Musim Kehidupan

Musim Kehidupan

Renungan Harian, Selasa 19 Oktober 2021

Pengkhotbah 3:1-14

Ayat 1, Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.

Musim hidup kita silih berganti, ada musim bahagia ada juga musim kesusahan. Hidup adalah perjalanan waktu yang ditempuh dari musim demi musim dalam penyertaan Tuhan. Setiap musim adalah musim yang baru karena kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di masa akan datang. 

Renungan firman Tuhan hari ini berbicara mengenai musim-musim kehidupan. Dikatakan bahwa “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia.” (Pengkhotbah 3 : 1, 2, 4 & 14).

Untuk segala sesuatu ada masanya di bawah langit ini seperti yang dikatakan oleh pengkhotbah. Ini menunjukkan bahwa Allah menetapkannya untuk kita lalui. Kita tidak bisa memilih karena musim kehidupan kita pasti berubah. Kita melihat betapa kreatifnya Allah dalam menetapkan musim-musim kehidupan manusia, namun ada juga masa di mana musim yang kita alami adalah musim tidak bahagia.

Musim Tak Terduga

Amsal 16 : 9, Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.

Sebuah kejutan bisa terjadi. Musim yang tak terduga bisa datang secara tiba-tiba “memaksa” kita mengubah rencana, bahkan membelokkan arah hidup. Contoh nyata yang kita alami sekarang adalah masa pandemi Covid-19 yang tiba-tiba muncul, rencana yang sudah dibuat akhirnya menjadi tertunda atau bahkan gagal. Kesusahan datang, banyak hal yang berubah, pola hidup, pola kerja, cara ibadah dan lain-lain. Manusia bisa merencanakan apa saja namun Tuhan yang berdaulat penuh. 

Musim boleh berubah, keadaan bisa menjadi tidak sama lagi, namun sebagai orang percaya kita memiliki Tuhan Yesus yang tidak akan pernah meninggalkan kita.

Musim yang Pasti Terjadi

Didalam Pengkhotbah 3 : 2-8 dikatakan bahwa ada musim-musim yang pasti terjadi dalam hidup, dan kita harus melaluinya. Pilihan ada di tangan kita, pilihlah untuk bertahan dan menang melewati masa-masa susah tersebut sebab Tuhan tidak pernah merancangkan hal buruk bagi kita.

Apapun yang sedang kita alami, Allah ijinkan agar manusia memiliki rasa takut akan Tuhan. Jangan sombong atau lupa diri sebab ada perubahan musim yang akan kita alami. Tetaplah rendah hati ketika berada dalam musim bahagia atau diberkati.

Tuhan Punya Tujuan untuk Setiap Musim

Roma 8 : 28, Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Kita harus mempercayai Tuhan, karena kita tahu bahwa ada tujuan yang Tuhan tetapkan lewat setiap musim yang kita lewati. Musim yang baik maupun kurang baik Tuhan turut bekerja. Semua tidak terjadi begitu saja karena Tuhan melihat dan mengijinkannya.

1 Tesalonika 5 : 18, Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Ketika berada dalam masa-masa sedih, susah, dan sulit, mengucap syukur akan membuat kita mengalami damai sejahtera dan menerima pertolongan Tuhan.

Apapun yang kita alami, tidak bisa dihindari, pasti akan terjadi. Oleh karena itu, tetaplah percaya kepada Tuhan karena mujizat pasti terjadi dan pertolongan-Nya ada bagi kita. Dan jadilah orang-orang Kristen yang tertanam di tepi aliran air dan menghasilkan buah dalam setiap musim-musim kehidupan.

Mazmur 1 : 3, Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Tuhan Yesus Memberkati

YG

Bertahan Melewati Kesulitan

Bertahan Melewati Kesulitan

Renungan Harian, 18 Oktober 2021

Syalom bapak ibu yang dikasihi oleh Tuhan Yesus

Didalam firman, Tuhan, orang yang takut akan Tuhan, orang yang setia melakukan kebenaran, dijamin akan menjadi berkat, tetapi ada juga situasi yang sebaliknya. Dengan kata lain bahwa masalah itu ada disekitar kita, tidak ada orang yang kebal dengan masalah, namun yang terpenting bukanlah ada atau tidak ada masalah tetapi bagaimanakah kita meresponi setiap permasalah yang dihadapi.

Belajar dari kisah Janda dalam 2 Raja-Raja 4. Dia adalah janda dari seorang nabi.

Ayat 1 Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: “Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya.”

Janda ini memiliki tanggungan yang besar karena ada penagih hutang yang akan mengambil kedua anaknya sebagai bayaranya. Ada beberapa kemungkinan Janda ini menanggung hutang yang besar

  1. Nabi yang telah mati itu yang punya utang
  2. Setelah nabi itu mati, tidak ada lagi pemasukan, sehingga janda itu berhutang.
  3. Ada persoalan atau dakwaan yang disebabkan oleh orang lain karna mereka tidak menyukai suaminya

Dari beberapa aturan dalam kehidupan orang Yahudi kemungkinan yang paling realistis adalah penagih hutan ini bukanlah orang Israel dan memiliki masalah dengan suaminya. Karena ada beberapa peraturan hukum taurat bagi orang Israel

Hutang tanpa membebankan bunga

Keluaran 22:25,  Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat-Ku, orang yang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih hutang terhadap dia: janganlah kamu bebankan bunga uang kepadanya.

Terlepas dari beberapa alasan diatas, fakta yang ada adalah Janda ini mengalmi masalah yang besar, karena yang dipertaruhkan adalah kedua anaknya. dari kisah ini kita belajar bersama bahwa  Masalah bisa saja terjadi dalam kehidupan kita. Karena selama kita hidup dalam dunia permasalah itu akan selalu ada namun kita belajar bersama bahwa

“jangan tinggalkan Tuhan hanya karena masalah, kita harus tenang dan rileks, karena orang yang dikelilingi masalah itu benar benar manusia”

Bagaimana kita menghadapi masalah atau krisis dalam kehidupan ini?

Wahyu 6:6, Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: “Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu.”

Ketika mengahadapi situasi yang serba terbatas dan berat ingatlah ada 2 hal yang tidak boleh hilang dalam kehidupan kita yaitu Minyak dan Anggur. Minyak menggambarkan urapan dari Roh Kudus dan kehadiran Tuhan dalam kehidupan kita, kemudian Anggur yang menggambarkan Sukacita.

“Sehebat dan sebesar apapun persoalan kita, bagaimana perjuangan kita menuju kepada kehidupan yang lebih layak, tidak usah susah, tetapi kita harus mempertahankan urapan dan kehadiran Tuhan dalam kehidupan kita dan ingatlah untuk terus hidup dalam sukacita Tuhan”

Seperti akhir dari kisah ini …

Ayat 7 Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: “Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu.”

Ketika minyak dalam buli-buli kecil yang bisa mengisi tempayan-tempayan besar dan akhirnya dijual bukan hanya untuk melunasi hutang namun juga untuk biaya kehidupan mereka. Kita bisa belajar bersama bahwa

Percayalah bahwa Tuhan tidak pernah memberkati kita dengan setengah-setengah, kalau sudah sampai waktunya Dia akan memberkati kita dengan cukup bahkan sampai berlimpah-limpah, tetapi jika belum waktunya bagian kita adalah taat dan nurut, walaupun tidak masuk akal. Kerjakanlah dengan setia apa yang harus kita lakukan sekarang dengan sebaik mungkin

Tidak pernah Tuhan ijinkan masalah tinggal masalah, dibalik masalah itu, Tuhan mendatangkan kebaikan. Karena itulah Jangan tinggalkan Tuhan, terus cari Dia, jangan kehilangan Urapan, jangan kehilangan sukacita karena Tuhan pasti akan menolong kita.

Tuhan Yesus memberkati kita semuanya, tetap semangat menjalani hari yang diberkati oleh Tuhan

Rangkuman Khotbah

Pdt Stefanus Suwarno

Ibadah Online GPdI Elohim Batu

Ibadah Online GPdI Elohim Batu

Minggu, 17 Oktober 2021

“Bertahan Melewati Kesulitan

 Pdt. Stefanus Suwarno

Didalam firman Tuhan, orang yang takut akan Tuhan, orang yang setia melakukan kebenaran, dijamin akan menjadi berkat, tetapi ada juga situasi yang sebaliknya. Dengan kata lain bahwa masalah itu ada disekitar kita, tidak ada orang yang kebal dengan masalah, namun yang terpenting bukanlah ada atau tidak ada masalah tetapi bagaimanakah kita meresponi setiap permasalah yang dihadapi.

Belajar dari kisah Janda dalam 2 Raja-Raja 4. Dia adalah janda dari seorang nabi. dari kisah ini kita belajar bersama bahwa  Masalah bisa saja terjadi dalam kehidupan kita. Karena selama kita hidup dalam dunia permasalah itu akan selalu ada namun kita belajar bersama bahwa

Ketika mengahadapi situasi yang serba terbatas dan berat ingatlah ada 2 hal yang tidak boleh hilang dalam kehidupan kita yaitu Minyak dan Anggur. Minyak menggambarkan urapan dari Roh Kudus dan kehadiran Tuhan dalam kehidupan kita, kemudian Anggur yang menggambarkan Sukacita.

Percayalah bahwa Tuhan tidak pernah memberkati kita dengan setengah-setengah, kalau sudah sampai waktunya Dia akan memberkati kita dengan cukup bahkan sampai berlimpah-limpah, tetapi jika belum waktunya bagian kita adalah taat dan nurut, walaupun tidak masuk akal. Kerjakanlah dengan setia apa yang harus kita lakukan sekarang dengan sebaik mungkin

Link Youtube :  

Ibadah Online Sekolah Minggu

SUNDAY FUNDAY – Ibadah Online Sekolah Minggu

Minggu,  17 Oktober 2021

“Memberikan Dukungan”  

Kejadian 14

Adik-adik kita semuanya ada hari ini selain karena anugerah Tuhan yang besar dalam kehidupan kita namun juga karena ada orang-orang yang Tuhan hadirkan disekitar kita untuk memberikan dukungan dalam kehidupan kita. Siapakah mereka? Tentunya yang terutama orang tua kita, saudara, teman,  bapak ibu guru, tetangga dan yang lainnya. Kita tidak dapat hidup sendirian karena kita perlu pertolongan orang lain dan tentunya kita juga punya tugas untuk memberikan dukungan kepada orang lain.

Nah hari ini kita akan belajar bersama-sama Kembali belajar dari tokoh Bapak Abraham Setelah berpisah dari Abraham, Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom. Nah suatu saat ada 4 raja yang menyerang daerah itu … ALkitab menceritakan bahwa “Segala harta benda Sodom dan Gomora … dirampas musuh, lalu mereka pergi. Juga Lot, anak saudara Abram, beserta harta bendanya, dibawa musuh, lalu mereka pergi — sebab Lot itu diam di Sodom” (Kejadian 14:11,12). Tuhan memberikan kemenangan buat Abraham dan dia dapat mengalahkan keempat raja itu.

Bersyukurlah buat orang-orang disekitarmu yang sudah Tuhan anugerahkan untuk mendukungmu. Allah menginginkan agar kita masing-masing bersikap seperti pahlawan dengan rela berkorban untuk memberikan dukungan terhadap orang lain. Berikanlah dukungan dan pertolongan bahkan kepada orang yang menyakitimu Tuhan akan memberkati dan memberikan kemampuan kepada orang yang dengan kemurahan hati menolong orang lain.

Galatia 6:2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.

Sunday Funday – Every day Sing and Shout for Jesus
Elohim Kids Ministry

Link Youtube:

Hidup Berpadanan dengan Kristus

Hidup Berpadanan dengan Kristus

Renungan Harian, Sabtu 16 Oktober 2021

Bacaan: Filipi 1: 1-30

Saudara-saudara yang kekasih dalam Kristus, ketika Paulus dan Silas di Filipi, mereka ditangkap, didera, dan dilemparkan ke dalam penjara (Kis 16:22-23).   Dikatakan juga orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka. Setelah mereka berkali -kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh.Namun penjara tak memenjarakan sukacita mereka. Mereka tetap bernyanyi hingga sendi -sendi penjara bergoyang. Kepala penjara pun bertobat dan dibaptiskan bersama seluruh keluarganya.

Dan beberapa saat setelah meninggalkan Filipi, Paulus mendengar bahwa jemaat disana mengalami penderitaan. Ia pun menasehati mereka agar mereka tetap berjuang dalam kondisi seperti itu.

Berpadanan dengan Kristus berarti hidup sesuai dengan perintah Kristus.

Paulusjuga mengingatkan tentang betapa beratnya perjuangannya ketika berada di Filipi dalam memberitakan Injil. Ia menghadapi banyak penderitaan dan penganiayaan, tetapi ia tetap bertahan.

Saudara-saudara banyak pergumulan dan derita yang kita alami dalam hidup ini. Entah itu sebagai konsekuensi dari iman kita entah karena kondisi dunia tempat kita berada. Kadang kita takut menghadapinya, lalu putus asa dan kehilangan harapan namun pesan ada diberikan kepada kita yaitu:

Hidup berpadanan dengan Kristus berarti hiduplah berdasarkan pemerintahanNya, kehendakNya, dan beriman kepadaNya.

Saudara-saudara kita pun harus menyadari bahwa kita dikarunia bukan hanya untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk ikut menderita bagi Dia, sehingga kita tak akan kecewa dan putus asa saat penderitaan menimpa kita.

Tuhan memberkati.

EW

Mengeluh vs Bersyukur

Mengeluh vs Bersyukur

Renungan Harian, Jumat 15 Oktober 2021

Bilangan 11:1 “Pada suatu kali bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang nasib buruk mereka, dan ketika TUHAN mendengarnya bangkitlah murka-Nya, kemudian menyalalah api TUHAN di antara mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan.”

Shalom…. selamat pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih.

Suatu ketika ada dua orang anak laki-laki yang sedang memakan buah anggur.  Salah seorang dari mereka berkata, “Anggurnya manis, ya?” anak yang satunya menyahut; “Memang, tapi sayang bijinya banyak sekali.”  Sembari berjalan menyusuri kebun, anak yang pertama berseru, “Lihat, mawar-mawar merah yang besar dan indah itu!”  Anak yang satunya berkomentar, “Ah… Mawar-mawar itu penuh duri!”  Kebetulan saat itu hari terasa panas sehingga mereka mampir ke sebuah kedai untuk membeli minuman soda.  Setelah meneguk minumannya beberapa kali, anak yang kedua mengeluh, “Botolku sudah kosong setengah.” Dengan cepat anak yang pertama kemudian menyahut, “Botolku masih berisi setengah!”

Dalam kehidupan sehari-hari kita menemukan banyak orang seperti anak yang berpikiran dalam cerita tersebut.  Mereka yang berpandangan seperti anak yang kedua senantiasa memandang kehidupan ini melalui kaca yang gelap.  Semuanya seperti negatif, tidak ada yang baik dan tidak ada yang menyenangkan.  Seperti halnya orang-orang Israel dalam Bilangan 11:1.  Mereka mengeluh dan bersungut-sungut ketika seharusnya mereka memuji Tuhan atas pemeliharaan-Nya yang murah hati.  Dengan mudahnya mereka melupakan bagaimana Tuhan telah membebaskan mereka secara ajaib dan penuh mujizat dari tangan penindas mereka, yaitu bangsa Mesir. 

Tidaklah demikian dengan pandangan dari orang-orang yang seperti anak pertama.  Mereka penuh ucapan syukur dalam menghadapi keadaan apapun.  Sekalipun bersikap realistis terhadap sisi suram kehidupan, tetapi mereka tidak cemberut ataupun rewel. 

Ketika kita memperhatikan sisi-sisi positif dari peristiwa yang terjadi, maka kita dapat lebih mudah untuk mengucap syukur, sehingga hati kita dipenuhi rasa sukacita dan muka kita tampak ceria dan gembira, dan dengan sendirinya imun tubuh pasti akan lebih baik. 

Sebaliknya ketika kita tidak mengucap syukur, kita cenderung akan mengeluh, sehingga kemudian bersungut-sungut.

Bayangkan bagaimana rasanya ketika Anda harus berjalan dan menghabiskan waktu bersama dengan orang yang terus mengeluh dan bersungut-sungut. Pasti rasanya menjengkelkan dan membuat perasaan diri kita menjadi tidak enak. Demikian pula Tuhan ketika bangsa Israel mengeluh dan bersungut-sungut, sehingga tak heran Tuhan kemudian menghukum mereka.

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih.  Kita dapat mengatasi pikiran yang negatif.  Siapa pun kita dan apa pun keadaan yang kita alami. 

Coba renungkan baik-baik, sebab ada banyak hal yang dapat selalu kita syukuri.  Renungkanlah kasih Tuhan bagi diri kita sendiri, bagi orang-orang yang kita kasihi dan bagi semua orang di sekeliling kita.  Pujilah Dia atas pemeliharaan-Nya

Daripada mengeluh tentang “duri”, lebih baik kita bersyukur atas “mawar” yang indah.  Kehidupan ini memang tidak mudah dan semua orang tahu itu, tetapi janganlah mengeluh seakan-akan hanya kita saja yang menderita.

Sebaliknya mari kita bersyukur karena pasti ada hal yang indah dan baik yang Tuhan sediakan buat setiap kita dalam setiap keadaan.   Orang Kristen yang sejati adalah pribadi yang dapat bersyukur sekalipun menghadapi keadaan yang tidak enak. Amin. 

Tuhan Yesus Memberkati.

DS

Pribadi yang Istimewa

Pribadi yang Istimewa

Renungan Harian, Kamis 14 Oktober 2021

Menjadi pribadi istimewa adalah idaman setiap manusia, banyak orang berusaha untuk menjadi pribadi yang istimewa dengan banyak cara. Namun hari ini kita mau belajar dari seorang tokoh Alkitab, Yusuf salah satu pribadi istimewa yang dicatat Alkitab. Sekolah kehidupan telah membentuknya sehingga menjadi pribadi istimewa. Apa saja yang dapat kita pelajari dari kisah perjalanan kehidupan Yusuf, pribadi yang istimewa:

Dipaksa Keluar

Tuhan telah banyak memberi dalam kehidupan kita. Namun, terkadang pemberian Allah itu belum dipakai maksimal. Untuk itu Allah seringkali “memaksa” kita berada dalam situasi sukar. Situasi sukar adalah sarana yang tepat untuk “memaksa” potensi tersembunyi keluar dari diri kita.

Yusuf anak ke-11 dari Yakub. Bagi saudara-saudaranya, Yusuf dianggap kurang menguntungkan. Namun fakta berbicara sebaliknya. Yusuf adalah pribadi yang berhasil. Ia menjadi penguasa di Mesir. Penilaian manusia memang berbeda dengan penilaian Allah. Dahulu orang berpikir IQ sangat menentukan keberhasilan seseorang. Namun fakta berbicara lain. Data menunjukkan 70%-80% orang ber- IQ tinggi tidak selalu berhasil dalam pekerjaannya. Ia harus punya EQ, kecerdasan emosi. Keberhasilan diawali dengan sikap mencintai pekerjaan. Yusuf pun melakukannya.

Mampu Menghadapi Tekanan

Yusuf menghadapi beragam tekanan. Tekanan-tekanan itu sangat menyakitkan. Yusuf dibenci oleh saudara-saudaranya. Mimpinya menghantar Yusuf tidak disukai oleh orang-orang terdekat. Yusuf diserang oleh orang-orang terdekat. Ia dianiaya dan difitnah. Ini hal menyakitkan secara manusia (Kej. 37).

Akan tetapi, semua kesulitan di atas berhasil dilalui. Apa rahasianya? Kejadian 39:7-9 menjelaskannya.

  • Yusuf tahu batas kekuasaannya. Ketika istri tuannya—Potifar mengajaknya berselingkuh, Yusuf tahu batas kekuasaannya. Ia berterus terang, engkau adalah istrinya.
  • Yusuf tahu bahwa mata Tuhan tertuju kepadanya (Kej. 39:8). Karena itu dalam segala keadaan, Yusuf tidak pernah menangisi dirinya. Ia juga tidak bersikap mengasihani diri. Bagiannya adalah melakukan segala sesuatu dengan level terbaik. Mengapa demikian? Jawabannya jelas! Yusuf tahu persis bahwa mata Tuhan tertuju kepadanya.
  • Yusuf punya integritas. Apa artinya integritas? Integritas berbicara, yang di dalam dengan yang di luar sama. Integritas adalah aset tertinggi dan mahal harganya.
  • Yusuf tegas menolak segala bujukan dalam bentuk apa pun. Ada slogan kesempatan dalam kesempitan. Slogan tersebut bisa berarti menjual integritas dalam waktu pendek. Alkitab katakan, “Jalan orang jahat gelap seperti kelamnya malam. Mereka tersandung dan jatuh tanpa mengetahuinya. Sebaliknya, jalan yang dilalui orang baik adalah seperti terbitnya matahari; makin lama makin terang, sampai akhirnya menjadi terang benderang.” (Ams. 4:18).

Disertai Tuhan

Yusuf adalah pribadi yang disertai Tuhan. “Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya” (Kej. 39:3). Pernahkah Anda memikirkan ayat ini? Ada satu pertanyaan yang saya lontarkan untuk kita renungkan. Bagaimana Potifar tahu bahwa Tuhan menyertai Yusuf? Tentu, kesaksian dalam hidup sehari-hari membuktikannya.

Segala sesuatu ada dalam rencana jangka panjang Allah. Ini terbukti. Perhatikanlah, dalam penjara pun Yusuf menjadi kepala penjara. Rupanya, rencana jahat orang-orang terdekat Yusuf dipakai Allah demi kebaikan Yusuf.

Ingat “Kanaan”

Kejadian 50:24-26. “Berkatalah Yusuf kepada saudara-saudaranya: “Tidak lama lagi aku akan mati; tentu Allah akan memperhatikan kamu dan membawa kamu keluar dari negeri ini, ke negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub.” Lalu Yusuf menyuruh anak-anak Israel bersumpah, katanya: “Tentu Allah akan memperhatikan kamu; pada waktu itu kamu harus membawa tulang-tulangku dari sini.” Kemudian matilah Yusuf, berumur seratus sepuluh tahun. Mayatnya dirempah-rempahi, dan ditaruh dalam peti mati di Mesir.”

Kita belajar, Yusuf telah hidup enak di Mesir. Namun Mesir bukan tempat permanen baginya. Kanaan adalah tempatnya. Dunia ini bukanlah tempat permanen bagi kita. Surga adalah tempat bagi kita dalam kekekalan.

Tuhan Memberkati

CM