Renungan Harian Youth, Senin 28 September 2020

Syalom rekan-rekan Elohim Youth … semoga kalian sudah semangat untuk memasuki minggu yang baru ini.

Hari ini kita mau membahas tentang “SALFOK” yang adalah sebuah kependekan dari Salah Fokus. Fokus merupakan hal yang penting untuk kita dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Sebagai anak muda kita harus membangun mental untuk menjadi seorang pemenang. Nih ada beberapa hal yang harus kita bangun dan kembangkan dalam kehidupan kita

Memiliki Keyakinan yang Kuat Pada Diri Sendiri

Pola pikir seorang juara memiliki kepercayaan bahwa mereka bisa melakukan yang terbaik dalam meraih sebuah tujuan. Mereka juga percaya bahwa mereka bisa mencapai apa yang ingin diraih di masa depan. Kepercayaan yang ada di dalam diri sendiri inilah yang akan memberikan kekuatan tambahan dan membimbing mereka menuju kesuksesan.

Mempunyai Mental yang Tangguh

Pola pikir seorang juara adalah mereka yang mampu menghadapi rintangan dan kegagalan dalam proses meraih sebuah tujuan. Tidak hanya itu saja, mereka juga memiliki kemauan yang kuat untuk mengatasi setiap kegagalan dan belajar memperbaikinya. Hal ini dapat terjadi karena mereka sadar bahwa kesuksesan dan tujuan hanya bisa diraih, jika mereka mau menghadapi rintangan dan kegagalan dalam prosesnya.

Memiliki Fokus yang Kuat

Pola pikir seorang juara yaitu mereka yang mampu menjaga fokus mereka dalam hal yang sedang mereka jalani, tidak gagal fous ataus alah fakus kepada hal-hal lain tapi menaruh pikiran penuh pada yang sedang dikejar

HIDUP INI IBARAT PERLOMBAAN

Kata “perlombaan” sama dengan persaingan; pertandingan untuk meraih yang terbaik (KBBI). Dengan kata lain, esensi sebuah perlombaan adalah bersaing, bertanding, berlomba saling mendahului untuk meraih yang terbaik. Dalam perlombaan ada aturan-aturan yang harus dipenuhi supaya kita dapat mencapai kemenangan. Di dalam olahraga, orang harus menanggalkan semua beban supaya setiap gerak kita tidak terganggu.

Dan kehidupan kita juga digambarkan seperti pertandingan …

Firman Tuhan yang ditulis dalam Surat Ibrani 12:1, mengatakan:

“Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.”

Dalam pertandingan rohanipun juga demikian, ada banyak beban yang dapat menghalangi kerohanian kita, seperti: keduniawian, kesenangan, ketidaktaatan dan lain-lain. Semua itu mungkin bukan dosa tetapi dapat membuat kita tidak fokus, tidak dapat maju dan menjadi lamban.

Rasul Paulus dalam tulisan-tulisannya beberapa kali menggunakan istilah “perlombaan” atau “pertandingan”. Dia katakan,

“berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita” (Ibrani 12:1), “
Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!” (1 Korintus 9:24).
Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”
(2 Timotius 4:7).

Dalam pertandingan kita tidak boleh kehilangan focus atau istilahnya salah fokus, memandang pada satu tujuan dengan tekad yang kuat untuk menanggalkan setiap halangan, setiap dosa yang begitu kuat memikat dan menjerat kita. Sehingga kita bisa sampai garis finish dan memenangkan perlombaan rohani yang diwajibkan bagi kita dan mendapatkan hadiah yang telah Tuhan siapkan.

Paulus tahu benar bahwa kita semua ini sedang hidup dalam pertandingan iman. Tujuan akhirnya adalah “untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.” (1 Korintus 9:25). Hidup bersama-sama dengan Yesus Kristus kembali di surga dan dunia baru yang sempurna lagi, tidak ada dosa, adalah tujuan yang Kristus miliki untuk semua manusia. Oleh sebab kasihNya yang begitu besar, Dia memilih untuk datang ke dunia ini untuk mati menebus dosa manusia di kayu salib!

Kunci meraih menang dalam pertandingan iman ini adalah dengan memiliki “mata yang tertuju kepada Yesus” jangan salah focus kepada keduniawian yang sementara

Karena hanya Tuhan Yesus yang “memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan” (Ibrani 11:3) Apa artinya dari ini? Kita perlu benar-benar ambil waktu setiap harinya untuk memandang Yesus, merenungkan FirmanNya dan apa yang Dia lakukan bagi kita.

Komitmenku hari ini :

Tuhan Yesus ajari aku menjadi bijaksana untuk menjalani kehidupanku, supaya aku bisa menanggalkan dosa dan beban dalam hidupku dan mengarahkan tujuanku dan fokusku kepada-Mu … Amen

Tuhan Yesus memberkati

ER260920 – KPH