0 Comments

Renungan Harian Rabu, 19 Mei 2021

Bacaan: Kisah Para Rasul 1:4-5

“Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya —”telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”

Shalom bapak, ibu dan saudara yang terkasih.  Dalam tradisi Gereja Aliran Pentakosta, hari dimana kurang lebih 2000 tahun yang lalu 120 orang murid menantikan janji Bapa yaitu Roh Kudus.  Kita mengingat kembali bagaimana murid-murid bertekun dan sehati berdoa bersama kepada Bapa, menantikan baptisan Roh Kudus (Kisah Rasul 1:12-14).  Mengapa Tuhan Yesus menekankan dengan sungguh-sungguh mengenai pentingnya para murid dipenuhi Roh Kudus?  Bahkan dalam perbincangan menjelang penangkapannya, Yesus menjelaskan tentang pribadi Roh Kudus kepada mereka (Yohanes 14,16).

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih, hari ini kita akan belajar bersama, apakah peran Roh Kudus dalam hidup orang percaya berkaca dari peran Roh Kudus dalam kehidupan para murid. 

Peran Roh Kudus dalam hidup orang percaya, diantaranya;

1. Memberikan Keberanian untuk Bersaksi tentang Yesus.

[KPR 2:14] Ada perbedaan yang menonjol dari para Rasul setelah mereka dipenuhkan dengan Roh kudus.  Bukti pertama adalah bagaimana Petrus setelah peristiwa dipenuhkannya 120 orang murid dengan Roh Kudus di loteng Yerusalem dengan berani berkhotbah dan membantah tuduhan orang yang melihat peristiwa tersebut yang mengatakan bahwa murid-murid mabuk oleh anggur, Mereka memperingati hari Pentakosta – Hari ke 50 setelah Paskah. 

Hari Pentakosta dalam tradisi Perjanjian Lama adalah hari memperingati pemberian 10 hukum Tuhan dan Perayaan syukur karena panen gandum yang dilakukan setelah 49 hari yakni hari ke 50. Hari Pentakosta juga di sebut hari raya 7 minggu/ Pesta panen / harvest festival mereka di tuduh mabuk karena perayaan tersebut.  Jadi sebenarnya tuduhan orangyahudi sebenarnya sangat beralasan. Tetapi jam dimana mereka dipenuhkan dengan Roh Kudus langsung dpt mematahkan opini tersebut.  Masa jam 9 pagi orangsudah pada mabuk. Terlalu dini bagi orang Yahudi ortodoks untuk minum anggur.  Jam 9 adalah waktu korban harian pagi di Bait Suci.  Satu waktu doa khusus bagi orang Yahudi.  Jadi adalah sesuatu yang tidak mungkin jika pada jam itu ada orang Yahudi yang mabuk oleh anggur.

Setelah dipenuhkan Roh Kudus, para murid dengan berani menyampaikan pernyataan yg sama sekali berbeda dengan mereka yang dahulu.  Dihadapan sidang imam besar Yahudi mereka berkata; “sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar.” (KPR 4:20)  Dalam KPR 4:29 para Rasul berdoa memohon keberanian memberitakan Injil. Dan di ayat 31 mereka dilawat oleh Roh Kudus dan memberitakan Firman Tuhan dengan berani.

2. Roh Kudus memberdayakan orang percaya untuk melayani.

“ROH KUDUS memberi kita kuasa untuk bersaksi dan untuk melayani, seperti dijanjikan. Sungguh sia-sia apabila kita berusaha melayani Allah tanpa kuasa atau kekuatan Roh Kudus. Bakat, pendidikan, dan pengalaman tidak dapat menggantikan kedudukan kuasa Roh Kudus.” – Warren W Wiersbe

Roh Kudus yang ada dalam pribadi 12 orang Rasul tersebut,  memberdayakan potensi yang ada dalam diri mereka.  Mereka yang memiliki latar belakang orang yang tidak menonjol, mereka adalah orang biasa, tetapi karena Roh Kudus dalam diri mereka, mereka menjadi orang-orang yang menggoncangkan dunia dengan berita Injil yang mereka bawa.  Bukan hanya dalam diri murid-murid, bahkan orang percaya mula-mulapun memiliki gaya hidup yang baru yang diberdayakan oleh pribadi Roh Kudus yang ada dalam kehidupan mereka.  KPR 4:32-37 mencatat bahwa jemaat hidup dalam kasih karunia yg berlimpah-limpah. Mereka diberdayaka  oleh Roh Kudus untuk melayani org lain, padahal mereka sendiri ada di tengah  tekanan dr guru-guru yahudi.

“MENCOBA untuk melakukan pekerjaan Tuhan dengan kekuatan sendiri adalah yang paling membingungkan, melelahkan, dan membosankan dari semua pekerjaan. Tetapi bila Anda dipenuhi dengan Roh Kudus, maka pelayanan Yesus-lah yang mengalir keluar dari Anda.” Corrie Ten Boom

3. Roh Kudus sebagai Penolong.

Yohanes 14:16 “… IA akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya IA menyertai kamu selama-lamanya.”

Kata “Penolong”  dalam bahasa aslinya secara literal dapat dipahami sebagai seseorg yang dipanggil untuk berada disamping kita, terutama saat dibutuhkan.  Konteks asli kata ini muncul di : ruang sidang.  Tidak heran jika “Penolong” dapat diterjemahkan juga sebagai advokat yang membantu, membela kita dan bicara atas nama kita dalam persidangan.  Roh Kudus melampaui hanya sekedar advokat biasa.  DIA adalah Pembela yang selalu siap membantu baik sebelum ataupun sesudah persidangan. IA memberi nasehat dan mempersiapkan kita sebelum dan sesudah persidangan. 

4. Roh Kudus sebagai Penghibur.

Dalam Yohanes 14:26 menuliskan bahwa Roh Kudus adalah penghibur yang mengajarkan segala sesuatu dan mengingatkan apa yang telah Tuhan Yesus ajarkan dan teladankan.  Oleh sebab itu, tantangan apapun yg murid2 atau para Rasul hadapi, mereka hadapi dengan berani sekalipun nyawa yang menjadi taruhannya. 

Bapak, ibu dan Saudara sekalian, apa yg kita hadapi mungkin berbeda dengan apa yg para Rasul hadapi.  Akan tetapi dalam hidup tantangan akan selalu ada.  Kita memerlukan Roh Kudus dalam kehidupan kita, terbukalah dengan pribadi Roh Kudus.  Berikanlah ruang bagi Roh Kudus memberdayakan hidup kita semua untuk memberitakan kabar baik, injil keselamatan dalam Yesus Kristus apapun tantangan ataupun resikonya.  Mintalah selalu kesempatan dan waktu yg berharga dimana kita dapat menyaksikan tentang Kasih Yesus yang besar, dan bahea hanya Yesuslah satu-satunya juru selamat.  Percayalah, jika setiap kita dipenuhkan dg Roh kudus, maka setiap kita akan dipakai Tuhan menjadi alat yg luar biasa didalam tangan-Nya.

Dalam catatan Perjanjian Baru, peran Roh Kuduslah yang menonjol dalam hidup orang percaya dan seluruh gereja Tuhan.  Tidak ada yang dapat para Rasul buat tanpa Roh Kudus dalam kehidupan mereka.

Demikian juga dengan kita, Marilah kita senantiasa terbuka kepada Pribadi Roh Kudus dan selalu mengijinkan DIA berkarya dalam hidup kita. Memberdayakan potensi terbaik yang ada dalam diri kita untuk kemuliaan-NYA.

Tuhan Yesus memberkati.

DS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *