Renungan Harian Youth, Senin 23 November 2020

Hari sabtu kemarin, di El Rei dibahas sebuah tema yang menarik yaitu “Y.O.L.O” yang adalah kependekan dari “You Only Live Once” ~ Kamu hanya hidup Sekali saja.

Meski kalimat ini menyiratkan movitasi, namun kebanyakan generasi muda justru seringkali salah menafsirkan makna di balik kata ini.  Secara positif kata-kata ini memotivasi anak muda untuk “Gercep” atau gerak cepat mempergunakan setiap kesempatan yang ada.

Istilah Y.O.L.O yang berarti “anda hanya hidup sekali,” dan istilah ini menjadi pembenaran untuk melakukan sesuatu yang tidak biasanya dilakukan atau bahkan yang tidak semestinya dilakukan. Kurang lebih seperti ini “Mumpung hidup hanya satu kali, maka kita dapat menggunakan hidup ini dengan semaunya dan seenaknya saja”

Pemahaman seperti ini tentunya sangatlah keliru. Apabila kita memahami istilah ini dengan konotasi positif maka kita akan bertanya pada diri kita sendiri: apa yang harus kita lakukan dalam hidup kita yang hanya sekali ini? Sudah pasti kita ingin menikmati hidup yang kita jalani ini. Setiap orang memiliki pandangan dan cara yang berbeda dalam menikmati hidup. Ada yang berpikir bahwa hidup ini hanya dijalani satu kali, oleh karena itu kita wajib untuk menikmati dan menjalaninya dengan sekehendak hati kita. Ada orang yang mengisi hidupnya dengan berpesta pora, atau dia mengisinya dengan bekerja keras. Ada pula yang mengisi hidup ini dengan makan apa saja yang dia suka atau bahkan ada yang hanya membiarkan hidup ini dengan tidak melakukan apa-apa dengan alasan “just let it flows,” biarkan hidup ini mengalir apa adanya.

Bagaimana dengan kita sebagai anak-anak Tuhan?

Apakah kita juga berpikir bahwa hidup ini harus dinikmati dan dijalani sekehendak hati kita? Yuk kita baca bersama nasehat dari Rasul Paulus dalam

Galatia 2 : 20a, “…namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.”

Rasul Paulus mengatakan ini dengan kesadaran bahwa hidupnya bukan sepenuhnya miliknya. Hidupnya sepenuhnya milik Tuhan. Melalui penebusan-Nya, hidup ini merupakan rangkaian karya Tuhan dan diri manusia. Yang hidup dalam diri kita, bukan hanya kita, tetapi juga Kristus. Hidup kita adalah milik Tuhan yang dianugerahkan-Nya bagi kita. Kalau kita sungguh menyadari ini maka kita akan berusaha memahami kehendak-Nya dan melakukan apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita.

Kita tidak akan berusaha mencari kesenangan dan kenikmatan diri kita sendiri, melainkan kita berupaya menyenangkan hati Tuhan. Tuhan tidak melarang kita untuk menikmati hidup, hanya saja pada saat kita menikmatinya apakah kita memuliakan-Nya.

Ada beberapa nasehat untuk kita mempergunakan kesempatan (Y.O.L.O) dengan benar.

1. Dengarkan Suara Tuhan Setiap Hari

Amsal 2:6 Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.

Dengan terus mengisi hidup kita dengan Firman Tuhan maka hidup kita akan semakin bijaksana, karena segala keputusan dalam hidup ini akan didasarkan oleh Firman

2. Berteman yang positif

Amsal 13:20 “Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang”

Jangan lupa dengan siapa anda akan bergaul juga menentukan kehidupan kita, pilihan yang kita ambil karena itu bergaulah dengan orang-orang yang membuat kamu terus bertumbuh

3. Mau bertanya dan menerima koreksi/Teguran

Amsal 18:15 Hati orang berpengertian memperoleh pengetahuan, dan telinga orang bijak menuntut pengetahuan.

Dibutuhkan kerendahan hati untuk dapat melakukannya, karena hanya orang yang rendah hatilah yang akan dengan mudah untuk ditegur dan mau untuk berubah

4. Mau untuk terus belajar

Amsal 22:17-18 Pasanglah telingamu dan dengarkanlah amsal-amsal orang bijak, berilah perhatian kepada pengetahuanku. Karena menyimpannya dalam hati akan menyenangkan bagimu, bila semuanya itu tersedia pada bibirmu.

Ketika kita berhenti untuk belajar maka disanalah kita memutuskan untuk berhenti bertumbuh … milikilah keinginan untuk selalu berkembang.

Hidup ini hanya sekali, pilihlah untuk melakukan apa yang benar karena jangan lupa semuanya akan dipertanggung jawabkan dalam kekekalan

Hidup yang sekali ini, teruslah berjuang untuk menggapai cita-citamu, manfaatkan waktu sebaik mungkin, kembangkan talentamu dan jadilah berkat bagi orang lain … kerjakanlah dan kamu akan puas dengan kehidupan yang kamu jalani

Komitmenku hari ini

Aku mau belajar menggunakan setiap kesempatan yang ada, untuk menjadi maksimal dan jadi berkat buat sesama – menjalani Y.O.L.O dengan POSITIF

ER 211120 – KPH