“TETAP HIDUP DIDALAM KRISTUS”

June 18, 2021 0 Comments

Renungan Harian Youth, Jumat 18 Juni 2021

Syalom rekan-rekan youth, kiranya rekan-rekan semuanya dalam keadaan sehat dan baik semuanya … Amin.

Rekan-rekan pernah ga makan ikan asin? Ya sebagai orang Indonesia tentunya Sebagian besar kita pernah makan ikan asin. Nah rekan-rekan tahu ga kalian bahwa ikan asin ini ternyata bukan ikan segar yang langsung didapat dari laut kemudian dimakan tetapi ikan asin adalah hasil dari proses pengawetan dengan penambahan garam. Dan yang menarik tahukah rekan-rekan bahwa sebenarnya daging ikan laut itu sebenarnya tidak asin? Memang, secara logika, ikan laut seharusnya asin karena air laut yang asin. Tapi mengapa ikan laut tidak asin? Ternyata ikan mampu memisahkan garam dari air laut yang masuk dalam tubuhnya, karena ikan memiliki sejenis sel yang disebut ioncytes di dalam insangnya. Sel tersebut aktif bekerja memompa garam untuk keluar dari tubuh ikan. Karenanya, meski hidup di laut dan meminum air laut, ikan laut tidak asin.

Dari gambaran diatas, sebenarnya sebagai anak-anak Tuhan yang hidup dalam dunia ini namun kita tidak hidup dengan cara dunia namun dengan cara yang sesuai dengan kebenaran Firman Allah.

Yuk kita baca dalam

Kolose 2: 6-7, Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat artinya kita percaya bahwa Yesus telah mati untuk menebus dosa dan bangkit untuk memberi hidup yang kekal kepada kita. Kita menerima karya Yesus itu dengan iman dan percaya kepada-Nya. Kemudian kehidupan seseorang yang percaya kepada Kristus adalah menjalani kehidupan yang baru yang mencerminkan imannya kepada Tuhan Yesus sesuai dengan apa yang Yesus ajarkan dalam kehidupan kita.

Nasihat Paulus ini berguna bagi jemaat Kolose saat mereka sedang terancam oleh ajaran sesat yang berusaha untuk membelokkan iman mereka untuk tidak sepenuhnya berpaut kepada Tuhan sepenuhnya. “Tidak masalah hidup sebagai orang Kristen tetapi tidak salah juga untuk mengikuti cara-cara dunia” inilah kesesatan yang sedang dihadapi jemaat Kolose pada waktu itu. Namun bagi kita saat ini pun, nasihat Paulus penting untuk dipegang karena Yesuslah sumber hidup kita dan dasar bagi kehidupan kita satu-satunya. Marilah kita tinggal tetap di dalam Dia.

Pengakuan Iman harus berbanding sejajar dengan perbuatan

Ayat diatas mengajarkan kehidupan yang bersekutu di dalam Kristus. Perbuatan setiap orang percaya seperti cermin Kristus, apa yang dilakukannya harus sesuai dengan imannya kepada Tuhan Yesus. Adakah kehidupan kita sudah menjadi cerminnya Kristus? Dengan kata lain orang lain bisa melihat keberadaan Tuhan dalam kehidupan kita.

Rasul Paulus memberikan penjelasan yang rinci mengenai Ciri-ciri orang yang hidup bersekutu di dalam Kristus

Pertama, membangun hidupnya dengan dasar yang teguh.

Dasar yang teguh itu adalah berakar atau tertanam kuat di dalam tanah atau fondasi yang tertancam sangat dalam sehingga kukuh berdiri. Dasar yang teguh itu ada di dalam Kristus sendiri. Dia membangun dasar hidupnya yang teguh di dalam Kristus bukan materi atau uang atau hal-hal duniawi lainnya.

Kedua, bertumbuh dengan dasar yang teguh.

Seperti pohon yang berakar kuat, batang dan dahan-dahannya bertumbuh semakin tinggi dengan akar sebagai penopang yang kuat. Begitu juga orang yang hidupnya bersekutu di dalam Kristus. Dia bertumbuh semakin dewasa dengan topangan atau fondasi yang kuat di dalam Kristus.

Rasul Paulus memakai gambaran pohon yang memakai akar untuk mencari makanan dari dalam tanah, demikian pula hidup kita harus berakar di dalam Yesus Kristus. Artinya, Yesus adalah sumber utama kehidupan kita, darimana kita memperoleh makanan baik bagi tubuh maupun bagi kerohanian kita.

Ketiga, dia semakin menaruh kepercayaan kepada Kristus.

Yesus juga digambarkan seperti sebuah batu fondasi yang menjadi tumpuan dari sebuah bangunan. Artinya, sebagai orang percaya kita harus mendasarkan hidup kita di atas Dia. Setiap keputusan dalam hidup, perilaku, dan cara berpikir kita harus sesuai dengan Kristus karena Dia adalah dasar hidup kita.

Hidup yang semakin bertumbuh dewasa tentu tidak lepas dari berbagai badai. Kesulitan dan penderitaan pasti terjadi. Selain dasar atau fondasi yang kuat, Rasul Paulus juga mengajarkan untuk semakin besar menaruh kepercayaan kepada Kristus. Dengan demikian, di tengah badai sekalipun, hidup tidak akan roboh melainkan tetap kukuh berdiri. Bersekutu dengan Dia berarti juga mempercayakan sepenuhnya hidup itu ke dalam tangan Kristus.

Keempat, Hendaklah hatimu melimpah dengan ucapan syukur

Bersyukur selalu menjadi orang yang hidup bersekutu di dalam Kristus. Bersyukur udahlah ungkapan Iman kita didalam Tuhan, dalam segala keadaan kita percaya bahwa Tuhan itu baik, Sehingga dalam segala tantangan yang kita hadapi hati kita selalu melimpah dengan ucapan syukur.

Yuk rekan-rekan kita mau belajar bersama dalam kehidupan kita hal-hal diatas, jangan kita menjadi serupa dengan dunia ini, walaupun kita ada dalam dunia ini kita ada bersama dengan saudara kita, menjadi cermin Kritus dan munculkanlah karakter Kristus. Hidup didalam dunia tidak berarti harus sama dengan cara dunia ini bertindak.

Teruslah bertumbuh dalam iman kita, jangan pernah mau untuk kendor dalam iman kita, dunia akan terus berusaha mempengaruhi kita, jika kita tidak memutuskan untuk memperteguh Iman kita kepada Tuhan lambat laun kita bisa terseret dengan arus dari dunia ini.

Kiranya Roh Kudus menolong kita semuanya

Komitmenku hari ini

Aku mau dengan sadar membawa diriku untuk bertumbuh dalam iman kepada Tuhan Yesus, karena dunia juga sedang menarikku untuk mengikutinya maka aku harus semakin erat berpegang kepada Yesus

YNP – TVP

Elohim Radio @ Spotivy #30 BeTe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *