Ibadah Online Sekolah Minggu GPdI Elohim Batu

Ibadah Online Sekolah Minggu GPdI Elohim Batu

SUNDAY FUNDAY – Ibadah Online Sekolah Minggu

Minggu, 01 Agustus 2021

“Aku Mengasihi Keluargaku”

Kejadian 45:9-24

Kita belajar dari kisah Yusuf pernah dijual oleh kakaknya sebagai budak dan dibawa ke Mesir. Lalu ia pernah jadi pelayan, lalu dipenjara dan di kemudian hari menjadi orang penting di istana Firaun karena pandai memahami mimpi raja. Yusuf sangat menyayangi bapanya. Oleh karena itu ia memohon kepada raja agar bapanya boleh tinggal di Mesir. Syukurlah raja setuju, sehingga Yusuf dapat berkumpul kembali dengan bapanya, wah… mengharukan sekali sebab sudah berpuluh tahun berpisah.”

Nah kita belajar bersama untuk mengasihi keluarga kita, karena orang tua kalian yang dipercaya Tuhan untuk membimbing agar adik-adik menjadi anak-anak yang baik.

Apa yang dilakukan Yusuf patut kita teladani, yakni mengasihi orang tua dan selalu mau membahagiakannya. Ayo Selalu mengingat kebaikan orang tua saat apa pun: saat sedih-gembira, saat kecewa- bangga, saat gagal-berhasil, saat miskin-kaya, saat sakit-sehat. dan juga Memberikan yang terbaik untuk orang tua, sikap menghormati, taat pada orang tua, selalu mau menolong orang tua.

Efesus 6:2-3b Hormatilah ayahmu dan ibumu supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

Sunday Funday – Every day Sing and Shout for Jesus
Elohim Kids Ministry

Link Youtube:

“Mengatakan Maaf”

“Mengatakan Maaf”

Renungan harian anak, Sabtu 31 Juli 2021

Syalom adik-adik Elohim kids yang luar biasa, puji Tuhan kakak senang adik-adik tetap setia untuk membaca dan mendengarkan renungan hariannya. Firman Tuhan sangat penting untuk mengajari kehidupan kita untuk melakukan kehendak Tuhan

Hari ini kita akan belajar bersama dari Kisah Anak yang Hilang yang tertulis dalam Injil Lukas 15 : 11-32. Tuhan Yesus menceritakan sebuah kisah tentang anak laki-laki yang lari dari rumah. Awalnya memang menyenangkan bisa melakukan apa saja yang dia inginkan bersama teman-temannya yang sangat banyak. Tetapi, tak lama kemudian uangnya habis . Maka teman-temannya meninggalkannya karena ia menjadi sangat miskin, bahkan ia makan dengan babi-babi ! Ia ingin pulang, ia merindukan keluarganya. Tetapi ia merasa malu dan takut ayah nya tidak akan menerimanya. Saat berjalan pulang, ia kuatir tentang apa yang akan dikatakan ayahnya. Sementara ia masih jauh, ayahnya sudah melihatnya dan berlari kepadanya. Anak itu memohon, “Ayah, maafkan saya telah lari dari rumah. Bolehkah saya pulang untuk menjadi pelayanmu? Sang ayah memeluknya, “Kamu akan selalu menjadi anakku!” katanya. “Selamat datang kembali ke rumah”

Adik-adik Ketika kita membuat pilihan yang buruk, tidak selalu mudah untuk berkata ‘maaf’. Kita mungkin merasa takut jika orang tidak menyukai kita lagi. Tetapi Yesus mengasihi kita tidak peduli siapa kita. Ia memberitahu kita bahwa membuat pilihan yang buruk tidak berarti seseorang itu jahat. Pada kenyataannya, kesalahan dapat membantu kita belajar membuat pilihan yang lebih baik di lain waktu. Tuhan Yesus memberitahu kita bahwa penting untuk mengakui ketika kita berbuat salah dan meminta maaf. Hal ini menunjukkan bahwa kita ingin menjadi lebih baik.

Adik-adik kata “maaf” mungkin sederhana tetapi sulit untuk dilakukan, karena itu adalah bentuk kerendahan hati untuk mengakui kesalahan dan mau untuk berubah. Ayo belajar minta maaf jika adik-adik melakukan kesalahan, baik kepada orang tua, guru, saudara ataupun teman. Ketika adik-adik belajar minta maaf, itu adalah kesadaran yang lahir dari dalam hati kita. Terlebih lagi kepada Tuhan, jika adik-adik bersalah juga harus memohon ampun kepada Tuhan, karena kita sudah melakukan dosa dan pelanggaran.

Ayat Hafalan.

Yakobus 5:16a, Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Komitmenku hari ini

Tuhan Yesus , terimakasih karena telah mengasihi saya, bahkan ketika saya membuat pilihan yang buruk. Tolong bantu saya untuk mengakui dan meminta maaf ketika saya melakukan kesalahan. Dan bantu saya untuk dapat membuat pilihan yang baik. Amin

VA – AEP

PENGUMUMAN :

Jangan lupa adik-adik semuanya, untuk mengikuti ibadah Elohim Kids di acara Sunday Funday Besok … hari minggu jam 08.15 di channel Youtube Elohim ministry dengan tema :

“Aku Mengasihi Keluargaku”

Ayo kita bersukacita Bersama memuji Tuhan dan juga yang paling penting kita belajar Firman Tuhan.

Alat dan Bahan untuk aktivitas
Kertas HVS 3 Lembar
Kertas Bufalo 1 Lembar
Pensil dan Alat Warna
Lem dan Solasi
Gunting
Pita


Sampai jumpa besok ya … Tuhan Yesus memberkati.

“Percaya dan Tidak Takut”

“Percaya dan Tidak Takut”

Renungan Harian Anak, Jumat 30 Juli 2021

Bacaan: Markus 4:35-41

Pada suatu malam ada seorang anak bernama Dini disuruh oleh mamanya mengambil sapu yang berada di luar rumah, tapi Dini tidak mau karena di luar sudah gelap. Mengapa kalau di luar sudah gelap Dini menjadi takut? Apakah adik-adik juga ada yang takut seperti Dini? Apa saja yang membuat adik-adik takut? Apakah takut gelap, takut ditinggal sendiri, takut dengan serangga, atau takut dengan hantu…. Banyak yang bisa membuat kita menjadi takut ya adik-adik. Nah supaya tidak takut lagi, mari kita mendengar Firman Tuhan hari ini.

Hari ini kita akan mendengarkan cerita tentang sebuah perahu yang sedang dipakai berlayar di sebuah danau. Dalam perahu itu ada Tuhan Yesus dan murid-murid. Setelah semuanya naik, mereka mulai berlayar ke seberang danau. Ketika perahu mulai berlayar, Tuhan Yesus kemudian pergi ke bagian belakang perahu dan tidur di atas tikar yang ada disitu. Wah, pasti Tuhan Yesus sudah mengantuk ya. Saat perahu sedang berlayar, tiba-tiba angin yang sangat keras bertiup, ombaknya juga sangat besar sehingga air masuk ke dalam perahu. Murid-murid mulai bingung, mereka biasa berlayar jadi mereka tahu kalau gelombang besar seperti ini mereka bisa tenggelam. Mereka menjadi takut, tapi ketika mereka melihat ke belakang perahu, Tuhan Yesus masih saja tidur. Merekapun membangunkan Tuhan Yesus dan berkata, “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”

Melihat mereka begitu takut, Tuhan Yesus bangun dan berdiri kemudian berkata kepada danau itu, “Diam! Tenanglah!” maka angin yang bertiup kencang dan danau yang bergelombang itu menjadi tenang. Dan murid-murid….. mereka hanya bisa terheran-heran karena dengan berkata saja Tuhan Yesus dapat menenangkan badai. Lalu Tuhan Yesus bekata kepada murid-murid, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”. Murid-murid hanya bisa saling memandang, bukankah dari tadi mereka bersama dengan Tuhan Yesus? Seharusnya mereka tidak takut, mereka tinggal minta tolong saja kepada Tuhan Yesus, pasti Tuhan Yesus tolong.

Tuhan Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, kenapa takut dan kenapa tidak percaya? Kedua pertanyaan ini ternyata berhubungan lho adik-adik, antara takut dan tidak percaya. Bisa jadi orang yang takut itu karena dia tidak percaya, atau orang itu tidak percaya sehingga dia menjadi takut. Wah… berarti kalau mau kita menjadi anak yang berani atau tidak penakut berarti kita harus percaya dan kalua kita percaya kita tidak akan takut lagi. Siapa yang mau menjadi anak pemberani dan tidak takut?… kuncinya percaya, percaya kepada siapa? Tuhan Yesus.

Nah, kalau ada yang membuat adik-adik takut atau juga sedih, ingat adik-adik semua sudah percaya Tuhan Yesus kan…, adik-adik tinggal meminta dalam doa, panggil Tuhan Yesus. Seperti cerita tadi, murid-murid membangunkan Tuhan Yesus. Kalau Tuhan Yesus ada Bersama kita pasti adik-adik mendapat pertolongan dari Tuhan Yesus. Jadi Adik-adik tidak boleh takut ya, karena kita percaya ada Tuhan Yesus yang bersama kita. Tuhan Yesus menyertai kita dan akan selalu menolong kita. Tuhan Yesus Memberkati.

Ayat Hafalan:

Ibrani 13:5b ”Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Komitmentku:

Tuhan Yesus, aku percaya Engkau ada bersamaku dan tidak pernah meninggalkanku. Aku tidak takut karena Engkau akan menolongku.

CAM – IFM

“PERTOLONGAN DIDALAM TUHAN”

“PERTOLONGAN DIDALAM TUHAN”

Renungan harian Anak, Kamis 23 Juli 2021

Baca: 2 Tawarikh 20:1-15

Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami.” (2 Tawarikh 20:12b)

Syalom selamat pagi adik – adik Elohim kids, apakabarnya nih? Kakak harap semuanya dalam kondisi baik dan kita semua tetap dalam perlindungan Tuhan Yesus aminn….

Siapa disini adik-adik yang tidak pernah merasa takut? Hmmm pasti semuanya pernah merasa takut bukan … ada yang takut sama kegelapan, ada yang takut sama binatang, ada yang takut disuntik sama dokter atau takut karena hal-hal yang lainnya. Nah kakak punya sebuah kisah di Alkitab mengenai seorang Raja yang mengalami ketakutan, namun kita akan belajar dari raja ini bagaimana mengatasi setiap ketakutan yang menghampiri dirinya.

Pada susatu hari Yosafat yang diserang secara tiba-tiba oleh suatu laskar besar yang terdiri dari orang-orang bani Moab dan bani Amon, ditambah sepasukan orang Meunim. Mendapatkan serangan secara mendadak “Yosafat menjadi takut…” (ayat 3a). Adik-adik ini adalah Reaksi alamiah seseorang ketika dihadapkan pada masalah yang sangat berat adalah takut. Tindakan Yosafat dalam menghadapi serangan musuh dapat kita jadikan sebagai contoh, karena dalam ketakutannya yang sangat ia tidak dengan serta merta mencari pertolongan kepada manusia

YOSAFAT mencari Tuhan dan meminta pertolongan kepada-Nya (ayat 3-4). 

Dalam keadaan sangat terdesak biasanya orang tidak bisa berpikir secara jernih, yang dipikirkan adalah bagaimana caranya keluar dari “lubang jarum” secepatnya atau mendapatkan jalan keluar secara instan, di mana pikiran pasti langsung tertuju kepada manusia atau sesamanya.

Ada tertulis: “Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN.” (Yesaya 31:1).

Dari cerita Yosafat diatas mungkin kita juga pernah mengalami suatu musibah atau penyakit atau hal-hal lainnya yang membuat kita tiba-tiba merasa kuatir, aduh bagaimana yahh… saya bisa sembuh dari penyakit ini apa ndak yah… apa Tuhan Yesus bisa menolong aku yah…. Apa Tuhan Yesus bisa menyembuhkan aku yah….atau apakah Tuhan akan menolong keluargaku dll

Adik-adik ayo kita harus belajar seperti Yosafat membuat keputusan yang tepat yaitu mencari Tuhan dan meminta pertolongan hanya kepada-Nya, bukan kepada yang lain. seperti Pemazmur juga berkata, “…tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.” (Mazmur 9:11) amin.

Ayat hafalan –

Yeremia 29:12-13 Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku;

Komitmenku hari ini

Aku Percaya bahwa didalam Tuhan selalu ada Pertolongan, bagi Tuhan tidak ada hal yang mustahil.

Tuhan Yesus memberkati

GH – RS

“Bersandar pada Yesus”

“Bersandar pada Yesus”

Renungan Harian Anak, Rabu 28 Mei 2021

Bacaan: Yohanes 13:12-26

Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihiNya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya. —Yohanes 13:23

Syalom Adik-adik yang luar biasa… gimana kabarnya hari ini? Kakak berdoa semua dalam keadaan yang sehat ya. Tetap semangat ya adik-adik dan tetap jaga Kesehatan semuanya, kakak doakan adik-adik dalam keadaan sehat

Adik tahu tidak lagu yang berbungi seperti ini : “nyender ning sisine sopo … nyender ning Gusti Yesus”

Adik-adik, siapa yang pernah merasakan capek atau lelah setelah berdiri terlalu lama? Apa yang adik-adik inginkan saat sudah capek berdiri…? Iya… adik-adik pasti pingin bisa duduk kan, dan cari tempat untuk bisa bersandar. Enak ya… saat kita bisa mendapatkat tempat untuk bersandar, kita bisa beristirahat, kita bisa melepas lelah untuk nantinya bisa melakukan kegiatan lagi. Atau mungkin adik-adik merasa nyaman dan tenang ketika bisa bersandar dan dipeluk Mama atau Papa, pasti adik-adik bisa merasa tenang, aman, dan senangkan?

Em, adik-adik pernah ndak membayangkan bisa bersandar pada Yesus dan dipeluk oleh Tuhan Yesus…? Adik-adik bisa membayangkan rasanya bersandar pada Yesus, pasti rasanya tenang, seneng, damai, sukacita dan bangga punya Tuhan Yesus yang mangasihi kita.

Salah seorang murid Yesus, yang paling dekat dengan Tuhan Yesus pernah merasakan bersandar pada Yesus lho… Siapa hayo Namanya? Betul… Namanya Yo-ha-nes. Yohanes ini juga dikenal sebagai murid yang dikasihi Yesus, Yohanes selalu ada di dekat Tuhan Yesus. Saat Tuhan Yesus berkumpul dengan semua murid-muridnya untuk mengajar mereka, Yohanes selalu duduk di dekat Tuhan Yesus, bahkan dalam ayat bacaan kita hari ini dia bersandar kepada Yesus. Yohanes menjadi orang yang sangat dekat dengan Tuhan Yesus, bahkan dia berani menanyakan sesuatu yang teman-temannya yang lain tidak berani tanyakan kepada Yesus, hanya Yohanes yang berani… dan, Tuhan Yesuspun menjawab pertanyaan Yohanes. Ini artinya Yohanes memilik kedekatan dengan Tuhannya.

Tetapi di kisah ini juga ada murid lain yang tidak bersandar pada Tuhan, malah memilih untuk menghianati Tuhan Yesus. Siapa dia adik-adik? Iya… Namanya Yudas, dia memilih jauh dari Tuhan dan menjual Tuhan Yesus. Nah adik-adik, hari ini kita mau memilih bersandar kepada siapa? Bersandar kepada Yesus seperti Yohanes, atau bersandar pada si Iblis seperti Yudas?

Tentu adik-adik semua memilih untuk bersandar pada Tuhan Yesus. Jika kita bersandar pada Yesus kita akan merasakan sukacita, damai, senang dan Tuhan Yesus yang baik akan mendengar semua permintaan kita karena kita dekat dengan Tuhan Yesus dan Tuhan Yesuspun dekat dengan kita.

Adik-adik  kita semua bahwa orang yang bersandar kepada Tuhan dan berharap kepada Tuhan akan diberkati. Seperti ayat Firman Tuhan hari ini dan juga ayat hafalan kita

Yeremia 17:7 “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!”

Komitmenku Hari Ini:

Tuhan, aku mau bersandar hanya kepada-Mu. Aku mau dekat dengan-Mu, merasakan ketenangan, kedamaian, dan sukacita Bersama-Mu.

CM – GCT

“SAYA PUNYA TUHAN YESUS YANG HEBAT”

“SAYA PUNYA TUHAN YESUS YANG HEBAT”

Renungan Harian Anak, Selasa 27 Juli 2021

Ayat Bacaan : Markus 4:35-41

Selamat pagi Adik adik Elohim kids…..shallom, Puji Tuhan  kita diberikan tidur yang nyenyak ya adik adik semalam, pagi hari kita bangun dengan semangat yang baru ya adik adik..kakak bersyukur bisa sama sama belajar firman Tuhan dengan adik adikk semua.. Yux kita sama sama berdoa sebelum merenungkan Firman Tuhan yaa……

Adik adik beberapa hari yang lalu sahabat kakak sedang sakit cukup parah, kakak sangat terkejut saat mendengar kabar itu, kakak sangat sedih dan kakak menjadi sangat cemas, takut dan khawatir…kemudian kakak teringat buat apa kakak takut dan cemas padahal kita punya Tuhan Yesus. Roh kudus mengingatkan kakak untuk datang kepada Tuhan dan mendoakan sahabat kakak.. setiap hari kakak berseru kepada Tuhan memohon kesembuhan buat Sahabat kakak ini. Dan bersyukur adik adik Sahabat kakak sekarang sudah sehat kembali..mujizat telah Tuhan buat atas sahabat kakak ..

Adik adik cerita kakak ini sama seperti ayat bacaan kita tadi, tentang murid murid yang ketakutan menghadapi badai tapi kemudian menjadi takjub dengan kuasa yang Tuhan Yesus tunjukkan. Adik-adik Setiap kita pasti akan berhadapan dengan masalah, dalam kisah ini, murid-murid pun berhadapan dengan masalah (badai) walaupun saat itu mereka bersama dengan Yesus (ayat 37). Masalah memang selalu membuat orang merasa tidak sejahtera, cemas, takut, seperti juga murid-murid yang takut tenggelam ketika menghadapi badai. Namun sebagaimana dalam bacaan ayat kita hari ini Tuhan Yesus mengingatkan bahwa rasa takut itu menunjukkan bahwa murid-murid kurang beriman/percaya (ayat 40).

 Dengan adanya masalah / badai seharusnya kita dapat belajar untuk semakin beriman kepada Tuhan. Masalah membuat kita dapat melihat dan merasakan bahwa Tuhan adalah kekuatan. Dari setiap masalah juga kita dapat lebih jelas melihat kuasa Tuhan.

Hal yang terpenting dari semua itu adalah bagaimana reaksi atau respon kita terhadap masalah/badai yang datang. Akankah kita berteriak ketakutan atau sebaliknya menenangkan diri dan berdoa kepada Tuhan.Ingat Ya adik adik Kita Punya Tuhan Yesus yang sanggup melakukan apapun, menolong kita dan memberkati kita.

Ayat Hafalan:

Mazmur 23:4a, Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku

Komitmenku:

Aku Punya Tuhan Yesus aku tidak akan takut ,aku mau berdoa dan berserah kepada Tuhan apapun masalahku

YC -KCP