Ibadah Online GPdI Elohim Batu

Ibadah Online GPdI Elohim Batu

Minggu, 01 Agustus 2021

“Menang Sampai Akhir “

Pdt. Grace Syauta

Kehidupan kita digambarkan seperti sebuah perjuangan dan peperangan. Ada perjuangan yang harus kita kerjakan setiap hari dan tentunya kita tidak dapat berjuang dengan kekuatan diri kita sendiri. Kita perlu pertolongan Tuhan yang akan menuntun kehidupan kita “Menang sampai Akhir”

Belajar dari kisah Bangsa Israel dibawah kepemimpinan Yosua yang mengalahkan Yerikho dengan tembok raksasanya, kita akan belajar bersama bagaimana prinsip-prinsip menikmati Kemenangan yang sudah Tuhan sediakan bagi kehidupan kita semuanya.

Kita semua adalah orang-orang berdosa yang telah menikmati anugerah keselamatan, Biarlah kita tetap hidup dalam kebenaran Firman Tuhan sampai akhir, Biarlah kita menjadi orang-orang yang menang sampai akhir…

Elohim Ministry

Link Youtube :

Ibadah Online Sekolah Minggu

SUNDAY FUNDAY – Ibadah Online Sekolah Minggu

Minggu, 01 Agustus 2021

“Aku Mengasihi Keluargaku”

Kejadian 45:9-24

Kita belajar dari kisah Yusuf pernah dijual oleh kakaknya sebagai budak dan dibawa ke Mesir. Lalu ia pernah jadi pelayan, lalu dipenjara dan di kemudian hari menjadi orang penting di istana Firaun karena pandai memahami mimpi raja. Yusuf sangat menyayangi bapanya. Oleh karena itu ia memohon kepada raja agar bapanya boleh tinggal di Mesir. Syukurlah raja setuju, sehingga Yusuf dapat berkumpul kembali dengan bapanya, wah… mengharukan sekali sebab sudah berpuluh tahun berpisah.”

Nah kita belajar bersama untuk mengasihi keluarga kita, karena orang tua kalian yang dipercaya Tuhan untuk membimbing agar adik-adik menjadi anak-anak yang baik.

Apa yang dilakukan Yusuf patut kita teladani, yakni mengasihi orang tua dan selalu mau membahagiakannya. Ayo Selalu mengingat kebaikan orang tua saat apa pun: saat sedih-gembira, saat kecewa- bangga, saat gagal-berhasil, saat miskin-kaya, saat sakit-sehat. dan juga Memberikan yang terbaik untuk orang tua, sikap menghormati, taat pada orang tua, selalu mau menolong orang tua.

Efesus 6:2-3b Hormatilah ayahmu dan ibumu supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

Sunday Funday – Every day Sing and Shout for Jesus
Elohim Kids Ministry

Link Youtube:

“Jangan Membalas Kejahatan dengan Kejahatan”

“Jangan Membalas Kejahatan dengan Kejahatan”

Renungan Harian, Sabtu 31 Juli 2021

Imamat 19:18, “Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.”

Syalom Bapak Ibu Saudara yang dikasihi Tuhan …

Didunia ini kacau karena dipenuhi orang yang membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi umat Tuhan diajar untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan karena alasan -alasan berikut :

Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan akan membawa berkat

Dalam 1 Petrus 3 : 9 dikatakan bahwa kita dipanggil untuk memberkati, maka kita akan memperoleh berkat. Hal ini bisa diartikan juga : bila kita mengutuk maka kita memperoleh kutuk. Tuhan memberikan ganti rugi atau restitusi kepada orang  yang memberkati orang yang melakukan kejahatan kepadanya . Didalam Roma 8 : 28 tertulis “ Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi  Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”.

Yusuf  dimana 10 orang kak Yusuf  telah melakukan  kejahatan yang keterlaluan , mereka memasukkan Yusuf kedalam sumur, lalu menjualnya menjadi budak setelah itu  mereka menganggap Yusuf sudah lenyap atau mati . Selama kurang lebih 13 tahun menderita dia menjadi budak di Mesir lalu dipenjara tanpa salah.   Tetapi setelah 13 tahun menderita, tibalah waktu Tuhan  bertindak  penderitaan Yusuf dalam sekejap di ubah menjadi berkat .  Yusuf mendadak diangkat menjadi perdana mentri di Mesir  dan waktu kakak2nya datang ke Mesir  sebenarnya Yusuf punya kesempatan untuk membalas dendam . Tetapi memang dari semula Yusuf tidak punya keinginan ntuk membalas dendam, Yusuf mengerti bahwa membalas dendam adalah hak Allah. Dan dia dipanggil untuk memberkati, terbukti  dari perkataannya kepada kakak-kakaknya yang tertulis dalam Kejadian 45.

Membalas kejahatan dengan kejahatan akan merugikan diri sendiri

Orang yang berbuat kejahatan akan dihancurkan  oleh kejahatannya sendiri.  sesungguhnya orang itu hamil dengan kejahatan, ia mengandung kelaliman an melahirkan dusta , ia membuat lobang dan menggalinya, tetapi ia sendiri jatuh ke dalam pelubang yang dibuatnya.  Kelaliman yang dilakukannya kembali menimpa kepalanya, dan kekerasannya  turun menimpa batu kepalanya ( Mazmur 7 : 15 – 16).  Orang yang membalas dendam melakukan kejahatan yang seimbang atau bahkan lebih besar, karena itu dia menjadi orang yang sama jahatnya.   Hasilnya  adalah kehancuran. 

Ahitofel adalah orang yang sangat bijaksana , sehingga dalam Alkitab dikatakan demikian  pada waktu itu nasehat yang diberikan Ahitofel adalah sama dengan petunjuk yang dimintakan  dari Allah. (2 Samuel 16 : 23) . Ahitofel dan keluarganya Daud, mempunya anak perempuan bernama Betsyeba yang menikah dengan Uria salah seorang dari 30 pahlawan terpilih raja Daud. Karena itu perbuatan Daud berzinah dengan Batsyeba dan kemudian membunuh Uria adalah kejahatan besar terhadap Ahitofel karena itu dia tidak bisa mengampuni Daud.  Ahitofel   bersekutu dengan Absalom , karena menurut pendapatnya Daud sudah tidak layak menjadi raja, gembala bagi umat Israel, Ahitofel lupa bahwa Daud di hukum dengan sangat berat oleh Allah dan Daud bertobat dan sehingga mengalami pemulihan . Ahitofel membalas Daud dengan menasihati Absalom melakukan  yang jauh lebih jahat dari dosa  Daud kepadanya  Ahitofel berakhir dengan kebinasaan, dia bunuh diri.

Pertanyaannya kalau kita mengalami seperti perbuatan Daud terhadap Ahitofel , bersediakah kita mengampuni orang itu ??? .

Apakah yang akan kita  lakukan terhadap sipembuat kejahatan  itu ?

Kita diajar Tuhan tunduk kepada hukum

Didunia kita tunduk dan taat pada hukum yang melarang main hakim sendiri. Sebagai warga Kerajaan Allah /surga kita taat dan tunduk pada hukum kerajaan Surga yaitu Matius 5 : 44 berkata Tetapi Aku berkata kepadamu, “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu “.  Saudara2 bila kita mengasihi dan berdoa bagi mereka yang menganiaya kita , mustahil  kita mengutuk musuh dan penganiaya kita.  Isi doa kita  adalah mengampuni dan memberkati musuh kita.  Bahkan dalam Roma 12 : 14 “ Berkatilah  siapa yang menganiaya kamu,berkatilah dan jangan mengutuk”. Dan perhatikan juga firman  berikut ini : dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati , karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat ( 1 Petrus 3 : 9).

Kita tahu pembalasan bukan hak kita

Roma 12 : 19 “ Pembalasan itu adalah hakKu. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan”.  

Tuhan mendelegasikan sebagian hakNya untuk membalas dendam kepada negara yang pelaksananya adalah pemerintah yaitu melalui lembaga pengadilan, karena pemerintah adalah hamba Allah  untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat,  takutlah akan dia , karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat ( Roma 13 : 4 ) Dan sepenuhnya hak pembalasan ada di tangan Tuhan. Di dunia kita lapor polisi, dan finalnya laporkan saja pada Tuhan. Tuhan hakim yang adil akan memberikan keadilanNya kepada orang yang melaporkan kasus kejahatannya yang menimpanya, sebagaimana yang dialami Daud dalam Mazmur 7 : 18 ,…Aku hendak bersyukur kepada Tuhan karena keadilanNya,  dan bermazmur bagi  nama Tuhan yang Maha Tinggi.

Tuhan memberkati …

“Bertanggung Jawab”

“Bertanggung Jawab”

Renungan Harian, Jumat 30 Juli 2021

Matius 25:23 “Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.”

Shalom… Selamat Pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih.

Bagi generasi yg lahir era 80an, mesin ketik menjadi salah satu peralatan kantor yang sangat terkenal.  Sebelum komputer mengambil alih fungsinya, mesin ketik menjadi alat bantu administrasi yang sangat diperlukan.  Salah satu perusahaan pembuat mesin ketik yang terkenal pada waktu itu adalah West Coast.  Pada masanya, West Coast merupakan perusahaan pembuat mesin ketik yang menguasai sebagian besar pasar nasional.  Namun dengan pengoperasian komputer dimana-mana, penjualan mesin ketik perlahan-lahan menurun.  Di saat itulah sang pemilik perusahaan, Jeremy Q. Lyons mengalami masa-masa terburuk dalam hidupnya. Ketika ia melepaskan tanggung jawabnya untuk berpikir dan mencari cara menyelesaikan tantangan yang dihadapi oleh perusahaannya, dan hanya memilih menyalahkan situasi yang terjadi. Ia terus menyalahkan penemuan komputer dan mengakibatkan perusahaannya jatuh bangkrut.  Lyons yang dikenal tidak mudah menerima perubahan, bersikeras untuk terus memproduksi mesin ketik. Namun penjualan terus merosot hingga perusahaan tersebut akhirnya bangkrut.

Ratusan karyawan kehilangan pekerjaan, termasuk Lyons sebagai pimpinan tertinggi yang kemudian melarikan masalahnya pada alkohol.  Istrinya terpaksa pergi bersama anak mereka dan meninggalkannya dalam keadaan mabuk berat.  Ia sendiri akhirnya menjadi seorang gelandangan dan terpaksa tinggal sementara di tempat penampungan misi.  Syukurlah jika kemudian ada seorang yang berempati dan selalu mendorongnya untuk bangkit kembali Ia dapat menerima dan menyadari segala kekeliruannya. Selang beberapa waktu, Jeremy Q. Lyons kembali bekerja dengan tekun. Akhirnya ia justru sukses sebagai pemilik dari beberapa toko komputer dengan penghasilan miliaran rupiah.

Bapak, ibu san saudara yang dikasihi Tuhan, Ketika kita menghindar dan lari dari sebuah tanggung jawab, mungkin kita merasa seperti sedang melepaskan diri dari sebuah beban, namun kenyataannya tidaklah demikian.  Semakin kita melarikan diri, semakin kita kehilangan tujuan dan makna hidup. Semangat kita merosot, merasa tidak berarti dan akhirnya menjadi seorang pecundang.  Justru mereka yang melarikan diri dengan tidak mau menghadapi tanggung jawabnya, pasti tidak akan mengalami terobosan dalam hidup. 

Tanggung jawab adalah bukti kedewasaan, dan mereka yang tidak dewasa tidak akan dipercaya untuk mendapatkan hal yang lebih besar dari yang sebelumnya ia pernah dapatkan.

Seorang yang bertanggung jawab adalah seorang yang berhenti menyalahkan situasi, berani membuang semua alasan yang tidak berguna, belajar berbenah diri jika ada kesalahan yang telah diperbuat dan berusaha untuk tidak kembali melakukan kesalahan yabg sama, serta membiasakan diri melakukan kewajiban dengan kemampuan yang terbaik.

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih, setiap kita pribadi lepas pribadi memiliki tanggung jawab yang telah Tuhan berikan kepada kita. 

Renungan hari ini mengingatkan kita agar tidak lari dari tanggung jawab apa pun yang telah diberikan Allah kepada kita, termasuk tanggung jawab dalam keluarga, pekerjaan, maupun pelayanan. 

Amen !!

Tuhan Yesus Memberkati . . . .

DS

“Masa Depan Masih Ada”

“Masa Depan Masih Ada”

Renungan Harian, Kamis 29 Juli 2021

Nats : Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan- rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan

Syalom Bapak Ibu Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus . . .

Teks Firman Tuhan dalam Yeremia 29:11, ini secara khusus berbicara tentang rancangan Tuhan untuk bangsa pilihan-Nya yang hendak mengembalikan mereka ke negerinya setelah melewati tahun-tahun di dalam pembuangan. Umat Tuhan ketika ditawan di pembuangan mengalami kehidupan yang tidak baik, diperlakukan sebagai budak, pekerja rodi, dan tawanan yang tidak memiliki hak seperti layaknya orang merdeka. Betapa keadaan itu pastinya sangat memprihatinkan bahkan sangat memilukan. Dalam keadaan itu Allah memberikan janji-Nya bahwa suatu hari kelak umat pilihan Tuhan akan bebas dan mengalami hidup yang diberkati.

Allah menjamin masa depan penuh harapan bagi umat pilihan-Nya, hal itu disampaikan oleh nabi Yeremia dengan mengumandangkan bahwa Allah memberikan rancangan damai sejahtera dan bukan kecelakaan. Dengan mengerti kalimat ini, jelas dipahami bahwa Tuhan merancang hal yang baik bagi umat- Nya.

Meskipun dalam keadaan tertekan dan sengsara, Tuhan memperhatikan umat-Nya yang dipembuangan. Allah mengizinkan hal itu terjadi sebagai bagian dari proses menjadikan mereka bangsa yang setia, dengar-dengaran kepada- Nya, sehingga rancangan dan masa depan penuh harapan itu dinyatakan.

Masa depan penuh harapan yang dijanjikan Tuhan kepada umat pilihan adalah sebuah keadaan dimana mereka bebas dari tawanan, tidak lagi dikekang atau dijadikan budak oleh bangsa lain, mereka kembali ke tanah airnya, dan hidup dengan merdeka dan menikmati berkat Tuhan.

Seperti Allah memberikan janji dan jaminan masa depan yang penuh harapan kepada umat pilihan-Nya, hal ini juga pasti terjadi kepada kita umat Tuhan (orang percaya) yang hidup di zaman ini. Bagi kita tentu Tuhan telah memberikan rancangan, janji dan karya penyelamatan-Nya, yang telah melepaskan dari perbudakan dosa. Dengan demikian kehidupan kita telah dan sedang serta terus mengalami masa depan penuh harapan.

Secara rohani, jelas masa depan penuh harapan adalah keadaan dimana kita akan dibuat Tuhan mengalami kepenuhan, secara khusus pengenalan, pemahaman, pengertian dan pengalaman akan karya-karya Tuhan. Ini berarti kerohanian kita semakin hari semakin dewasa.

Masa depan penuh harapan selalu tersedia bagi setiap kita orang-orang yang percaya kepada-Nya dengan syarat kita hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, bersedia diproses Tuhan, serta memahami cara kerja Tuhan atas seluruh kehidupan kita.

            Apalagi pada saat-saat pandemi yang semakin mengerikan seperti sekarang ini. Jangan sampai kita menjadi hilang harapan karena keadaan kesehatan dan ekonomi yang terpuruk ini. Percayalah bersama Tuhan Yesus kita mampu melewatinya. Ya masa depan yang indah, hari-hari yang seperti dahulu kala masih ada.

Amsal 28:13 “Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.”

Tuhan Menyertai dan Memberkat kita semua ….

Allah memberi jaminan masa depan yang penuh harapan

Sungguh masa depan itu masih ada !

“Disiplin Diri”

“Disiplin Diri”

Renungan Harian, Rabu 28 Juli 2021

Bacaan: 1Korintus 9:25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

Jika kita perhatikan, ada orang-orang yang sukses dalam banyak hal. Mereka sukses dalam karier, sukses dalam berumah tangga, sukses dalam pelayanan. Kesehatan tubuhnya juga baik. Jika kita teliti orang-orang seperti ini, maka kita akan menemukan ada sebuah kesamaan yang membuat mereka berhasil, yakni mereka disiplin.

Sebaliknya ada orang-orang yang serba gagal. Gagal dalam pekerjaan, gagal dalam berkeluarga, gagal dalam kesehatan. Dan kalau kita teliti orang –orang itu, maka ada juga sebuah kesamaan, yakni tidak mereka mengabaikan disiplin. Pasti ada yang berkata:’ yah..saya memang membiarkan segalanya merosot sih………saya sering menunda-nuda pekerjaan, ………saya kalau bersenang-senang tidak tahu waktu berhenti,……….sampai mengabaikan pekerjaan. Saya kurang disiplin berolah raga sehingga saya sakit-sakitan. Kurang disiplin makan buah atau sayuran. ……..Saya tidak melewatkan waktu bersama keluarga. Semua itu berakar oada kurangnya disiplin.

Kita semua juga ingin memperoleh banyak kesuksesan dalam kehidupan kita. Tetapi maukah kita membayar terlebih dulu kesuksesan yang kita idam-idamkan itu? Karena untuk meraih kesuksesan kita dituntut untuk membangun sebuah kebiasaan, sebagaimana dikatakan oleh Aristoteles, bahwa kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang.

Kedisiplinan adalah syarat mutlak bagi setiap kita yang akan membangun sebuah kebiasaan baru. Setiap manusia baru akan memiliki sebuah kebiasaan baru ketika dia secara disiplin melakukan hal tersebut secara terus-menerus tidak pernah terputus selama sedikitnya 30 –90 hari.

Kata disiplin atau self-control berasal dari bahasa Yunani, dari akar kata yang berarti “menggenggam” atau ”memegang erat”. Kata ini sesungguhnya menjelaskan orang yang bersedia menggenggam hidupnya dan mengendalikan seluruh bidang kehidupan yang membawanya kepada kesuksesan atau kegagalan.

Berikut beberapa hal yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan disiplin diri:

Perlu ada keputusan dini.

Misalnya, kita menyadari bahwa untuk bertumbuh dalam kerohanian, maka kita wajib melakukan 3 hal ini: ibadah setiap minggu, Bersaat teduh setiap hari, melayani Tuhan. kita kemudian memutuskan bahwa ketiga hal ini sudah harus dilakukan tanpa perlu dipertimbangkan lagi. kita tidak perlu lagi menanyakan pada hari sabtu pagi:”besok ke gereja enggak yah? Perlu menyeter weker enggak? Siapa yang kotbah? Bagaimana cuacanya? ENGGAK USAH DIPIKIRIN LAGI. Keputusan itu sudah final, hanya lakukan saja.

Kita membutuhkan teman-teman persekutuan untuk mengingatkan diri kita.

Kita memerluka saudara-saudara seiman kita untuk saling mendukung, menguatkan dan mendorong kita untuk dapat mendisiplinkan diri. Carilah teman-teman yang positif yang mendukung kita dan bukan menjatuhkan kita dalam kemalasan.

Arahkanlah pikiran kita kepada hasilnya.

Kalau kita mengingatkan diri bahwa hasil daripada disiplin ini sangat besar, maka kita pasti akan berusaha untuk mendisiplin diri. Disiplin tanpa imbalan tidak akan menarik. Setiap orang yang sedang dalam latihan, menahan diri dalam segala hal. Ia melakukan itu karena ia ingin dikalungi dengan karangan bunga kejuaraan, yaitu bunga yang segera akan layu. Tetapi kita ini menahan diri dalam segala hal karena kita ingin dikalungi dengan karangan bunga yang tidak akan layu. (1Kor 9:25). Ada imbalan yang Paulus harapkan dalam menerapkan disiplin.

Mulai dengan disiplin yang kecil-kecilan

Jika sekarang kita sangat tidak disiplin, kita masih dapat menggunakan sedikit disiplin yang kita miliki untuk dilatih sehingga kita dapat menjadi semakin disiplin. Semakin kita disiplin, hidup kita semakin mudah untuk dijalani. Tantangan yang pada mulanya terlihat mustahil bagi kita untuk dijalani, akhirnya akan tampak seperti mainan anak-anak. Saat kita semakin kuat, berat beban yang sama akan terasa semakin ringan.

Untuk memperoleh semua hasil itu, JALANNYA TIDAK MUDAH. Imbalan disiplin ada di depan kita. Imbalannya itu ada dalam jangkauan kita. Imbalan itu bisa diraih asalkan kita mau berusaha.

Ada mahkota abadi yang menanti kita di akhir dari perlombaan iman kita di dunia ini.

Tuhan Yesus Memberkati.

CAM

“Menjaga Hati”

“Menjaga Hati”

Renungan Harian, 27 Juli 2021

Ayat Bacaan :

Amsal 4 : 23, Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Menjaga hati bukanlah sesuatu yang gampang, tetapi inilah yang Tuhan inginkan dari kita. Oleh darah Yesus lewat pengorbananNya di atas kayu salib, hati kita dibersihkan serta dikuduskan, kemudian Tuhan menuntut agar kita dapat menjaga dan memelihara hati kita dari segala sesuatu yang dapat merusakkannya. Dalam terjemahan lama;

Amsal 4:23, “Peliharakanlah hatimu terlebih dari pada segala yang patut dipeliharakan, karena dari dalamnya terpancarlah segala mata air hidup”.

Banyak orang mobilnya terjaga dengan baik, tetapi hatinya tidak sehingga membuat dirinya tidak bisa tertawa. Tetapi, ada orang yang hidupnya sederhana tapi bisa tertawa karena hatinya selalu terpelihara. Sebab itu Alkitab berkata dalam;

Amsal 15:17, “Lebih baik sepiring sayur dengan kasih dari pada lembu tambun dengan kebencian”.

 Persoalannya bukan pada apa yang kita akan makan yang membuat kita menikmatinya, tetapi bagaimana keberadaan hati kitalah yang menentukannya.

Jika hati kita baik, maka sikap kita akan menjadi seperti yang Alkitab katakan, cepat mendengar tetapi lambat untuk berkata-kata. Hal ini akan membantu kita untuk dapat memahami dan mengerti keberadaan orang disekitar kita, dan kitapun akan dapat membantu mereka yang dalam kesulitan supaya bisa bergembira kembali.

Bukan soal berapa banyak kekayaan atau apa pekerjaan yang kita miliki, tetapi hati kita yang akan menentukan apakah kita berbahagia dalam hidup ini. Apa yang keluar dari dalam mulut, maka itu sumbernya dari dalam hati. Karena itu orang tua yang suka berkata bahwa anaknya nakal, janganlah heran jika anak itu akan bertumbuh menjadi anak yang nakal seperti ucapan kita sebab perkataan orang percaya mengandung kuasa.

Kenapa Tuhan menginginkan agar kita menjaga hati kita?

Agar kita bergembira, sebab hati yang gembira adalah obat yang manjur.

Amsal 17:22, “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang”.

Saat seseorang mengalami sakit penyakit, maka suasana hati yang bergembira akan sangat membantu kesembuhan orang tersebut.

Jika kita sedang dalam suasana hati yang kurang baik, maka rumah Tuhan adalah tempat terbaik dimana kita dapat datang mencari Tuhan, memuliakan Tuhan serta berseru kepadaNya karena hal ini akan membuat membuat hati kita bergembira karena dalam Tuhan ada jawaban atas setiap persoalan yang kita miliki. Roh Kudus berkuasa untuk menolong kita dan memampukan kita untuk tetap bersukacita walaupun dalam persoalan.

Tuhan ingin agar kita berbahagia.

Amsal 17 : 20, “Orang yang serong hatinya tidak akan mendapat bahagia, orang yang memutar-mutar lidahnya akan jatuh ke dalam celaka”.

Tuhan menginginkan agar hati kita tidak serong, setia terhadap pasangan kita terlebih kepada Tuhan. Tuhan tidak menginginkan kita celaka tetapi Dia mau kita bahagia itu sebabnya Tuhan menyuruh kita menjaga hati kita.

Alkitab berkata bahwa teguran yang nyata lebih baik dari pada kasih yang tersembunyi. Itu sebabnya kalau kita ditegur Tuhan, hal ini menunjukkan bahwa Tuhan sangat mengasihi kita. Karenanya tegurlah orang yang kita tahu melakukan hal yang salah, karena itu adalah bukti bahwa kita mengasihi mereka.

Tuhan Sering memakai orang disekitar kita termasuk hamba Tuhan untuk menegur kita kalau hati kita sudah serong. Tuhan tidak menginginkan kita celaka dan kegembiraan kita sirna, tapi Dia ingin kita selalu bersukacita. Karena itu kita ditegur Tuhan ketika kita berbuat salah.

Tuhan tidak ingin kita mengalami kehancuran.

Amsal 18:12, “Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan”.

Tuhan tidak menginginkan kita mengalami kehancuran, tetapi iblis seperti singa yang mengaum-ngaum untuk memangsa kita dan mengahancurkan kita. Tuhan menginginkan semua yang kita miliki tetap menjadi milik kita bahkan kita terus bertambah-tambah. Tuhan sanggup memelihara semua yang ada pada kita, namun Tuhan menginginkan kita menjaga hati kita.

Orang yang hidup rendah hati, awalnya rasanya tidak mengenakkan karena mungkin diperlakukan seenaknya. Tetapi akhirnya akan mendatangkan kehormatan dalam hidupnya.

Amsal 24:10, “Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu”.

Tuhan tidak mau kekuatan kita menjadi kecil ketika menghadapi pergumulan, sebab itu jangan tawar hati dan tetaplah percaya kepada Tuhan. Kita perlu kekuatan dan pikiran yang baik untuk dapat mencapai sesuatu.

Untuk itu bapak ibu dan saudara terkasih, betapa kita sangat perlu menjaga hati kita untuk tetap selalu baik dalam keadaan apapun. Untuk itu tetap andalkan Tuhan ketika kita hendak menjaga hati kita, karena Tuhan pasti akan selalu memampukan kita

Tuhan Yesus Memberkati