“Selalu bikin Alasan”

May 7, 2024 0 Comments

Renungan harian Anak, Selasa 07 Mei 2024

Syalom adik-adik semuanya, salam sehat buat kalian … semoga adik-adik tetap semangat. Ada adik-adik yang sedang ujian juga ya hari ini, kakak doakan kalian bisa menghadapi ujian kalian dengan baik.

Adik-adik siapa disini yang kesekolah sering terlambat? Kalo terlambat apa yang kalian pikirkan? Hmmm pasti memikirkan alasan yang pas supaya tidak dimarahi bukan?

Riko kembali terlambat datang ke sekolah. Pak Joni, penjaga sekolah, sudah menutup pintu gerbang. Riko memohon kepada Pak Joni agar diberi izin masuk sekolah. “Tolong buka pintunya, Pak. Tadi ban sepeda saya kempis di tengah jalan,” pintanya. Pak Joni menjawab, “Maaf ya, ini sudah aturan sekolah. Bukannya kemarin saya sudah memberimu kesempatan masuk sekolah walaupun terlambat? Saya heran, kok kamu selalu memberikan alasan yang sama?” Riko merasa kehilangan semangat setelah mendengar perkataan Pak Joni. Dan sebagai hukumannya baru bisa masuk setelah jam pertama pelajaran dengan membawa buku Tata Tertib.

Adik-adik, tahukah kamu bahwa orang yang suka memberikan alasan sebenarnya sedang membiasakan diri untuk berbohong atau berdusta? Mereka menciptakan alasan untuk menutupi kesalahan yang mereka buat agar terhindar dari tanggung jawab. Ada siswa yang mendapat nilai buruk dan mengklaim bahwa soalnya belum pernah diajarkan oleh guru, padahal sebenarnya mereka malas belajar. Dan seringkali yang terjadi alasan dan kebohongan itu ternyata tidak menyelesaikan masalah bahkan bisa menambah masalah yang lebih besar lagi.

Adik-adik jangan suka bikin alasan. Apakah kamu pernah merasa tergoda untuk memberikan alasan ketika melakukan kesalahan? Mungkin kamu merasa takut atau malu untuk mengakuinya. Namun, kita harus ingat bahwa membuat alasan bukanlah tindakan yang baik. Tuhan menginginkan kita untuk jujur dan bertanggung jawab atas perbuatan kita. Ketika kita membuat alasan, sebenarnya kita sedang berusaha menutupi kesalahan kita. Padahal, mengakui kesalahan adalah langkah pertama menuju perbaikan. Ketika kita jujur tentang kesalahan kita, kita bisa belajar dari kesalahan itu dan menjadi lebih baik kedepannya. Diperlukan kerendahan hati untuk mau jujur dan tidak membuat-buat alasan ketika bersalah, namun dengan kejujuran itu kita akan menjadi anak yang lebih baik lagi dan bisa dipercaya oleh banyak orang.

Selamat menjalani hari dengan jujur dan bertanggung jawab, Adik-adik! Tuhan Yesus pasti akan menolong kita semuanya.

Ayat Hafalan

Pengkhotbah 5:5a, Janganlah mulutmu membawa engkau ke dalam dosa, dan janganlah berkata di hadapan utusan Allan bahwa engkau khilaf.

Komitmenku hari ini

YNP – KCP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *