Renungan Harian Youth, Kamis 02 Maret 2023
Syalom rekan-rekan Youth yang diberkati oleh Tuhan Yesus. Atas anugerah dan kemurahan Tuhan kita masih ada sampai hari ini. Tuhanlah yang menjadi pemilik kehidupan kita.
Tentu setiap kita pernah mengalami yang namanya masa kesukaran didalam hidup ini. Setiap orang memiliki kesukaran yang berbeda-beda, ada yang masalah keuangan dan ekonomi, masalah pendidikan, masalah pekerjaan, masalah bisnis dan lain sebagainya.
Tetapi setiap kita tentu mau mengalami kemenangan dari kesukaran yang kita alami pada saat itu.
Dan hari ini kita mau belajar dari satu tokoh Alkitab yang luarbiasa, dimana kesukaran yang dialaminya menjadi kemenangan yang luarbiasa didalam hidupnya. Kita tentu sudah tidak asing lagi dengan tokoh yang bernama Daud. Daud adalah orang yang dipilih oleh Tuhan menjadi raja menggantikan Saul, karena pada waktu itu Saul sudah tidak taat lagi akan perintah Tuhan, sehingga ia digantikan menjadi raja.
1 Samuel 30:6 Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.
Hari itu langit sangat mendung bagi Daud. Ziklag, tempat yang sudah menjadi rumah baginya, tempat dimana dia membangun keluarga yang bahagia, kini sudah dihancurkan, kini sudah diluluh lantahkan oleh orang Amalek. Semua yang Daud miliki, dikasihi, semuanya sudah lenyap. dan bahkan seolah-olah musibah yang dialami olehnya belum cukup. Teman-temannya yang selama ini ditampung oleh Daud, teman-teman seperjuangannya, kini justru malah menyalahkan Daud atas apa yang telah terjadi kepada mereka.
Rekan-rekan yang dikasihi oleh Tuhan, saat kita sedang dirundung oleh berbagai kesukaran dalam hidup ini, memanglah tidak mudah untuk bertahan, apalagi untuk bangkit. Pada saat itu Daud mengalami hal yang cukup berat, dia terjepit dengan keadaan saat Ziklag terbakar dan dihancurkan. Tidak ada seorangpun yang mensupport dan membela dia. Namun hal yang luar biasa ketika Daud sedang mengalami kesukaran yang berat adalah:
- Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan
Dalam King James Version kata “Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan” menggunakan kata “Encouraged himself”, yang artinya Daud menguatkan dirinya sendiri didalam Tuhan. Sekalipun teman temannya tidak mendukung Daud, tidak membela Daud, dia justru menguatkan dirinya didalam Tuhan. Apapun yang kita alami dan hadapi dalam hidup ini, dan bahkan seolah-olah semua orang menjauh dan bahkan menyalahkan kita. Ingatlah untuk selalu berharap kepada Tuhan, menguatkan diri hanya didalam Tuhan.
Hanya didalam Tuhan kita mendapat kekuatan untuk bisa bangkit menghadapi segala keadaan. Kekuatan kita terbatas, dan kita butuh kuasa Tuhan yang tidak terbatas.
- Daud bertanya kepada Tuhan
Ayat 8: “Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?” dan Ia berfirman kepadanya:”Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan.”
Ada begitu banyak orang saat masalah datang, saat kesukaran datang, mereka lebih memilih kecewa, pahit, terpuruk, dan pesimis. Ketika situasi tak mendukung, semua teman, keluarga, kerabat seakan berlari menjauh, Daud justru datang kepada Tuhan dan bertanya kepadaNya. Ia tetap optimis. Setiap kita selalu diberikan pilihan.
Kita bisa memilih untuk tetap gagal dan menyerah saat kesukaran itu datang atau kita juga bisa memilih tetap percaya kepada Tuhan, dan datang kepada Tuhan, menyerahkan segala sesuatu kepada Dia.
Rekan-rekan Youth … Hanya dalam Tuhanlah kita dapat mengubah kesukaran menjadi kemenangan. Bukan dalam diri seseorang, bukan pula pada harta. Berhentilah mencari penghiburan dan kekuatan dari manusia yaitu dengan kekuatan kita sendiri atau dari orang lain. Memang ada orang-orang yang menjadi support sistem kita, namun landaskanlah iman kita bukan kepada mereka tetapi kepada Anugerah dari Tuhan. Bahkan ketika teman-teman berlari dan menghindar dan tak seorangpun yang menolong, justru disaat seperti itulah kita dapat melihat betapa sia-sianya berharap pada manusia. Kuatkan hati didalam Tuhan, maka kita akan melihat kesukaran berubah menjadi kemenangan.
Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.
Ingatlah akan sumber kekuatan didalam kehidupan kita, kita kuat ketika kita ada dialam Tuhan dan didalam kekuatan kekuasanNya percayalah kita akan dimampukan berjalan dari kemenangan kepada kemenangan.
Walaupun ada tantangan dan masalah dalam kehidupan kita percayalah kita tetap hidup dikalur yang tepat yaitu jalur kemenangan
Kiranya Tuhan menolong kita semuanya
TUHAN YESUS MEMBERKATI
YG – SCW