Renungan Harian Jumat, 26 April 2024
Markus 14 : 3-9 – YESUS DIURAPI dengan MINYAK NARWASTU
Pengurapan Yesus dicatat dalam keempat Injil, yang merupakan dua peristiwa yang terpisah. Perempuan yang mengurapi Yesus enam hari sebelum penyaliban dalam Injil Yohanes 12 : 1-8 adalah Maria saudara Lazarus.
Tindakan PEREMPUAN Itu
Kita tidak tahu mengapa Yesus diundang makan di rumah Simon Si kusta, mungkin mereka ingin bertemu langsung dengan pengajar yang terkenal, tetapi yang mengundang banyak perbantahan ini. Yesus ditolak oleh golongan para imam di Bait Allah, orang-orang Farisi, orang-orang Saduki. Ketika acara berlangsung, datanglah perempuan itu, Dia membawa buli-buli pualam, buli pualam yang sangat mahal harganya. Buli-buli itu berisi minyak narwastu yang sangat mahal harganya. Narwastu dapat digunakan untuk membuat minyak urapan yang harum dan biasanya disimpan di dalam buli-buli pualam untuk menjaga aromanya.
Harga dari minyak narwastu ini luar biasa mahalnya. Nilainya sebanding dengan upah 300 hari seorang pekerja. Jika dihitung dalam standar sekarang, nilainya sangatlah besar karena menyangkut nilai upah rata-rata seorang pekerja untuk sekitar 300 hari kerja. Rata-rata pekerja sekarang ini mendapatkan penghasilan yang cukup besar untuk setiap jam kerjanya, apalagi upah sehari. Jangankan untuk 300 hari kerja, upah untuk 300 jam kerja saja sudah banyak sekali.Jadi barang ini memang sangatlah mahal harganya. Nilai dari hasil penjualan minyak tersebut bisa dipakai untuk memberi makan untuk sekitar 5000 orang.
Demikianlah perempuan ini membawa sebuah buli-buli dan dia memecahkannya. Ia benar-benar memecahkannya. Tentunya yang dipecahkan adalah bagian yang atas buli buli pualam tersebut. Kata ‘dipecahkannya’ dalam ayat ini memiliki makna yang kuat; kata ini biasanya dipakai dengan arti ‘menghancurkan’ – menghantamkan – kata yang mencerminkan adanya suatu tekad yang kuat. Perempuan itu tidak bimbang, ia tidak sekadar mengetok-getok dengan pelan. Dia tidak memperlakukan buli-buli itu dengan halus. Dipecahkannya bagian atas buli-buli itu dengan keras dan dicurahkannya minyak narwastu itu. Lalu, dia mencurahkan minyak narwastu itu ke tubuh Yesus – ke atas kepala dan kakinya.
PEREMPUAN Itu Mendapat TEGURAN
Setelah dia melakukan hal ini, bukannya sambutan meriah yang diterimanya melainkan cibiran dan teguran dari para tamu dan (sayang sekali) para murid juga. Fakta bahwa para tamu memandang perbuatan tersebut sebagai suatu pemborosan yang luar biasa , dan keikutsertaan para murid dalam menegur perbuatan itu tentunya merupakan hal yang tragis. Kita lihat dari Matius 26, ada yang GUSAR, yaitu dari antara para murid. Demikianlah perempuan ini ditegur atas perbuatannya, atas tindakan pengabdiannya dan pengorbanannya bagi Yesus.
Hanya Yesus yang menyikapi tindakannya secara berbeda. Yesus menyatakan bahwa perempuan ini telah mengerjakan sesuatu yang sangat indah, hal yang unggul, sesuatu yang sangat bermakna dan bahwa perempuan telah mempersiapkan tubuh Yesus untuk penguburannya.
Kemudian Yesus melanjutkan bahwa apa yang telah diperbuat oleh perempuan itu akan ikut diberitakan di mana pun Injil diberitakan.
APAKAH TINDAKAN ITU TERLALU BERLEBIHAN?
Menjadi pertanyaan kita: Apakah nilai-nilai yang mendasari hidup kita? Apakah hal yang kita anggap bernilai? Apakah definisi kita tentang ‘pemborosan’? Jawabannya akan bergantung pada definisi kita tentang ‘nilai kehidupan’ tersebut
Orang banyak di dalam perikop ini memandang bahwa minyak itu telah diboroskan. “Pemborosan! Mengapa dibuang-buang?” itulah ucapan mereka. “Mengapa diboroskan?” Pemborosan bergantung pada apa yang kita pandang bernilai dan apa yang kita pandang tidak bernilai. Bagi mereka, mencurahkan minyak narwastu bagi Yesus, mencurahkan dari kepala hingga di kakinya merupakan sebuah tindakan pemborosan.
UNGKAPAN Nilai PENGHARGAAN Kalau kita merasakan tindakan tersebut berlebihan, hal ini mengungkapkan sebuah persoalan di dalam diri kita.
Menjadi pertanyaan kita: Mengapa perempuan itu melakukan hal ini? Jelaslah bahwa kehidupan perempuan berdosa itu telah mengalami perubahan sepenuhnya melalui pertemuannya dengan Yesus. Hidupnya menjadi sangat berbeda. Yesus datang ke dalam hidupnya dan dia menjadi orang yang sama sekali berbeda. Hidupnya, yang tadinya berada di dalam genggaman dosa, mendadak terlepas dari genggaman dosa. Kehidupannya, yang semula berada dalam kegelapan sehingga dia tak tahu harus melangkah ke mana, sekarang perempuan itu telah memiliki arah yang jelas.
Jadi jelaslah bahwa tindakan itu muncul dari rasa syukur mendalam yang tak terkatakan. Artinya, telah muncul suatu rasa syukur yang sangat besar, Sedemikian mendalamnya penghargaan perempuan berdosa tersebut terhadap Yesus, sehingga baginya pencurahan minyak narwastu yang luar biasa mahalnya ini bukanlah suatu tindakan pemborosan, bukanlah tindakan sia-sia.
Markus 14:6 Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.
Telah MELAKUKAN suatu PERBUATAN yang BAIK padaKU, Kata “ BAIK “, Kata Yunani yang digunakan adalah ‘kalos‘ yang berarti ‘indah’ Merujuk kepada sebuah kualitas, kata ini juga diterjemahkan dengan kata ‘indah’. Tindakan tersebut dikatakan indah dari segi kualitasnya.
KEMANA Arah Hidup yang sedang kita JALANI
Rasul Paulus berkata dalam 2 Korintus 4:18, “Jadi kami memusatkan perhatian kami pada hal-hal yang tidak kelihatan, karena yang kelihatan itu adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.”
Dia telah memahami nilai rohani dari semua hal itu. Itu sebabnya mengapa di ayat sebelumnya dia berkata, “Penderitaan kami yang sekarang ini tidaklah berarti. Tak ada artinya dibandingkan dengan nilai dari apa yang telah diberikan, yang sedang diberikan dan yang akan diberikan oleh Allah.”
Arah hidup kita ditetapkan oleh kerangka penilaian kita, yaitu cara kita dalam menentukan nilai.
Jika kita memiliki kesadaran akan betapa berharganya hal-hal rohani, maka kita akan mengarahkan hidup untuk mengejar hal-hal rohani. Hanya ada dua pilihan bagi tujuan hidup kita.Menuju ke arah yang rohani atau duniawi – hanya satu dari dua itu.
MENAKAR Sebuah NILAI, dalam hidup ini menjadi hal yang SANGAT PENTING
Rangkuman Khotbah
Pdt Budi Wahono
Bacaan Alkitab hari ini : Bilangan pasal 30 dan 31
https://elohim.id/baca-alkitab-jumat-26-april-2024/