“Sebuah Keranjang”
Bacaan: Kisah Para Rasul 9:19-31
Nats: Kisah Para Rasul 9:25, “Sungguhpun demikian pada suatu malam murid-muridnya mengambilnya dan menurunkannya dari atas tembok kota dalam sebuah keranjang.
Syalom Bapak Ibu Saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus.
Dari pembacaan Firman Tuhan kita hari ini khususnya dalam ayat yang ke 25 dijelaskan bahwa Paulus diselamatkan dengan sebuah keranjang. Pada jaman itu keranjang biasanya dibuat dari bahan tanaman papirus. Tentu saja yang digunakan untuk menyelamatkan Paulus adalah keranjang dengan ukuran besar atau biasa disebut dengan bakul (Mat 15:37). Keranjang seperti itu biasanya juga digunakan untuk tempat pakaian.
Keranjang tetap saja dianggap sesuatu yang sederhana dan sepele, walaupun banyak kegunaan dan fungsinya. Keranjang bukanlah barang mewah yang bernilai tinggi dimata orang, namun siapa sangka sebuah keranjang dipakai Tuhan untuk menolong seorang rasul yang luar biasa seperti Paulus. Dengan keranjang tersebut, murid-muridnya menurunkan Paulus dari tembok kota dan menyelamatkannya dari usaha pembunuhan oleh orang-orang Yahudi.
Bila kita membaca Alkitab, maka kita akan menemukan bahwa keranjang kerapkali dipakai sebagai sarana untuk kejadian yang luar biasa. Cerita mengenai Musa yang disembunyikan dalam sebuah keranjang yang sejenis sehingga Musa lolos dari pembunuhan yang dilakukan oleh Firaun kepada seluruh bayi lelaki orang Isarel. Ada kemungkinan juga peristiwa penyelamatan dua pengintai yang dilakukan Rahab juga menggunakan sebuah keranjang. Demikian juga dengan Mikhal yang menurunkan Daud sehingga terhindar dari pembunuhan oleh Saul. Luar biasa, sebuah keranjang dapat dipakai Tuhan untuk menyelamatkan tokoh-tokoh hebat dalam Alkitab.
Apabila kita merenungkan kehidupan ini, kita akan menemukan bahwa:
Tuhan bisa memakai hal-hal kecil atau orang-orang yang dianggap remeh untuk menjadi alat ditanganNya, baik untuk menolong ataupun memulihkan keadaan seseorang.
Ada barang-barang disekitar kita yang secara umum dianggap sebagai barang yang sepele dan cenderung diremehkan. Namun, seringkali Tuhan memakai barang-barang tersebut untuk menolong orang percaya ketika menghadapi kesulitan hidup. Contohnya adalah kardus bekas atau gelas bekas air mineral dalam kemasan. Barang-barang tersebut hanyalah sampah bagi sebagian besar orang. Namun sadarkah kita bahwa bagi para pemulung, kardus bekas dan gelas p;astik bekas tersebut merupakan sesuatu yang sangat berarti. Barang-barang tersebut adalah sumber penghasilan mereka sehari-hari, bahkan menjadi sesuatu yang membuat mereka dapat bertahan hidup. Karena itu, sebagai manusia kita tidak boleh sombong atau menganggap remeh barang-barang yang nampaknya sederhana dan sepele.
Demikian pula dengan orang-orang sederhana yang ada disekitar kita. Sering pula seseorang menganggap rendah sesamanya manusia yang secara status sosial dianggap rendah atau dibawah orang tersebut. Seperti yang sering terjadi dalam perlakuan seorang majikan terhadap asisten rumah tangganya dimana kerap terjadi sikap merendahkan.
Jangan sekali-kali meremehkan mereka, sebab bisa jadi suatu saat Tuhan memakai mereka untuk menolong hidup kita. Mari kita selalu berpikir positif terhadap barang maupun orang yang sederhana.
Jangan remehkan hal-hal kecil yang ada di sekitar kita. Hargai dan perlakukan mereka sama seperti kita memperlakukan barang atau orang yang istimewa dalam hidup kita.
“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.” (Lukas 16:10a)
Tuhan Yesus memberkati.
CM